Setelah Delapan Tahun, Jangar Kembali dengan Album Penuh Raja Pasir

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - 2 jam, 21 menit lalu
Setelah Delapan Tahun, Jangar Kembali dengan Album Penuh Raja Pasir

Jangar lepas album baru. (Foto: dok/jangar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jangar resmi meluncurkan album penuh keduanya yang bertajuk Raja Pasir pada Selasa (6/10). Album ini menandai kembalinya kuartet rock asal Denpasar, Bali, tersebut dengan album penuh setelah delapan tahun sejak Jelang Malam yang dirilis pada 2019. Sebelumnya, mereka juga merilis mini album Malam pada 2024.

Rentang waktu delapan tahun membawa banyak perubahan dalam kehidupan para personel Jangar, yakni Pasek Darmawaysya (drum), Dewa Adi Sanjaya (gitar), Rai Biomantara (bass), dan Gusten Keniten (vokal). Jika dahulu mereka memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama demi bermusik, kini masing-masing telah membangun keluarga dengan tanggung jawab dan kesibukan yang berbeda.

Sekarang keluarga yang utama, curi-curi waktu untuk bisa ngobrolin mau ke mana dan garap apa Jangar ke depannya, gimana caranya semangat berapi-api itu tetap ada. Hidup jadi lebih seru dan penuh perjuangan,

ungkap Rai.

Perubahan dalam kehidupan pribadi tersebut turut membentuk perspektif Jangar dalam melihat masa depan. Gagasan itu kemudian menjadi salah satu tema utama yang menyatukan materi dalam Raja Pasir. Melalui album ini, mereka menuangkan berbagai tafsiran, harapan, dan keraguan mengenai dunia yang nantinya akan diwariskan kepada generasi mendatang.

Baca juga:

Musik Indonesia Berduka, Doddy Katamsi Mantan Vokalis Elpamas Meninggal Dunia

Apakah kita akan mewariskan distopia pada anak dan cucu kita? Apakah kita bisa menaruh harapan? Atau kita hanya akan menunggu, menonton dan diam pada keadaan destruktif yang terpampang nyata di hadapan kita,

ujar Pasek ketika menjelaskan benang merah album tersebut.

Nama Raja Pasir diambil dari salah satu lagu yang terdapat di dalam album. Pasek menjelaskan bahwa judul tersebut merujuk pada Shai-Hulud, cacing gurun yang dianggap sakral dalam novel fiksi ilmiah Dune karya Frank Herbert. Gambaran dunia masa depan dalam kisah tersebut menjadi titik awal bagi Jangar untuk mempertanyakan kemampuan manusia dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang akan datang.

Kendati mengangkat pertanyaan besar tentang masa depan, Jangar tidak ingin Raja Pasir menjadi album yang terbebani oleh tuntutan untuk menyampaikan pesan tertentu. Dalam proses kreatifnya, mereka justru mempertahankan kebebasan berekspresi seperti ketika mengerjakan Jelang Malam.

Bebas, tanpa beban moral. Kami tidak ingin terjebak pada ide bahwa sebuah karya itu harus bertanggung jawab, harus menyuarakan kebenaran, atau harus datang dari ‘kegelisahan’. Musik itu harus menyenangkan!

kata Pasek.

Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi Jangar untuk menjelajahi beragam cerita dan gagasan dalam Raja Pasir. Sebelum album ini dirilis, mereka telah lebih dahulu memperkenalkan “Air Keras”, yang menyoroti tindakan represif penguasa terhadap pihak-pihak yang berani menyampaikan pendapat. Setelah itu, mereka merilis maxi-single “K3” dan “Waktu” sebagai bagian dari rangkaian pengenalan album.

Salah satu materi lain yang menarik perhatian adalah “Robokop pt. 2”, yang melanjutkan cerita dari lagu “Robokop” sebelumnya. Kali ini, Jangar tidak lagi menggambarkan sosok tersebut melalui kisah heroik. Mereka justru membayangkan Robokop yang telah memasuki usia paruh baya, kehilangan sebagian kemampuan fisiknya, serta bergantung pada obat-obatan. Ironisnya, efek samping dari obat-obatan tersebut justru membuatnya membutuhkan lebih banyak obat untuk bertahan.

Selain menghadirkan cerita baru, proses pengerjaan Raja Pasir juga membawa perubahan dalam pendekatan musikal para personelnya. Dewa Adi Sanjaya, misalnya, memilih meninggalkan gitar superstrat dengan pickup single coil yang biasa digunakannya dalam rekaman terdahulu. Ia kemudian mencari instrumen berbeda untuk mendapatkan karakter suara yang sesuai dengan kebutuhan album ini.

Menariknya, Dewa baru menemukan keterkaitan yang tidak terduga setelah proses rekaman selesai dan judul album ditetapkan. Ketika mencoba menghubungi layanan pelanggan merek gitar yang digunakannya untuk menanyakan spesifikasi instrumen tersebut, ia mendapati bahwa nama resmi warna gitarnya adalah Desert Burst.

Iseng nyoba email ke customer service brand gitar tersebut untuk menanyakan spesifikasi detailnya, ternyata nama warna official-nya adalah Desert Burst. Apakah ini cuma kebetulan? Saya rasa tidak,

cerita Dewa.

