Serupa tapi tak Sama, ini Bedanya Makeup ala Jepang dan Korea

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 14 Agustus 2018
Serupa tapi tak Sama, ini Bedanya Makeup ala Jepang dan Korea

Makeup ala Jepang dan Korea lebih sederhana. (foto: pixabay/skeeze)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEREMPUAN Indonesia kini mengubah kiblat gaya makeup mereka menjadi ala Jepang atau Korea. Hak itu tak terlepas dari gencarnya kebudayaan pop kedua negara itu menyerbu ke Indonesia. Lihat saja, bintang K-pop sukses membuat semua perempuan mendambakan kulit putih mulus tanpa cela. Demikian juga dengan bintang drama Jepang.

Meskipun makeup yang ditampilkan terlihat nyaris sama, ternyata keduanya punya perbedaan. "Makeup ala Barat lebih rumit, ada contouring-nya," kata Lizzie Parra di Jakarta beberapa waktu lalu, seperti dilansir Antara. Memang, makeup ala Jepang dan Korea relatif lebih sederhana.

(foto: youtube)

Perempuan Jepang lebih suka merias wajah dengan gaya makeup 'no makeup'. Riasan wajah dibuat tipis sehingga terlihat alami. Satu hal yang khas dari makeup ala Jepang ialah pemulas pipi. Para perempuan Jepang biasanya menonjolkan pipi yang merona merah.

Sementara itu, menurut Lizzie, warna-warna mencolok identik dalam riasan ala Korea. Biasanya warna ngejreng itu diaplikasikan di bagian bibir. Selain itu, riasan perempuan 'Negeri Ginseng' menonjolkan kulit yang terlihat sehat, natural, dan bersinar. "Korean makeup itu enggak bikin kayak orang Korea, tapi mengutamakan kulit terlihat sehat, natural, dan banyak glitter," papar dia.

Perempuan Jepang suka memulas perona pipi yang merah. (foto: nextshark)

Eyeliner juga tak lepas dari penampilan, tapi cukup aplikasikan tipis-tipis. Berkebalikan dengan gaya cat eyes yang melengkung ke atas, perempuan Korea lebih suka gaya puppy eyes yang melengkung ke bawah. Jangan lupa padukan dengan alis lurus, seperti yang terlihat di kebanyakan penampilan para gadis Korea.

Jadi mana gaya makeup pilihanmu?(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan