BUKAN, bukan swafoto manusia. Kali ini Curiosity Rover milik NASA yang mengirimkan jepretan dari Mars.
Swafoto itu menampilkan robot rover tersebut tengah menjulurkan kepala di atas daratan Mars yang berdebu. Mirip karakter robot Wall E.
"Aku kembali. Apakah kalian merindukanku?" ujar robot itu (atau sang admin) dalam akun Twitter-nya.
I'm back! Did you miss me? This selfie is part of a fresh batch of images, direct from #Mars. Check out all my raw images at https://t.co/IfEoAnOsP3 pic.twitter.com/iZFX9Gi4q6
— Curiosity Rover (@MarsCuriosity) January 24, 2018
Swafoto itu merupakan gambar pertama yang dikirim pesawat misi tersebut kepada tim misi di Bumi setelah penutupan yang dilakukan pemerintah.
Sorry, but I won't be tweeting/responding to replies during the government shutdown. Be back as soon as possible!
— Curiosity Rover (@MarsCuriosity) January 22, 2018
Robot Curiosity mendarat di Mars pada 6 Agustus 2012 di Kawah Gale setelah mengalami teror 7 menit saat mendarat.
Robot rover tersebut awalnya dikirim untuk menjalankan misi selama 23 bulan. Tujuan tersebut ialah mencari bukti bahwa Mars bisa mendukung kehidupan mikrobial di masa depan. Namun, NASA menyebut wahana angkasa luar itu menyelesaikan tuigas itu dalam delapan bulan. Salah satu keberhasilan misi itu ialah mengumpulkan sampel bati yang menunjukkan bahwa Mars kuno bisa saja mendukung kehidupan mikroba.
Meski tugas utama Curiosity sudah tunai, NASA tidak memulangkan wahana tersebut. Mereka malah memberi tugas tambahan, yaitu melanjutkan mengebor permukaan planet merah dan memantau lingkungan di sana.
Sebentar lagi, Curiosity akan mendapat kawan. Mars InSight milik NASA baru saja dinyatakan lulus tes uji pada Selasa lalu.
InSight direncanakan berangkat menuju Mars 5 Mei 2018 dari Vandenberg Air Force Base di California. Jika peluncuran itu berjalan mulus, InSight akan tiba di Mars pada 26 November 2018.
Yang menarik, selain membawa misi Mars, InSight juga mengangkut nama 2,4 juta nama pendukung proyek tersebut.
"Ini jadi cara yang menyenangkan bagi masyarakat umum untuk merasakan terlibat secara personal dalam proyek ini," ujar Bruce Banerdt, penyelidik utama misi tersebut.
"Kami amat senang membawa semua nama itu dalam misi," imbuhnya.(dwi)

