Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Sang Ibu Jadi Superhero, Anak Gal Gadot Enggak Suka Woder Woman

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 14 November 2017
Sang Ibu Jadi Superhero, Anak Gal Gadot Enggak Suka Woder Woman

Gal Gadot hidupkan karakter Wonder Woman. (foto: Twitter @GalGadot)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SIAPA pun setuju bahwa Gal Gadot sukses membawakan karakter Diana dalam Wonder Woman. Wajahnya cantik dan tubuh proporsional Gadot amat pas menggambarkan Wonder Woman.

Namun, saat tidak sibuk berakting, Miss Israel 2004 ini lebih suka menjadi ibu. Ya, Gadot ialah ibu dua anak, Alma, 6, dan Maya, 9 bulan.

Dalam sebuah wawancara dengan E! News, bintang 32 tahun itu mengaku anak-anaknya tak peduli sama sekali bahwa ibu mereka ialah selebritas terkenal. Seperti anak-anak lain, mereka lebih peduli pada menu camilan atau makan malam mereka.

"Di rumah, aku ini ibu untuk anak-anak. Aku bukanlah bintang terkenal atau sebuah karakter buat mereka," ujar Gadot.

Meskipun demikian, Alma mengaku amat bangga pada ibunya. Namun, untuk urusan supehero, Alma lebih memilih Batman!

Wah, kenapa ya?

Dalam wawancara The Tonight Show Starring Jimmy Fallon pada Oktober lalu, Gadot menjelaskan bahwa Alma percaya bahwa setiap perempuan ialah Wonder Woman. Ibunya hanya menjadi yang terbesar karena bermain dalam filmnya.

Ah, so sweet banget ya. Sepertinya Gal Gadot punya Diana sejati di rumahnya.(*)

Baca juga Gal Gadot Tak Akan Mau di Wonder Woman 2 Kalau ...

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan