Skabanton Kembali dengan Merilis Album 'Kian Kemari'

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Desember 2023
Skabanton Kembali dengan Merilis Album 'Kian Kemari'

Skabanton kembali dengan materi lebih fresh di album Kian Kemari. (Foto: Skabanton)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETELAH kurang lebih delapan tahun tidak merilis album, band ska asal Surabaya Skabanton akhirnya kembali menunjukkan eksistensinya dengan merilis album terbaru bertajuk Kian Kemari. Dilepas pada Sabtu (23/12), cerita yang diangkat pada album ini adalah tentang realitas dan romansa dalam bertahan hidup.

“Album ini siap jadi setlist penutup serta pembuka tahun, di tengah bisingnya berita pemilu 2024,” ujar Skabanton lewat keterangan resmi yang dilansir Antara, Senin (25/12).

Baca juga:

Reality Club Gelar Tur Amerika Utara Maret 2024

Perilisan album Kian Kemari sekaligus menjadi momen bersejarah bagi Skabanton. Pasalnya band yang digawangi oleh Anda (vokal), Rhesa Filbert (bass), Davin Pramudya (gitar), Trita (keyboard), dan Pras Imansyah (drum) ini, kembali dengan karya baru sejak album debut mereka The Master of Situation dirilis pada 2015.

Jika sebelumnya musik Skabanton kental dengan lagu instrumental dan sebagian memiliki lirik berbahasa Inggris, di album Kian Kemari mereka menyuguhkan musik yang lebih segar dan berwarna, dengan irama beragam nan merefleksikan sebuah realitas dan romansa dalam bertahan hidup.

“Dari kala pandemi yang suram, bersahabat dengan muram, hingga berusaha melepas kelam. Semuanya dikemas dalam lirik berbahasa Indonesia ringan namun mengena,” terang Skabanton.

Baca juga:

Kunto Aji Gelar Konser Sambut Matahari Pertama di 2024

Satu hal yang tak kalah penting dari kabar perillisan album terbaru, adalah transformasi nama dari band Surabaya Pride ini. Sebelumnya band aktif di bawah nama The Ska Banton, dan kini berubah menjadi Skabanton. Peleburan kata “Ska” sebagai genre musik yang diusung dan “Banton” yang dalam bahasa Patwah, Jamaika, artinya pendongeng.

“Penggabungan kedua kata tersebut menjadi frase tanpa arti. Dengan maksud agar tidak terbatas dalam koridor sebuah genre musik tertentu,” jelas mereka.

Sementara, album Kian Kemari dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang ke sana kemari dalam benak si penulis lagu, dalam bahasa akrab, bisa juga disebut ngalor-ngidul.

Berdurasi total 30 menit, Kian Kemari terdiri atas sembilan lagu yakni Waru (Di Batas Kota Itu), Kawan Lama, Turun Main, Tersesat, Bilik Kelabu, Pseudo Romansa, Ranum, Muak, dan Ya Dijalani. Seluruh lagu di album Kian Kemari saat ini sudah dapat dinikmati via digital streaming platform. (*)

Baca juga:

Deretan Musisi Indonesia yang Rilis Album Piringan Hitam di 2023

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Dialog Dini Hari Buka Babak Baru Lewat Album 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi', tentang Kehilangan dan Menemukan Kembali
Dialog Dini Hari menghadirkan album terbaru 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi' berisi delapan lagu, lahir dari perubahan, kehilangan, dan pencarian rasa rumah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Dialog Dini Hari Buka Babak Baru Lewat Album 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi', tentang Kehilangan dan Menemukan Kembali
ShowBiz
D’MASIV Bicara soal Cinta yang Tak Berhenti di Perasaan lewat 'Till We’re Old'
D’MASIV kembali dengan single terbaru 'Till We’re Old', yang mengangkat kisah cinta, komitmen, dan keinginan untuk terus bersama hingga usia senja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
D’MASIV Bicara soal Cinta yang Tak Berhenti di Perasaan lewat 'Till We’re Old'
ShowBiz
Slowdive hingga Caribou Siap Ramaikan Joyland Sessions 2026, Intip Daftar Lenkap Penampilnya
Joyland Sessions 2026 digelar 28–29 November di GBK City Park, Jakarta. Ada 16 penampil dari 7 negara, termasuk Slowdive dan Caribou.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Slowdive hingga Caribou Siap Ramaikan Joyland Sessions 2026, Intip Daftar Lenkap Penampilnya
ShowBiz
8 Panggung, Banyak Genre, dan Generasi Berbeda Bertemu di Synchronize Fest 2026
Synchronize Fest 2026 memasuki tahun ke-11 dengan delapan panggung, kurasi musik beragam, serta penampil lintas genre dan generasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
8 Panggung, Banyak Genre, dan Generasi Berbeda Bertemu di Synchronize Fest 2026
ShowBiz
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Tove Lo merilis album studio keenam, ESTRUS. Berisi 13 lagu electro-pop, album ini mengeksplorasi hasrat, keraguan, kebebasan, dan emosi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Tove Lo Perkenalkan 'ESTRUS', Album Baru tentang Hasrat dan Berbagai Kontradiksi
Dunia
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
Rekaman tersebut dikumpulkan teknisi suara Oasis, Huw Richards, yang bekerja bersama band ini sejak perilisan album debut mereka 'Definitely, Maybe
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Oasis Ambil Jalur Hukum Hentikan Penjualan Rekaman yang belum Pernah Didengar
ShowBiz
Lewat 'Maju Satu Satu', Tsaqib Ungkap Rasa Takut dan Keberanian Menyambut Babak Baru
Tsaqib memperkenalkan single 'Maju Satu Satu', lagu personal tentang rasa cemas, keberanian, ketidakpastian, dan persiapannya menjadi seorang ayah.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Lewat 'Maju Satu Satu', Tsaqib Ungkap Rasa Takut dan Keberanian Menyambut Babak Baru
ShowBiz
Masuki Tahun ke-11, Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Musik hingga Gerakan Lingkungan
Synchronize Fest 2026 memasuki tahun ke-11 dengan tema “It’s Not Just a Festival, It’s a Movement” pada 16-18 Oktober di Gambir Expo Kemayoran.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Masuki Tahun ke-11, Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Musik hingga Gerakan Lingkungan
ShowBiz
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
Koleksi tersebut ditempatkan berdampingan dengan memorabilia sejumlah musisi legendaris dunia, termasuk Michael Jackson.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Memorabilia Agnez Mo kini Dipajang Permanen di Hard Rock Hollywood
ShowBiz
'Roulette', Cara BAHA Menerjemahkan Ketidakpastian Hidup lewat Musik
Mengibaratkan kehidupan seperti permainan roulette, terus berputar tanpa pernah memberi kepastian mengenai kapan atau di mana putaran itu akan berhenti.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
'Roulette', Cara BAHA Menerjemahkan Ketidakpastian Hidup lewat Musik
Bagikan