Sebuah Darmawisata 'Inner Child' BATDD Menuju 'Tamasya Dibuka'

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 06 April 2025
Sebuah Darmawisata 'Inner Child' BATDD Menuju 'Tamasya Dibuka'

BATDD baru saja melepas EP perdana. (Foto: merahputih.com/febrian adi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sepiring sambal ‘Dabu-Dabu’ dan beberapa makanan rebus seperti singkong, ubi, kentang hingga jagung tersaji di depan mata, di atas mejad kecil di dalam studio ‘DIY’ milik unit baroque pop BATDD di kawasan Karawaci, Tangerang pada Senin (24/4) malam

“Silahkan mas ambil saja, belum makan kan pasti?,” tanya Gitaris BATDD yang akrab dipanggil Bo’i, sengaja menyajikan santapan khas tanah kelahirannya Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai jamuan tipis.

Dari suguhan khas Bo’i serta ditemani beberapa hisapan rokok konvensional, BATDD mulai menceritakan bagaimana awal terbentuk, proses rekaman hingga penggunaan akronim pada nama panggung mereka.

BATDD yang awalnya merupakan akronim dari huruf pertama para personel, yaitu Bo’i (gitar), Andrew (gitar), Tamaro (bass), Dea (vokal utama), dan Dika (gitar dan vokal) kini beralih menjadi Bimbingan Anak Tersiap Di Dunia, yang mungkin terdengar sedikit naif. Namun, nama adalah doa, dari akronim ‘kekanak-kananakan’ itu BATDD berhasil meracik bumbu-bumbu imajinasi, suara kikuk, hingga melebur menjadi bebunyian ‘baroque pop’.

Yap, setidaknya ‘Baroque Pop’ ini adalah yang tertulis di rilis pers yang beredar. Walaupun dalam kenyataannya para personel tak memusingkan permasalahan genre yang harus dimainkan.

“Ada beberapa kali saat memperdengarkan materi-materi kami ke orang-orang, dan salah satunya adalah yang gua percaya David Tarigan, darinya sempat muncul kata ‘Baroque Pop’, dan setelah itu akhirnya kami pakai untuk memudahkan para pendengar mengetahui kemana setidaknya musik kami berada,” terang Dika.

Namun, mari kesampingan dahulu perihal ‘Baroque Pop’ untuk mendengarkan ruang musik penuh imajinasi saat berjalan masuk ke pintu gerbang yang dinamakan ‘Tamasya Dibuka’ dari BATDD.

Baca juga:

BATDD Luncurkan EP Perdana Penuh Imajinasi Lewat 'Tamasya Dibuka'

1.? ?Akhirnya gerbang ‘Tamasya’ telah dibuka

Bayangkan suasana musim panas libur sekolah yang begitu hangat, setelah melalui proses belajar mengasah otak yang begitu ‘rumit’ tibalah masa di mana anak-anak terbebas dari rasa itu. Dan perasaan itu terwakilkan dalam trek awal ‘Tamasya Dibuka’.

“Memang lagu ini pertama yang kami buat untuk EP ini,” terang Dika.

Diawali dengan petikan kikuk dari gitar, lagu ‘Tamasya Dibuka’ terasa seperti pengumuman ‘menyenangkan’ yang sudah ditunggu, seperti penggalan lirik, “Tara menari-nari.. mari-ritara-menari” sebagai tanda dimulainya perjalanan.

2. Tuan ‘Gajah’ yang ‘Hachi… Hachi’

Pada kenyataannya ‘Gajah’ memang bisa ‘Bersin’ layaknya manusia. Hal dikarenakan gajah juga memiliki struktur rambut yang dinamakan Silia, seperti manusia. Namun, lagu ini bukan menjelaskan bagaiman gajah bisa bersin, melainkan taktik lucu tentang perjalanan si Gajah mencari kesembuhan atas bersinnya tersebut.

“Lagu ‘Bersin Gajah’ dibuat saat benar-benar gue lagi pilek,” jelas Dea yang suara bersinnya dijadikan lirik dalam lagu ‘Bersin Gajah’.

Lalu mengapa tajuk yang dipilih nama hewan, menurut Dea ia kembali mengingat salah satu metode yang dinamakan Guided Imagery and music (GIM) saat dirinya mengambil kuliah jurusan Terapi Musik di salah satu kampus swasta Tangerang.

Di mana metode GIM menuturkan musik sebagai katalis dan wadah untuk menggerakan imajinasi seseorang agar dapat mengakses serta menjelajahi kedalaman pengalaman seseorang. Kalau penasaran seperti apa, silahkan ditonton anime berjudul ‘Odd Taxi’.

