Selalu Eksis di Medsos Boleh, Asalkan...

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 06 April 2018
Selalu Eksis di Medsos Boleh, Asalkan...

Ilustrasi.(Foto: pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI zaman serbamedia sosial sekarang ini, menjadi terkenal di jejaring sosial seakan merupakan suatu tujuan yang amat diidamkan. Tak sedikit yang rela berlaku konyol atau malah menantang bahaya demi like dan folloer.

Fenomena itu tentunya membuat banyak orang bertanya, mengapa malah hal negatif yang dimanfaatkan seseorang untuk dikenal di media sosial?

Jika dipikir lagi, banyak cara yang lebih positif untuk memanfaatkan media sosial.

Seperti dilansir Go-Dok, berikut cara positif untuk eksis di medsos.


1. Berpikir Dua Kali sebelum Mengunggah

Memang setiap hal yang Anda unggah di media sosial akan mendapat respons yang beragam dan Anda juga tidak mampu mengontrol itu semua. Meskipun begitu, bukan berarti Anda merasa bebas untuk mengunggah apa pun yang Anda inginkan. Terlepas dari keinginan untuk dikenal secara luas, ada baiknya kita mengecek kembali apakah unggahan itu merupakan sesuatu yang baik bagi khalayak.

Jika memang ragu, ada baiknya hanya membagikannya di lingkaran terdekat atau lingkaran yang Anda percaya.


2. Anggaplah Dunia Virtual seperti Dunia Nyata

Sering kali Anda menganggap dunia virtual dan nyata merupakan dua hal yang berbeda. Perbedaan itu membuat Anda memberikan sikap dan perilaku yang berbeda pula dalam berinteraksi di dalamnya.

Ketika Anda merasa terlalu takut untuk berpendapat di dunia nyata, tapi begitu percaya diri untuk berpendapat di media sosial.

Hal itu memang tidak salah, tapi tidak sepenuhnya juga benar. Sederhananya, apabila kita merasa Anda tidak ingin diperlakukan seperti itu di dunia nyata, jangan lakukan itu di media sosial.

(foto: westminster.ac.uk)


3. Apa yang Telah Dibagikan di Media Sosial akan Menjadi Abadi

Mungkin, Anda sering impulsif dalam memanfaatkan media sosial. Impulsivitas mendorong untuk mengunggah apa pun yang sedang kita rasakan dengan cepat agar diri merasa lega. Tren untuk langsung mengunggah kehidupan seharian kita memang terasa begitu nyata di media sosial. Sampai-sampai Anda lupa mana yang seharusnya dibagikan kepada orang lain, dan yang seharusnya disimpan. Anda pun lupa bahwa apa yang telah dibagikan di media sosial itu dapat dilihat orang lain dengan cepat dan menjadi kekal di dunia sana.

Terkadang, Anda menyesal belakangan karena menyadari yang diunggah merupakan suatu hal yang salah. Terlebih lagi ketika apa yang Anda bagikan ternyata menerima banyak komentar negatif yang membuat merasa tidak nyaman. Meskipun bisa dihapus, tetap saja akan ada yang ingat dan menyimpan jejak Anda di media sosial.


4. Tetaplah Bersikap Positif

Inilah tantangan dalam bermedia sosial, terutama bagi Anda yang ingin eksis di media sosial. Suatu hal yang positif dan negatif dapat terlihat begitu relatif. Sebagai tambahan, suatu hal yang negatif pun dapat memancing Anda menjadi ikut berperilaku negatif. Dengan begitu, Anda pun turut dinilai buruk oleh orang-orang yang berada di jejaring sosial Anda.

Perlu diingat bagi, sebarkanlah hal yang positif dan bermanfaat di media sosial. Bukan suatu hal yang menjelekkan atau menjatuhkan pihak lain ataupun diri Anda sendiri.


5. Diingat karena Kebaikan bukan Keburukan

Media sosial akan terus berkembang seiring berjalan hidup. Dengan demikian, sulit bagi Anda untuk menghindari aktivitas yang ada di media sosial. Mau tidak mau, Anda juga harus belajar untuk memanfaatkan media sosial dengan baik, termasuk menggunakan cara yang baik untuk eksis di media sosial.

Diingat karena kebaikan akan menjadi lebih bermakna daripada diingat karena keburukan yang Anda bagikan di akun media sosial Anda.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan