K-Pop

Setelah BTS dan PSY, K-Pop masih Berpeluang Berjaya di Grammy di Kategori Best Pop Duo/Group Performance

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Setelah BTS dan PSY, K-Pop masih Berpeluang Berjaya di Grammy di Kategori Best Pop Duo/Group Performance

Kolaborasi Rose dengan Bruno Mars. (Instagram/Roses_are_rosie)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — GRAMMY Awards ke-68 sebentar lagi menggelar karpet merah untuk merayakan pencapaian karya terbaik di industri musik global. Setelah bertahun-tahun K-pop masuk nominasi dan pengaruhnya yang terus berkembang, ajang kali ini jadi pertaruhan akankah genre musik ini meraih kejayaan.

Grammy Awards ke-68 dijadwalkan berlangsung di Crypto.com Arena, Los Angeles, Minggu (1/2) waktu AS. Grammy tahun ini menampilkan artis-artis K-pop yang masuk nominasi di berbagai kategori. Karya yang paling menonjol dan menjadi perhatian yakni Golden, lagu hit dari film animasi Netflix KPop Demon Hunters. Golden dinominasikan untuk song of the year, best pop duo/group performance, dan best song written for visual media.

Tak cuma versi aslinya yang meraih nominasi, remix Golden oleh DJ asal Prancis David Guetta juga masuk nominasi best remixed recording, sedangkan keseluruhan soundtrack film tersebut dinominasikan untuk best compilation soundtrack for visual media. Dengan begitu, total proyek ini mengantongi lima nominasi Grammy.

Selain itu, Rose dari girl group K-pop BLACKPINK juga menjadi sorotan lewat APT., kolaborasinya dengan bintang pop Bruno Mars. Lagu tersebut meraih nominasi song of the year, record of the year, dan best pop duo/group performance, menempatkannya berkompetisi langsung dengan Golden di dua kategori.

Girl group global besutan HYBE Labels, KATSEYE, juga memperoleh nominasi untuk best new artist dan best pop duo/group performance. Dalam kategori best new artist, KATSEYE bersaing dengan nominasi lain seperti Olivia Dean, sombr, dan Alex Warren. Sebagai salah satu dari kategori prestisius big four Grammy, bersama song, record, dan album of the year, kategori best new artist menempatkan KATSEYE di antara sedikit artis K-pop yang pernah masuk nominasi kategori utama Grammy.

Kemenangan oleh salah satu nominasi ini akan menandai kemenangan Grammy pertama bagi genre K-pop.

Baca juga:

EJAE Kehabisan Kata-Kata, Dapat Nominasi Grammy Awards untuk lagu 'GOLDEN'



Peluang Terbaik K-pop



Sejarah K-pop di Grammy bermula pada 2012, ketika Gangnam Style milik Psy dinominasikan untuk best music video. Raksasa K-pop BTS kemudian menerima nominasi best pop duo/group performance dari 2021 hingga 2023, tapi gagal meraih kemenangan.

Namun, pengamat industri menilai nominasi tahun ini menunjukkan adanya pergeseran yang signifikan. Golden maupun APT. dinilai telah memperkuat posisi K-pop di pasar musik arus utama. Golden menghabiskan total delapan minggu di posisi No 1 Billboard Hot 100 dan baru-baru ini memenangi best original song di Golden Globe Awards dan Critics Choice Awards. Sementara itu, APT. mencapai posisi No 3 di Hot 100 dan memenangi song of the year di MTV Video Music Awards 2025.

Pengamat juga menyoroti perubahan di tubuh Recording Academy, yang anggotanya memberikan suara untuk nominasi dan pemenang Grammy. Dari sekitar 15.000 anggota, Akademi menambahkan 3.800 kreator dan profesional musik tahun ini. Separuh di antaranya berusia di bawah 39 tahun, 58 persen merupakan orang berkulit berwarna, dan 35 persen ialah perempuan.

Di antara para anggota tersebut terdapat Ketua HYBE Bang Si-hyuk, ketujuh anggota BTS, produser K-pop Pdogg, Zico, dan Bumzu, dua anggota Seventeen, satu anggota Tomorrow X Together (TXT), serta enam anggota KATSEYE.

Kritikus budaya pop Lim Hee-yun, dikutip The Korea Times, mengatakan dukungan industri Amerika Serikat terhadap para nominasi juga dapat berperan.

Golden, APT., dan rilisan KATSEYE didistribusikan di Amerika Serikat oleh Atlantic Records, Republic Records, dan Geffen Records. Mereka merupakan label Amerika yang mapan dengan pengaruh jangka panjang,” kata Hee-yun.

Ia menambahkan gaya musik dan bahasa lagu-lagu tersebut juga sangat selaras dengan standar pop Amerika Serikat. “Selain sejumlah kecil lirik berbahasa Korea, lagu-lagu ini sebagian besar menggunakan bahasa Inggris dan mengikuti konvensi pop Amerika. Hal itu membuatnya lebih mudah dikenali pemilih yang berbasis di AS sebagai rilisan pasar domestik,” imbuhnya.

Sementara itu, kritikus musik Korea Selatan Kim Do-heon mengatakan kepada media lokal bahwa peluang terkuat K-pop berada di kategori best pop duo/group performance. “Ada tiga lagu K-pop yang masuk nominasi di kategori tersebut, sedangkan pesaing lainnya bukan performer tangga lagu yang terlalu kuat,” ujar Do-heon.

Ia menyebut Golden sebagai paling menonjol. Hal itu terutama karena lagu itu berhasil mencapai posisi No 1 di Billboard Hot 100. Meski begitu, Do-heon juga mencatat bahwa lagu-lagu soundtrack jarang meraih penghargaan Grammy utama di masa lalu.

