Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Short Animation Disney ini Kelewatan, Bikin Kesal Penonton

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 06 Desember 2017
Short Animation Disney ini Kelewatan, Bikin Kesal Penonton

Biarpun lucu, Olaf kali ini bikin kesal penonton. (foto: scpr)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DISNEY dan Pixar kerap menyisipkan animasi pendek sebelum sebuah film muali diputar. Sebut saja animasi Lava yang diputar sebelum film Inside Out. Animasi tersebut manis dan mencuri hati penonton.

Namun, kali ini Disney membuat short yang melewati batas. Alih-alih digemari dan dipuji fan, short yang satu ini malah jadi sumber komplain penonton.

Ya, penonton tidak menyukai Olaf's Frozen Adventure, short yang diputar sebelum film box office Coco dimulai.

Meskipun demikian, bukan ketidaksukaan penonton itu yang menjadi alasan utama short itu akhirnya ditarik dari pemutaran film Coco.

Seperti dilaporkan EW, animasi pendek Disney tersebut awalnya didesain sebagai pengisi pendek sebelum Coco dimulai.

Namun, komplain penonton kemudian membuat animasi itu ditarik pada 8 Desember.

"Olaf's Frozen short sebelum Coco merupakan siksaan untuk mataku. Itu seperti racun yang perlahan meresap ke sarafku. Salah satu hal terburuk yang pernah dibuat Disney," ujar aktor Ashish Chanchlani dalam sebuah tweet.

Seperti dilansir Mashable, animasi Frozen tersebut memang bermasalah untuk beberapa alasan.

"Durasi animasi itu yang jadi isu terbesar. Karena durasi animasi itu 22 menit, ditambah iklan, dan trailers, film Coco baru bisa dimulai setelah 40 menit," demikian disebutkan dalam tulisan itu.

Menurut laporan itu, tambahan durasi yang panjang itu tentunya menimbulkan masalah bagi penonton yang rata-rata merupakan keluarga dengan anak-anak. Belum lagi kekecewaan anak-anak yang mengharap segera melihat film bertema Dia de los Muertos ala Meksiko, tapi malah menghabiskan setengah jam di awal menonton manusia salju bernyanyi.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan