Selain Kemampuan Akting, ini Faktor dalam Pemilihan Aktris

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 05 September 2017
Selain Kemampuan Akting, ini Faktor dalam Pemilihan Aktris

Ilustrasi. (Foto: pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Sutradara Adisurya Abdi mengatakan alasan memilih seorang aktris untuk bermain dalam sebuah film yang digarap bukan hanya kualitas akting, melainkan jumlah pengikut atau follower mereka.

Adi Surya Abdi di Makassar, Selasa (5/9), mengatakan follower para aktris itu bisa dijadikan jaminaan untuk mendapatkan atau menarik banyak penonton.

"Misalkan saja Chicco Jerikho, Rio Dewanto, dan Chelsea Islan yang jumlah follower-nya bisa mencapai 5 juta-6 juta. Saat mereka main dalam sebuah film, jika 5% saja para follower mereka bisa nonton, sudah mendapatkan 250 penonton," katanya.

Ia menjelaskan, jumlah penonton film memang tidak dapat dipastikan. Hanya saja, kata dia, pastinya ada perhitungan tersendiri bagi film tersebut untuk bisa menarik dan mendapatkan penonton.

Menurut dia, baik buruk filmnya tidak wajib menjadi penarik atau alasan orang untuk datang dan membeli tiket bioskop.

"Jadi baik buruknya kualitas film, itu soal kreativitas dari pembuatnya. Namun untuk follower, tentu itu wilayah yang lain," jelasnya dalam acara Workshop Kritik Film dan Nonkritik di salah satu hotel di Makassar.

Mengenai anggaran film yang cukup besar, hal itu juga bukan sebuah jaminan untuk bisa meraih kesuksesan atau mendapatkan respons positif dari masyarakat.

Hal itu, menurut dia, disebabkan adanya kemungkinan dana yang dikeluarkan sedikit, tapi ternyata bisa meraih simpati dan mampu menarik masyarakat untuk datang ke bioskop.

"Dian Sastro bisa mendorong jutaan orang untuk menonton, tapi karena satu situasi justru bisa juga sebaliknya. Artinya, tidak ada seorang pun yang bisa menjamin film itu bisa sukses atau tidak termasuk Hollywood," ujarnya.(*)

Sumber: Antara

Baca juga Kisah Cinta Laudya Cynthia Bella Dan Engku Emran Disatukan Jarak, Bikin Terharu

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan