Setelah 24 Tahun, Embrio Beku Akhirnya Dilahirkan

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 21 Desember 2017
Setelah 24 Tahun, Embrio Beku Akhirnya Dilahirkan

Ilustrasi. (Foto:pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEORANG perempuan di Tennessee, AS, melahirkan bayi perempuan. Yang istimewa, sang bayi berasal dari embrio yang telah beku selama 24 tahun. Waktu beku itu merupakan yang terpanjang dalam sejarah pembekuan embrio.

Tina dan Benjamin Wren menyambut kehadiran anak mereka, Emma, pada 25 November lalu. National Embryo Donation Center (NEDC) merilis Emma dilahirkan dari embrio yang dibekukan sejak 1992.

Ketika embrio itu dibekukan, Tina, sang ibu, baru berusia setahun.

NEDC melakukan pelelehan terhadap embrio tersebut pada Maret 2017 dan langsung dimasukkan ke uterus Tina awal tahun ini. Emma lahir dengan berat 2,8 kg dengan panjang 50 cm. University of Tennessee Preston Medical Library mengonfirmasi bahwa bayi Emma memegang rekor embrio terlama yang berhasil lahir jadi bayi.

"Aku hanya menginginkan seorang bayi. Tak peduli apakah itu sebuah rekor dunia atau bukan," ujar Tina, 26, kepada CNN.

Tina juga menyebut bahwa ia dan embrio yang ditanamkan ke uterusnya bisa saja jadi kawan baik.

"NEDC amat beruntung bisa bekerja sama dengan para orangtua yang menginginkan anak. Terlebih membantu mereka mewujudkannya," ujar Dr Jeffrey Keenan dari NEDC.

Ia juga menyarankan para orangtua untuk mempertimbangkan mengadospi embrio.

"Kami berharap kisah sukses ini menjadi inspirasi bagi pasangan yang memiliki embrio yang telah tersimpan untuk melahirkan mereka menjadi bayi," ujarnya.

Wah, kemajuan teknologi memang memberi manusia banyak pilihan ya. Anda tertarik mencoba?(*)

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan