Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

Serukan Gerakan #TimesUp, Kesha Bawakan Praying bersama 'Pasukan'

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 29 Januari 2018
Serukan Gerakan #TimesUp, Kesha Bawakan Praying bersama 'Pasukan'

Kesha.(foto: nme.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEPERTI ajang penghargaan Golden Globes, acara Grammy ke-60 juga menjadi tempat bagi para selebritaas untuk menyuarakan penghentian kekerasan seksual terhadap perempuan lewat gerakan #TimesUp.

Demikian juga yang dilakukan penyanyi Kesha. Ia membawa anthem Praying ke panggung Grammy dengan kemegahan.

Khesa tampil bersama sejumlah musisi perempuan menyuarakan gerakan #TimesUp. (foto: Billboard)

Sebelum Kesha tampil, penyanyi Janelle Monae memperkenalkan Kesha seraya menyoroti gerakan #TimesUp.

"Kami datang dalam damai, tapi kami ingin berbisnis. Mari bekerja bersama, laki-laki dan perempuan, berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman juga bayaran yang adil dan sejajar," ujar Monae.

Kesha kemudian tampil di panggung Grammy bersama Cyndi Lauper, Camila Cabello, Andra Day, dan Julia Michaels. Mereka semua bernyanyi bersama dalam tampilan putih sebagai simbol gerakan tersebut.

Sebagai bentuk dukungan atas gerakan tersebut, sejumlah selebritas yang hadir mengenakan mawar putih.

Kesha sempat mengalami eksploitasi seksual dari sang produser.

Grammy Award ke-60 digelar Minggu (28/1) malam waktu AS dengan James Corden sebagai host. (dwi)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan