‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’ Cetak Sejarah di Locarno

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 17 Agustus 2021
‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’ Cetak Sejarah di Locarno

Sang sutradara, Edwin. (Foto: Instagram/filmfestlocarno)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

FILM Seperti Dendam, Rindu Haru Dibayar Tuntas atau judul internasionalnya Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash, berhasil membawa pulang Golden Leopard di Locarno International Film Festival 2021. Golden Leopard sendiri menjadi hadiah utama dari sesi kompetisi internasional ini.

Mengutip ANTARA, penghargaan ini merupakan catatan spesial sutradara Edwin karena ia menjadi orang Indonesia pertama yang memenangkan Golden Leopard. Golden Leopard sendiri pernah diraih oleh sutradara kaliber dunia, seperti Stanley Kubrick, Mike Leigh, Jafar Panahi, dan Jim Jarmusch.

Selain itu dalam lima tahun terakhir, baru kali ini film panjang Indonesia memenangkan hadiah utama di festival bergengsi Eropa.

“Penghargaan Golden Leopard ini semacam vaksin, booster, atau vitamin yang diharapkan mampu menguatkan kembali film Indonesia dan segenap jiwa raga pecinta film Indonesia di mana pun mereka berada,” kata Edwin.

Baca juga:

Film Indonesia Berkompetisi di Locarno Film Festival 2021


Film ini disambut meriah oleh para penonton dan kritikus internasional, dan diputar sebanyak empat kali di Locarno International Film Festival 2021. Seperti Dendam, Rindu Haru Dibayar Tuntas diadaptasi dari novel Eka Kurniawan dan dibintangi oleh Marthino Lio (Ajo Kawir), Ladya Cheryl (Iteung), Reza Rahadian (Budi Baik), Ratu Felisha (Jelita), dan Sal Priadi (Tokek).

Film ini bercerita tentang Ajo Kawir, seorang jagoan yang tidak takut mati dan mengalami masalah impotensi. Hasratnya yang selalu ingin bertarung didorong karena stigma maskulinitas. Semua berawal ketika Tokek mengajak Ajo mengintip perempuan yang dianiaya oleh dua penjahat.

Sejak itu kehidupan Ajo berubah. Ia menjadi impoten dan tumbuh sebagai remaja yang suka berkelahi. Sifatnya kemudian berubah ketika Ajo bertemu dengan perempuan tangguh bernama Iteung.

Baca juga:

Kisah Inspiratif Olfarida, Siswi SMA Selamat Pagi Indonesia Asal Poso


Locarno International Film Festival sendiri merupakan ajang film tahunan yang digelar setiap Agustus di Locarnoa, Swiss. Tahun ini adalah edisi ke-74 sejak didirikan pertama pada 1946, menjadikannya salah satu festival film tertua di dunia.

Golden Leopard terakhir kali diraih oleh sutradara Pedro Costa pada 2019 lewat film Vitalina Varela. Ribuan penggemar film dan profesional industri bertemu di sini di setiap musim panas untuk berbagi kehausan mereka terhadap sinema dalam keberagamannya. (and)

Baca juga:

Berangkat dari Hobi Membaca, Eka Kurniawan Kini Jadi Penulis Berprestasi

#Film
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

ShowBiz
Disney Siapkan Film Animasi Fantasi Hexed, Kisahkan Hubungan Ibu dan Anak di Dunia Sihir
Hexed, film animasi fantasi terbaru Disney, dijadwalkan tayang pada 25 November 2026. Dibintangi Hailee Steinfeld dan Rashida Jones.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 21 Juni 2026
Disney Siapkan Film Animasi Fantasi Hexed, Kisahkan Hubungan Ibu dan Anak di Dunia Sihir
ShowBiz
FFI 2026 Hadirkan Nomination Week, Publik Bisa Nonton Film Nominasi sebelum Malam Anugerah
Festival Film Indonesia 2026 menghadirkan Nomination Week untuk pertama kalinya. Program ini memungkinkan masyarakat menonton film-film yang masuk nominasi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 21 Juni 2026
FFI 2026 Hadirkan Nomination Week, Publik Bisa Nonton Film Nominasi sebelum Malam Anugerah
ShowBiz
Toy Story 5 Hadirkan Bad Bunny sebagai Mainan Baru yang Terlupakan
Toy Story 5 akan disutradarai oleh Andrew Stanton bersama McKenna Harris
Angga Yudha Pratama - Minggu, 21 Juni 2026
Toy Story 5 Hadirkan Bad Bunny sebagai Mainan Baru yang Terlupakan
ShowBiz
Shareefa Daanish Balik Jadi Ratu Horor, Siap Tebar Teror di Film 'Sihir Tanah Kubur'
Teror tersebut berkaitan dengan praktik ilmu hitam yang menggunakan tanah kuburan sebagai media untuk mencelakai orang lain
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
Shareefa Daanish Balik Jadi Ratu Horor, Siap Tebar Teror di Film 'Sihir Tanah Kubur'
Indonesia
Kang Saep 'Copet' Preman Pensiun Meninggal Dunia, Nama Aslinya Cuk Nugroho
Penampilannya yang khas turut memberikan warna tersendiri dan menjadi bagian yang diingat oleh penonton setia Preman Pensiun.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Kang Saep 'Copet' Preman Pensiun Meninggal Dunia, Nama Aslinya Cuk Nugroho
Lifestyle
9 Film Horor Baru Saat Liburan Sekolah
Tak hanya menghadirkan film horor murni, beberapa judul juga menawarkan perpaduan genre thriller, fantasi, hingga komedi yang membuat pengalaman menonton semakin beragam.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
9 Film Horor Baru Saat Liburan Sekolah
ShowBiz
FFI 2026 Resmi Buka Pendaftaran, Sampaikan Komitmen Penjurian yang Transparan
Ajang film bergengsi Indonesia ini membuka pendaftaran untuk film cerita panjang, film noncerita panjang, film cerita pendek, film dokumenter panjang, film dokumenter pendek, film animasi panjang, film animasi pendek, dan kritik film.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
FFI 2026 Resmi Buka Pendaftaran, Sampaikan Komitmen Penjurian yang Transparan
ShowBiz
Aghniny Haque Debut di Film Malaysia ‘Khadam’, Tampil sebagai Ibu Tunarungu dalam Horor Supranatural
Aghniny Haque memperluas karier ke Malaysia lewat film horor 'Khadam'. Ia beradu akting dengan Remy Ishak dan memerankan ibu penyandang disabilitas.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Aghniny Haque Debut di Film Malaysia ‘Khadam’, Tampil sebagai Ibu Tunarungu dalam Horor Supranatural
ShowBiz
Adaptasi Komik Sejarah 'Locust', Sidharta Tata Siap Sajikan Teror lewat Film 'Hujan Kematian'
Sidharta Tata siapkan film 'Hujan Kematian', adaptasi komik sejarah horor 'Locust'. Mengangkat kisah kelam diskriminasi terhadap etnis Tionghoa.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Adaptasi Komik Sejarah 'Locust', Sidharta Tata Siap Sajikan Teror lewat Film 'Hujan Kematian'
Indonesia
Menteri Kebudayaan Minta Tambahan Dana Rp 3,9 Triliun, Buat Dukung Industri Film
Menbud siap berkoordinasi dengan Danantara terkait tantangan ini untuk mendukung distribusi film nasional yang lebih merata di berbagai wilayah di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
Menteri Kebudayaan Minta Tambahan Dana Rp 3,9 Triliun, Buat Dukung Industri Film
Bagikan