‘Bersin Gajah’ memiliki lirik nan jenaka, mulai dari bertemu kakek gajah diberi wejangan, ketemu dokter gajah, sampai dukun gajah yang memberikan mantra, “Fi.. fa.. fufu.. fafafa..”

3.? ?‘Mendingan Jangan’ tapi coba dengarkan

Tidak perlu terlalu banyak tulisan untuk trek satu ini, mulai dari detik pertama dimulai kamu akan disuguhin kilatan efek gitar yang cukup memekakan telinga. Namun sangat disayangkan bila langsung menghindarinya. Jadi nikmati saja.

“Formulanya selalu sama, pertama Dea sama Dika nanti bikin lagu, terus baru nanti dikasih ke kita untuk isiannya. Biasanya sebelum latihan, masing-masing dari kita pasti sudah siapkan materi seperti apa yang harus dibawain di studio, termasuk lagu ‘Mendingan Jangan’ ini,” jelas Tamaro

Baca juga:

Mariani Oelong Mendekati EP Terbaru Lewat Single 'Jangan Main Main'

4.? ?Kebahagiaan adalah ‘Anjing Yang Damai’

Dentuman drum penuh kemeriahaan dari Andrew sudah diperdengarkan sejak detik pertama trek ini dimainkan, bagaikan musik syahdu yang dibunyikan oleh sebuah pawai penuh semangat, BATDD menanamkan semuanya dalam trek berjudul ‘Anjing Yang Damai’.

Bila ditelaah dari liriknya, BATDD menceritakan episode pertama di musim pertama dari ‘The Snoopy Show’ bertajuk ‘Happiness Is A Dancing Dog’. Menceritakkan perjalanan karakter Charlie Brown mencari yang hal bisa membuatnya tersenyum.

“Waktu itu kita ada sesi nonton bareng, dan kebetulan lagi nonton ‘The Snoopy Show’ dari situ inspirasi lirik untuk lagu ini lahir. Karakter Charlie Brown disitu diperihatkan sosok anak kecil namun selalu punya pikiran yang dewasa, hal itu berbanding dengan si Snoopy yang penuh dengan keceriaan,” cerita Dea tentang lagu ‘Anjing Yang Damai’.

Baca juga:

Mahir & The ALLIGATORS Rilis EP Terbaru, Tampilkan Kolaborasi Bersama TNI/Polri

5.? ?‘Ini Lagu Terakhir’ bukan?

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, namun BATDD membuat kata ‘perpisahan’ itu menjadi lebih elok lewat trek ‘Ini Lagu Terakhir’. Lagu yang diawali dengan kalimat, “Sebelum pulang mari belajar.. mengeja,” satu ajakan menyenangkan untuk diikuti.

Semua rangkuman perjalanan ‘inner child’ yang diselimuti oleh musik baroque pop diperlihatkan dalam trek kelima EP ini, mulai dari komposisi musik, hingga lirik bernarasi terasa lengkap sebagai lagu penutup EP ‘Tamasya Dibuka’.

“Ini Lagu Terakhir ini belum pernah kami bawakan secara live, karena menurut banget harus ada momen spesial ketika dibawakan untuk pertama kalinya,” lanjut Dika.

Proses penciptaan trek terakhir ini pun terbilang berbeda dengan lagu lain, karena diawali dengan drum terlebih dahulu.

“Gue tuh ingin punya lagu, di mana drum bukan sebagai rhythm aja, tapi juga ada melodinya. Bagaimana ya kalau ada lagu itu justru temanya ada di drum dan terciptalah karya ini,” tambah Andrew.

Bila ditelaah sedikit dengan analisa gembel penulis, lewat EP ini BATDD merangkai melodi layaknya kanvas imajinasi seorang anak kecil, liar, bebas, dan tak terbelenggu oleh ketakutan yang membayangi hati orang dewasa. Musik mereka menjelma menjadi dunia fantasi yang penuh warna dan petualangan, menghadirkan kesan polos, lugu, bahkan kekanak-kanakan, seolah mengajak pendengarnya kembali menelusuri jejak-jejak keajaiban masa kecil. (far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

ShowBiz
Vincent Howard Rilis 'The Night Feels Gentle Again', Lagu tentang Cinta yang Sulit Diraih
Vincent Howard merilis single terbaru The Night Feels Gentle Again. Kisahkan cinta, kekaguman, dan kerinduan terhadap seseorang istimewa namun sulit untuk diraih.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 16 Juni 2026
Vincent Howard Rilis 'The Night Feels Gentle Again', Lagu tentang Cinta yang Sulit Diraih
ShowBiz
Raja Rani Bawa Energi Baru Lewat 'Sexy Tamil', Perpaduan Tradisi dan Lantai Dansa
Raja Rani merilis single terbaru Sexy Tamil bersama penyanyi asal India, Nadisha Thomas. Lagu ini memadukan musik elektronik berenergi tinggi dengan vokal Tamil modern.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 15 Juni 2026
Raja Rani Bawa Energi Baru Lewat 'Sexy Tamil', Perpaduan Tradisi dan Lantai Dansa
ShowBiz
HAFIZ Hadirkan 'Lantai 1', Lagu Tentang Kebingungan dan Harapan di Usia 20-an
HAFIZ merilis single terbaru berjudul Lantai 1. Lagu ini mengangkat kisah pencarian jati diri, ketidakpastian, dan harapan yang banyak dialami generasi muda.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 15 Juni 2026
HAFIZ Hadirkan 'Lantai 1', Lagu Tentang Kebingungan dan Harapan di Usia 20-an
ShowBiz
Tak Lagi Galau, Kaleb J Hadirkan Lagu Cinta Manis Berjudul 'Gerilya Cinta'
Kaleb J merilis single terbaru berjudul Gerilya Cinta. Berbeda dari lagu-lagu galau sebelumnya, single ini hadirkan kisah cinta hangat, romantis, dan penuh perjuangan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 15 Juni 2026
Tak Lagi Galau, Kaleb J Hadirkan Lagu Cinta Manis Berjudul 'Gerilya Cinta'
ShowBiz
Tiara Andini Duet dengan Eks SECRET NUMBER MELONii di Lagu 'Janji Setia'
Tiara Andini resmi berkolaborasi dengan MELONii, mantan anggota SECRET NUMBER, dalam lagu Janji Setia. Duet ini menghadirkan nuansa ballad Korea.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 15 Juni 2026
Tiara Andini Duet dengan Eks SECRET NUMBER MELONii di Lagu 'Janji Setia'
ShowBiz
Naura Ayu Rilis Album 'Cerita Penuh Cahaya', Tandai Babak Baru di Usia 21 Tahun
Naura Ayu kembali merilis album penuh setelah delapan tahun. Cerita Penuh Cahaya menjadi refleksi perjalanan emosional, pertumbuhan diri, hingga harapan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 15 Juni 2026
Naura Ayu Rilis Album 'Cerita Penuh Cahaya', Tandai Babak Baru di Usia 21 Tahun
ShowBiz
Lirik Lagu 'Akhir Sebuah Cerita' dari Evie Tamala, Kisah Cinta yang Berakhir karena Pengkhianatan
Lirik lagu Akhir Sebuah Cerita dari Evie Tamala menceritakan tentang kisah cinta yang berakhir karena pengkhianatan.
Soffi Amira - Senin, 15 Juni 2026
Lirik Lagu 'Akhir Sebuah Cerita' dari Evie Tamala, Kisah Cinta yang Berakhir karena Pengkhianatan
ShowBiz
Olivia Rodrigo Rilis 'stupid song', Curahan Hati tentang Cinta yang Terlalu Besar
'stupid song' mengangkat kisah tentang perasaan cinta yang begitu kuat dan menguasai seseorang hingga sulit dijelaskan secara logis.
Dwi Astarini - Minggu, 14 Juni 2026
Olivia Rodrigo Rilis 'stupid song', Curahan Hati tentang Cinta yang Terlalu Besar
ShowBiz
Makna Lagu 'Jadi Udara' Dee Lestari, Tentang Menemukan Cinta yang Menenangkan
Melalui lagu ini, Dee menggambarkan bagaimana cinta mampu menjadi tempat berlabuh setelah sekian lama dilanda pertanyaan.
Dwi Astarini - Minggu, 14 Juni 2026
Makna Lagu 'Jadi Udara' Dee Lestari, Tentang Menemukan Cinta yang Menenangkan
ShowBiz
Dee Lestari Tuntaskan Perjalanan Cinta dalam Album Ketiga '(Jangan) Jatuh Cinta'
Album bertajuk '(Jangan) Jatuh Cinta' ini menggambarkan dinamika hati saat menjalani berbagai pengalaman cinta.
Dwi Astarini - Minggu, 14 Juni 2026
Dee Lestari Tuntaskan Perjalanan Cinta dalam Album Ketiga '(Jangan) Jatuh Cinta'
Bagikan