Setop Galau, Enggak Baik untuk Kesehatan Jantung

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 16 April 2019
Setop Galau, Enggak Baik untuk Kesehatan Jantung

Galau memicu stres dalam tubuh. (foto: pixabay/greyerbaby)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERASA kesepian atau sendiri sesekali bisa saja kamu rasakan. Namun, jika berkelanjutan, hal itu bisa amat berbahaya bagi kesehatan. Bukan hanya kesehatan mental, melainkan juga fisik.

Jika dulu rasa kesepian dikaitkan dengan depresi dan masalah mental, kini diketahhui bahwa rasa galau memicu penyakit kronis, semisal penyakit jantung.

Seperti dilansir Hellosehat, banyak yang enggak tahu bahwa rasa kesepian bisa menimbulkan masalah kesehatan yang cukup besar. Saat galau dan merasa sepi, kamu jadi tidak bersemangat. Hal itu cenderung memicu kamu melakukan kebiasaan yang tidak sehat. Misalnya saja jadi malas berolahraga. Padahal, sebelumnya mungkin kamu tidak pernah absen melakukannya.

Atau bisa juga kamu mencari pelarian dari rasa kesepian dan galau dengan makan. Banyak orang yang menjadikan makanan sebagai penghibur. Jika sudah begitu, apa pun makanan yang diinginkan pasti dibeli dan dimakan.

Hal itu makin buruk bila makanan yang disuka ialah makanan yang berkolesterol serta mengandung gula tinggi. Tentu saja hal itu akan memengaruhi asupan kalori harian dan meningkatkan berat badan. Bila terus-terusan seperti itu, tekanan darah akan meningkat dan akhirnya berisiko alami penyakit jantung.

Beberapa studi juga menunjukkan tingginya angka konsumsi rokok pada orang-orang galau. Rokok mengandung beberapa jenis bahan berbahaya yang dapat mengganggu fungsi jantung.

Selain faktor makan dan merokok, kesepian dan rasa galau dapat memicu timbulnya 'stres'. Keadaan stres merupakan awal dari pembentukan zat-zat peradangan dalam tubuh. Peradangan tersebut dapat menimbulkan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh, termasuk jantung dan pembuluh darah.

girlfriend
Banyak-banyak meluangkan waktu dengan teman atau keluarga biar enggak kgalau. (foto: pixabay/silviarita)

Selain itu, stres juga mengakibatkan peningkatkan tekanan darah yang nantinya berdampak kurang baik terhadap jantung.

Wah, bahaya banget ya. Yuk, mulai setop galau dengan menyeimbangkan kehidupan sosial di dunia nyata dan dunia maya. Perbanyak waktu kumpul dan ngobrol dengan keluarga, teman, atau komunitas dengan hobi yang sama.

Selain itu, kamu bisa melakukan aktivitas bersama-sama dengan kawan yang sehobi. Misal olahraga bareng, rekreasi ramai-ramai, hingga mendiskusikan pekerjaan. Dengan begitu, 'waktu sendiri' yang bikin galau jadi berkurang.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan