K-Drama

Si Baby Face Choi Woo-shik Beraharap Dapat Peran Lebih Dewasa dan Maskulin, Bosan Jadi Anak SMA Melulu

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 28 Februari 2025
Si Baby Face Choi Woo-shik Beraharap Dapat Peran Lebih Dewasa dan Maskulin, Bosan Jadi Anak SMA Melulu

Choi Woo-shik sebut 'Melo Movie' batu loncatan, tapi cemaskan respons penonton.(foto: Instagram @dntlrdl)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - CHOI Woo-shik diberkahi dengan wajah awet muda. Namun, bagi bintang Parasite ini, tampilan baby face itu menjadi tantangan dalam kariernya. Terlebih ketika ia mulai bosan memerankan anak SMA dalam film atau drama dan menginginkan peran yang lebih dewasa dan maskulin.

Saat mengenang perjalanan kariernya, Woo-shik mengakui banyak perannya menggambarkan cerita kedewasaan atau perjuangan anak muda. “Saya beruntung bisa mendapatkan banyak kesempatan untuk memerankan karakter yang bisa dipahami orang. Peran-peran itu menjadi pengalaman berharga, tetapi itu juga sudah sangat familier bagi banyak orang, jadi saya mendekatinya dengan hati-hati,” katanya, dikutip The Korea Times.

Bagi Woo-shik, perannya di serial terbarunya, Melo Movie, menggambarkan hal yang dapat dirasakan dari kehidupan dewasa muda. ”Namun, ini bukan tentang klise ‘masa muda itu menyakitkan’,” imbuhnya.

Di Melo Movie, Woo-shik memerankan Ko Gyeom, seorang penggemar film yang mengaku ingin menonton setiap film yang ada. Kegemarannya pada film membawanya menjadi aktor peran kecil sebelum beralih menjadi kritikus film.

"Dia ialah orang yang jujur dan optimistis yang mengejar apa yang dia inginkan, meskipun tampaknya tidak realistis. Saya bisa merasakannya karena, terkadang, orang yang berjuang secara internal tetap menunjukkan wajah cerah. Pesan drama ini menggema bagi saya, tidak ada yang perlu menghadapi semuanya sendirian. Tidak apa-apa untuk bergantung pada orang lain, seperti yang dilakukan Ko Gyeom,” jelasnya.

Baca juga:

Choi Woo-shik Sebut ‘Melo Movie’ sebagai Batu Loncatan, Harap-Harap Cemas Menanti Respons Penonton



Ia menjelaskan para karakter di Melo Movie menghadapi tantangan yang bisa dialami siapa saja. “Terkadang, Anda hanya perlu istirahat atau momen untuk gagal dan jatuh sebelum bisa melanjutkan. Itu seperti yang dipelajari Ko Gyeom dari Ko Jun (saudaranya dalam drama), memiliki orang-orang di sekitar untuk mendukung Anda saat-saat seperti itu sangat penting,” jelasnya.

Sejak debut dalam drama The Duo pada 2011, Woo-shik telah dikenal melalui perannya dalam Set Me Free (2014), Train to Busan (2016), Parasite (2019), The Witch: Part 1. The Subversion (2018), dan drama Our Beloved Summer. "Meskipun akting bisa sangat menuntut mental, saya tetap menikmatinya. Filmografi saya tidak terlalu banyak, tetapi karena sudah banyak memerankan karakter muda, saya sekarang ingin mengeksplorasi peran yang berbeda,” katanya.

Salah satu tantangan yang dihadapi Woo-shik ialah penampilannya yang tampak muda. Baginya, itu merupakan berkah sekaligus tantangan. "Dalam serial ini, saya bahkan memerankan seorang siswa SMA. Namun, dalam perkembangan ceritanya, saya perlu memerankan karakter di usia akhir 30-an dan seterusnya. Pertanyaannya ialah bagaimana saya melepaskan citra muda saya dan menampilkan persona yang lebih dewasa dan maskulin," katanya.

Transisi ke peran yang lebih dewasa, menurut Woo-shik, perlu ia lakukan secara bertahap, tanpa memaksakan perubahan tersebut. Menurutnya, hingga kini, ia telah memerankan karakter yang dekat dengan usianya yang sebenarnya. Namun, seiring memasuki peran baru, Woo-shik tidak memiliki pengalaman pribadi yang banyak untuk dijadikan acuan.

