MerahPutih.com - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, ‘memotong’ euforia lima pemainnya setelah Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Ia meminta Nadeo Argawinata, Shayne Pattynama, Jordi Amat, Rizky Ridho, dan Muhammad Rayhan Hannan segera kembali fokus bersama Macan Kemayoran.
Timnas Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menaklukkan Thailand lewat adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (5/10).
Menurut Shin, euforia tak boleh berlarut-larut. Mengingat lima pemain akan kembali diandalkan Persija di kompetisi.
Baca juga:
Lima pemain yang sebelumnya membela Timnas sudah kembali mengikuti latihan di Persija Training Ground, Depok, Rabu (7/10).
Persija memang harus segera bersiap menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan keempat Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10).
Saya mengucapkan selamat kepada para pemain tim nasional yang kemarin berhasil menjadi juara. Saya memberi selamat, tetapi euforia juara tersebut harus selesai sampai di sini saja. Sekarang kita harus mempersiapkan diri dengan baik untuk kompetisi,
kata Shin Tae-yong dikutip dari BolaSkor.
Shin Tae-yong Soroti Minimnya Menit Bermain
Pelatih asal Korea Selatan itu juga mengaku kesulitan menilai performa lima pemain Persija selama FIFA ASEAN Cup 2026.
Nadeo Argawinata dan Jordi Amat bahkan tidak mendapat menit bermain. Sementara Shayne Pattynama dan Rayhan Hannan hanya tampil dalam waktu singkat.
Rizky Ridho menjadi pemain Persija dengan kesempatan bermain paling banyak. Namun, dari lima pertandingan, ia hanya sekali menjadi starter, yakni ketika Indonesia menang telak 9-2 atas Bangladesh. Ridho juga mencetak satu gol dalam laga tersebut.
Shin Tae-yong kemudian menyoroti kondisi pemain yang baru masuk ketika pertandingan tinggal menyisakan sekitar 10 menit.
Baca juga:
Jadwal Padat Mengadang Persija di Oktober, Shin Tae-yong Ancang-ancang
Hannan hanya bermain sebentar sekali, bicara apa. Begitu napasnya baru mau terbuka, pertandingannya sudah selesai. Itu justru bagian yang paling sulit,
ujar Shin Tae-yong.
Menurutnya, situasi tersebut justru sangat menguras tenaga pemain karena mereka baru mulai beradaptasi dengan pertandingan ketika laga hampir berakhir.
“Tentu para wartawan menyaksikan jalannya pertandingan, tetapi sebenarnya ketika pemain masuk saat laga tersisa sekitar 10 menit, tepat ketika napas mereka baru mulai terengah dan terbuka, pertandingan sudah usai. Momen itulah yang paling berat dan melelahkan bagi pemain,” ucap Shin Tae-yong.