MerahPutih.com - Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku belum mengetahui kicauan Wasekjen Demokrat Andi Arief melalui akun twiternya yang menyebut Prabowo sebagai Jenderal kardus.
"Saya belum tahu, jangan-jangan itu bukan twitternya Andi Arief. Saya belum bisa komen terkait itu ya," kata Ferdinand di kediaman Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/8) malam.
Menurut dia, hingga saat ini Demokrat masih menjalin komunikasi dengan Prabowo. Untuk posisi, cawapres pihaknya menyerahkan kepada mantan Danjen Kopassus tersebut.
"Terkait nama kita sampai sekarang serahkan Pak Prabowo. Situasi terkahir seperti apa nanti tentu beliau akan update juga ke kita. Kita harapkan komunikasi akan berjalan terus," ujar dia.
Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaakan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghatgai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus.
— andi arief (@AndiArief__) 8 Agustus 2018
Ferdinand menambahkan, Demokrat tengah mempertimbangkan secara matang untuk mengambil keputusan politik yang tepat menyongsong pendaftaran capres yang akan berakhir pada Jumat, 10 Agustus 2018.
"Semua aspek kita pertimbangkan supaya yang terbaik keputusannya. Karena kita tidak mau putuskan sesuatu kalau ternyata itu tidak terbaik. Jadi ini semua dalam rangka pematangan, kita terus lakukan komunikasi politik. Kita harapkan malam ini akan selesai dan final," pungkas dia.
Sebelumnya, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief berang terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Lewat akun twitternya, Andi Arief menyebut Prabowo adalah Jenderal kardus.
Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno untuk mengentertain PAN dan PKS.
— andi arief (@AndiArief__) 8 Agustus 2018
"Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaakan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghatgai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus," cuit Andi Arief lewat akunnya @AndiArief__, rabu (8/8).
Tak berhenti disitu meluapkan kegeramannya kepada Prabowo. Andi bahkan kembali men-twit renggangnya koalisi Gerindra-Demokrat. Prabowo dinilai mementingkan uang dibandingkan perjuangan bersama Demokrat. Andi juga membawa-bawa nama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.
Partai Demokrat tidak alami kecocokan karena Prabowo dalam menentukan cawapresnya dengan menunjuk orang yang mampu membayar PKS dan PAN. Ini bukan DNA kami.
— andi arief (@AndiArief__) 8 Agustus 2018
"Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno untuk mengentertain PAN dan PKS," sambungnya.
Bahkan, Andi menegaskan Gerindra-Demokrat tidak mengalami kecocokan. Penyebabnya adalah uang.
"Partai Demokrat tidak alami kecocokan karena Prabowo dalam menentukan cawapresnya dengan menunjuk orang yang mampu membayar PKS dan PAN. Ini bukan DNA kami," cuitnya. (pon)