Pada akhirnya, Raja Pasir merekam Jangar dalam fase kehidupan yang berbeda dibandingkan ketika mereka merilis album penuh sebelumnya. Waktu yang dahulu bisa digunakan untuk berkumpul dan bermusik kini harus dibagi dengan keluarga serta anak-anak yang semakin bertumbuh. Bahkan, sebagian dari mereka mulai mengenal karya Jangar dan tumbuh menjadi pendengar cilik band tersebut.

Kehadiran generasi baru itu membuat persoalan mengenai masa depan tidak lagi sekadar menjadi gagasan abstrak dalam lagu. Bagi Jangar, masa depan kini memiliki wajah yang lebih dekat, yakni anak-anak mereka sendiri. Melalui Raja Pasir, mereka menghadirkan refleksi tentang perubahan, kebebasan berkarya, dan ketidakpastian dunia yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya. (Far)

#Musik #Lagu #Lagu Baru
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Setelah Delapan Tahun, Jangar Kembali dengan Album Penuh Raja Pasir
Pada akhirnya, Raja Pasir merekam Jangar dalam fase kehidupan yang berbeda dibandingkan ketika mereka merilis album penuh sebelumnya
Alwan Ridha Ramdani - 2 jam, 21 menit lalu
Setelah Delapan Tahun, Jangar Kembali dengan Album Penuh Raja Pasir
Indonesia
Mayangsari Rilis Lagu Anyar, Begini Lirik Selama Kita Bersama
Peluncuran single terbaru ini turut dirayakan melalui sebuah pertunjukan intim bertajuk Mayangsari Bernyanyi. Acara tersebut berlangsung di Shamrock Gandaria, Jakarta Selatan, pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Alwan Ridha Ramdani - 2 jam, 34 menit lalu
Mayangsari Rilis Lagu Anyar, Begini Lirik Selama Kita Bersama
ShowBiz
A2O Lite Sukses Besar di Tangga Lagu Streaming Korea, Girl Group Besutan Lee Soo-man Langsung Curi Perhatian
Single digital debut grup tersebut, Neon, telah memuncaki tangga lagu Top 100 Melon pada Rabu (14/10) pukul 23.00, atau 29 jam setelah dirilis.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
A2O Lite Sukses Besar di Tangga Lagu Streaming Korea, Girl Group Besutan Lee Soo-man Langsung Curi Perhatian
ShowBiz
Taylor Swift Cetak Rekor 100 Pekan di Puncak Billboard 200, The Beatles Masih Teratas
Taylor Swift mencatat 100 pekan di puncak Billboard 200 lewat The Life of a Showgirl. Simak rekor Swift dan posisi The Beatles, Drake, serta Olivia Rodrigo.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Taylor Swift Cetak Rekor 100 Pekan di Puncak Billboard 200, The Beatles Masih Teratas
ShowBiz
Britney Spears Rilis 'She’ll Never Be Me', Lagu Lama yang Tersimpan Sejak 2001
Britney Spears perkenalkan 'She’ll Never Be Me'. Lagu yang direkam pada 2001, ditulis bersama Justin Timberlake.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Britney Spears Rilis 'She’ll Never Be Me', Lagu Lama yang Tersimpan Sejak 2001
ShowBiz
Hoshi SEVENTEEN Rilis 'Boyfriend' saat Wajib Militer, Ini Kisah Romantis di Balik Lagunya
Hoshi SEVENTEEN merilis lagu solo 'Boyfriend' saat menjalani wajib militer. Lagu ini mengangkat kisah tentang perasaan jatuh cinta dan kegugupan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Hoshi SEVENTEEN Rilis 'Boyfriend' saat Wajib Militer, Ini Kisah Romantis di Balik Lagunya
ShowBiz
Syahrini Kembali, Rilis 'Kau Yang Utama' setelah 7 Tahun
Melalui pembawaan yang lebih intim dan elegan, lagu ini turut menggambarkan perubahan dalam diri Syahrini, baik secara personal maupun artistik.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Syahrini Kembali, Rilis 'Kau Yang Utama' setelah 7 Tahun
ShowBiz
Musik Indonesia Berduka, Doddy Katamsi Mantan Vokalis Elpamas Meninggal Dunia
Vokalis senior ini dikabarkan mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) pada pukul 13.15 WIB.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Musik Indonesia Berduka, Doddy Katamsi Mantan Vokalis Elpamas Meninggal Dunia
ShowBiz
NCT WISH Konser di Indonesia 10 April 2027, Catat Lokasi dan Informasi Tiketnya
NCT WISH dijadwalkan konser di ICE BSD pada 10 April 2027. Simak lokasi konser, informasi tiket, dan rangkaian tur INTO THE WISH terbaru.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
NCT WISH Konser di Indonesia 10 April 2027, Catat Lokasi dan Informasi Tiketnya
ShowBiz
Syahrini Gelar Konser 'Aku Kembali' Syahrini, ini Daftar Harga Tiketnya
Syahrini kini kembali menyiapkan sebuah pertunjukan yang menjadi penanda babak baru dalam perjalanan bermusiknya.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Syahrini Gelar Konser 'Aku Kembali' Syahrini, ini Daftar Harga Tiketnya
Bagikan