Di lain hal, APT. milik Rose, yang viral karena memasukkan lirik dari permainan minum populer di Korea, juga menjadi hit global besar. Namun, karena dirilis pada Oktober 2024, lagu tersebut dinilai mungkin telah kehilangan momentum dibandingkan para pesaing yang lebih baru.

Hal itu terlihat dari pasar prediksi AS. Hingga Kamis (29/1), pasar prediksi berbasis AS Polymarket memberikan peluang 70 persen bagi Golden untuk memenangi song of the year dan 57 persen untuk best pop duo/group performance. APT. menyusul dengan probabilitas 41 persen di kategori terakhir.

Dengan beberapa grup bersaing bersama di satu kategori, tak dimungkiri K-pop berpeluang besar berjaya di best pop duo/group performance. Berbeda halnya dengan kategori umum.

Kritikus budaya Jung Min-jae mengatakan dalam sebuah wawancara YouTube bahwa kategori umum tetap sulit ditembus karena tradisi dan preferensi pemilih yang telah lama mengakar. Ia mengingatkan kemenangan Grammy secara individual tidak serta-merta menandakan penerimaan penuh K-pop di pasar Barat.

“Pengakuan di Grammy mencerminkan nilai artistik dan dampak dari lagu dan artis tertentu. Proses K-pop untuk benar-benar berdiri sejajar dengan pop arus utama Amerika masih terus berlangsung,” tegasnya.(dwi)

Baca juga:

Populer di Dunia, Tapi Kenapa Enggak Ada Idol K-Pop di Grammy 2025?

#Musik #Grammy 2026 #K-Pop
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Calvin Harris Gelar Tur Headline Pertama di Australia pada Februari 2027
Calvin Harris akan menggelar tur headline pertamanya di Australia pada Februari 2027 dengan menyambangi Perth, Brisbane, Sydney, dan Melbourne.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Calvin Harris Gelar Tur Headline Pertama di Australia pada Februari 2027
ShowBiz
'Stand by me' Jadi Single Kolaborasi Dhira Bongs dan WITHDOM, Ada Sentuhan Pop 90-an
Dhira Bongs berkolaborasi dengan grup vokal asal Kyoto, Jepang, WITHDOM, lewat single 'Stand by me' yang memadukan R&B, UK garage, dan pop 90-an.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
'Stand by me' Jadi Single Kolaborasi Dhira Bongs dan WITHDOM, Ada Sentuhan Pop 90-an
ShowBiz
Rosé Rilis Single Baru 'new trick', Video Musiknya Dibuat Pakai iPhone 18 Pro
Rosé BLACKPINK merilis 'new trick' pada 18 September 2026. Lagu ini bercerita tentang bangkit setelah patah hati dan menemukan kekuatan baru.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Rosé Rilis Single Baru 'new trick', Video Musiknya Dibuat Pakai iPhone 18 Pro
ShowBiz
Madonna akan Kembali ke VMAs Setelah 23 Tahun, Aksi 2003 Kembali Jadi Sorotan
Madonna kembali ke panggung VMAs setelah 23 tahun dan akan menjadi penampil pembuka VMAs 2026 di Los Angeles pada 27 September.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Madonna akan Kembali ke VMAs Setelah 23 Tahun, Aksi 2003 Kembali Jadi Sorotan
ShowBiz
Dicoret dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan Rp 17,7 Miliar untuk Bantu Rakyat Palestina
Macklemore berencana mendonasikan 1 juta dolar AS atau sekitar Rp 17,7 miliar kepada enam organisasi yang membantu rakyat Palestina.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Dicoret dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan Rp 17,7 Miliar untuk Bantu Rakyat Palestina
ShowBiz
Film Dokumenter 'Linkin Park: Unshatter' Tayang 30 September, Rekam Perjalanan Band setelah Chester Bennington
Linkin Park: Unshatter merekam perjalanan band setelah tujuh tahun jeda pascakepergian Chester Bennington dan hadirnya dua anggota baru.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Film Dokumenter 'Linkin Park: Unshatter' Tayang 30 September, Rekam Perjalanan Band setelah Chester Bennington
ShowBiz
ZZUF Kembali dengan Album Penuh Kedua, Hadirkan 15 Lagu dan 3 Kolaborasi
ZZUF kembali lewat album penuh kedua yang berisi 15 lagu. Album ini menghadirkan kolaborasi dengan softtrauma, Deathro, dan After Hours.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
ZZUF Kembali dengan Album Penuh Kedua, Hadirkan 15 Lagu dan 3 Kolaborasi
ShowBiz
Zeke and The Popo Siapkan Sesi Dengar 'Crazy Life' di 9 Kota Jelang Rilis Album Kedua
Zeke and The Popo menyiapkan sesi dengar Crazy Life di 9 kota jelang perilisan album kedua pada 7 Oktober 2026 melalui Black Morse Records.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Zeke and The Popo Siapkan Sesi Dengar 'Crazy Life' di 9 Kota Jelang Rilis Album Kedua
ShowBiz
Grup K-Pop Tuli Big Ocean Kembali dengan 'Love Sign'
Lagu ini mengusung permainan kata antara zodiak (star signs) dan astrologi, lalu memadukannya dengan identitas grup yang berakar pada bahasa isyarat
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Grup K-Pop Tuli Big Ocean Kembali dengan 'Love Sign'
ShowBiz
Calo Tiket BTS Mendadak Tajir Hasilkan Rp 30 Miliar, Beli Apartemen dan Dua Properti Komersial
Sang calo membeli 8.967 tiket pertunjukan dan acara olahraga populer pada September 2018 hingga April tahun ini.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Calo Tiket BTS Mendadak Tajir Hasilkan Rp 30 Miliar, Beli Apartemen dan Dua Properti Komersial
Bagikan