“Saya perlu melakukannya selangkah demi selangkah, seperti mengancingkan kemeja satu kancing pada satu waktu,” tutupnya.(dwi)

Baca juga:

Sayang Banget deh, ‘Melo Movie’ yang Dibintangi Park Bo-young dan Choi Woo-sik Malah Gagal Terkenal secara Global

#Choi Woo Shik #Artis Korea #K-Drama
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Kim Soo-hyun kembali Promosi Fashion setelah 16 Bulan Vakum, Jualannya Langsung Ludes
Comeback Soo-hyun ini terjadi setelah berakhirnya sengketa hukum yang sempat menyita perhatian publik.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
 Kim Soo-hyun kembali Promosi Fashion setelah 16 Bulan Vakum, Jualannya Langsung Ludes
ShowBiz
DK SEVENTEEN Isi OST 'Spooky in Love' Lewat Lagu 'Stay with Me', Hadirkan Nuansa Romantis
DK SEVENTEEN kembali memikat penggemar lewat lagu 'Stay with Me', soundtrack kedua drama Korea 'Spooky in Love'.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
DK SEVENTEEN Isi OST 'Spooky in Love' Lewat Lagu 'Stay with Me', Hadirkan Nuansa Romantis
ShowBiz
Lee Sung-min Gabung Live Action 'Solo Leveling', Perankan Pemburu Peringkat S
Menambah jajaran pemain bintang dalam live action garapan Netflix ini.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
Lee Sung-min Gabung Live Action 'Solo Leveling', Perankan Pemburu Peringkat S
ShowBiz
3 Alasan 'A Bona Fide Killer' Wajib Masuk Watchlist, Drama Aksi Kong Hyo Jin yang Penuh Kejutan
A Bona Fide Killer menghadirkan Kong Hyo Jin sebagai ibu rumah tangga dengan identitas rahasia pembunuh bayaran. Simak alasan serial aksi komedi ini wajib ditonton.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
3 Alasan 'A Bona Fide Killer' Wajib Masuk Watchlist, Drama Aksi Kong Hyo Jin yang Penuh Kejutan
ShowBiz
5 Alasan 'A Shop for Killers' Season 2 Wajib Masuk Watchlist, Aksinya Makin Brutal
A Shop for Killers Season 2 kembali di Disney+ dengan aksi lebih besar, musuh baru, misteri Jeong Jin-man, dan perkembangan Jeong Ji-an.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
5 Alasan 'A Shop for Killers' Season 2 Wajib Masuk Watchlist, Aksinya Makin Brutal
ShowBiz
J.Y. Park Comeback Setelah 6 Tahun lewat 'Wet', Jadi Anthem Waterbomb 2026
Setelah enam tahun, J.Y. Park kembali dengan lagu bertema musim panas lewat 'Wet'. Lagu ini menjadi anthem Waterbomb 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
J.Y. Park Comeback Setelah 6 Tahun lewat 'Wet', Jadi Anthem Waterbomb 2026
ShowBiz
Lagu 'Tunnel' Liz IVE Langsung Menghidupkan Emosi di Episode Perdana 'Spooky in Love'
Liz IVE menyanyikan OST drama Korea 'Spooky in Love' berjudul 'Tunnel'. Lagu ini menghadirkan nuansa emosional tentang kecemasan, kesepian, dan harapan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Lagu 'Tunnel' Liz IVE Langsung Menghidupkan Emosi di Episode Perdana 'Spooky in Love'
ShowBiz
Nam Joo-hyuk Sukses Tampilkan 2 Sisi Karakter, ‘The East Palace’ Puncaki Top 10 Show Netflix Indonesia
Menurut Netflix pada Senin, 'The East Palace' yang tayang perdana pada 17 Juli langsung menempati posisi teratas sesaat setelah dirilis.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Nam Joo-hyuk Sukses Tampilkan 2 Sisi Karakter, ‘The East Palace’ Puncaki Top 10 Show Netflix Indonesia
ShowBiz
‘The East Palace’ Ujian Comeback Nam Joo-hyuk, Tayang di Bayang-Bayang Kontroversi
Bagi Joo-hyuk perannya kali berbeda, menuntut banyak adegan aksi sekaligus menjadi ajang bagi sang aktor untuk menunjukkan perkembangan kemampuan aktingnya.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
‘The East Palace’ Ujian Comeback Nam Joo-hyuk, Tayang di Bayang-Bayang Kontroversi
ShowBiz
'The East Palace' Bawa Era Baru K-Occult dengan Nuansa Gotik Joseon
'The East Palace' menawarkan pendekatan baru melalui genre Joseon Gothic occult action, memadukan tradisi perdukunan Korea dengan elemen fantasi gelap bergaya Barat.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
'The East Palace' Bawa Era Baru K-Occult dengan Nuansa Gotik Joseon
Bagikan