HARI baru telah terbit. Bersamaan dengan tahun yang baru. Ya, setelah 365 hari perjalanan 2017, kini tahun berganti ke 2018. Apakah sudah siap menghadapi tahun yang baru? Pastinya sudah siap, ya.
Peristiwa pergantian tahun atau yang kerap dikenal tahun baru merupakan sebuah perayaan ketika suatu kebudayaan merayakan berakhirnya masa satu tahun dan memulai hitungan kalender tahunan berikutnya.
Indonesia yang menggunakan kalender Gregorian, merayakan tahun baru yang jatuh pada 31 Desember setiap tahunnya. Namun, tahukah Anda, tahun baru enggak selalu dirayakan di tanggal itu lo.
Perayaan tahun baru awalnya muncul di Timur Tengah pada 2000 SM. Ketika itu penduduk Mesopotamia merayakan pergantian tahun tepat saat matahari berada di khatulistiwa. Mereka menyebut perayaan yang jatuh pada 20 Maret itu dengan nama Nowruz. Meskipun tradisi kuno, Nowruz hingga kini masih dirayakan warga Iran.
Lain lagi dalam kalender Islam. Kalender Hijriyah menetapkan perayaan tahun baru Hijriyah jatuh pada tanggal 1 Muharam tiap tahunnya. Kalender Hijriyah dimulai dari hari pertama hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Madinah ke Mekkah. Jumlah hari dalam penanggalan kalender Hijriyah ialah 354 hari.
Sementara itu, di Tiongok perayaan tahun baru disebut dengan Imlek. Perayaannya dilakukan pada bulan baru di musim dingin. Biasanya antara akhir Januari hingga awal Februari.
Nah, di Indonesia, selain tahun baru Masehi, suku Jawa dan Bali punya perayaan tahun baru sendiri juga.
Suku Jawa punya tahun baru Sura yang dirayakan setiap 1 Sura. Penanggalan itu sesuai dengan kalender Jawa. Biasanya saat 1 Sura, akan digelar berbagai festival budaya ataupun pentas wayang purwa.
Suku Bali punya kalender Saka yang tahun barunya jatuh pada 1 Saka. Kalender Saka dimulai pada 78 Masehi. Perayaan tahun baru Saka dikenal dengan Hari Raya Nyepi. Enggak kayak perayaan tahun baru yang gemerlap dan riuh, warga Bali akan menyepi di saat pergantian tahun. Momen pergantian tahun dijadikan saat untuk merefleksikan diri selama tahun yang sudah dijalani, sembari berdoa untuk hal-hal baik di tahun mendatang.
Ya, tentunya semua orang mengharapkan hal-hal baik di tahun yang baru ini. Oleh karena itu, tetaplah optimistis, ya.
Selamat Tahun Baru 2018, Sahabat Merahputih!(dwi)

