Merahputih.com - Mobilitas menggunakan sepeda motor menjadi pilihan utama mayoritas masyarakat Indonesia. Sepeda motor dipilih lantaran lebih simpel dibandingkan harus naik mobil. Bisa selap-selip di tengah kemacetan hingga bisa memangkas waktu ke tempat tujuan.
Setiap orang memiliki karakteristik cara berkendara atau teknik berkendara berbeda-beda. Banyak teknik dasar yang harus dikuasai untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengendara itu sendiri. Salah satu aspek penting adalah menentukan kaki mana yang harus diturunkan saat motor sedang berhenti, seperti saat macet atau berhenti di sisi jalan.
BACA JUGA:
Honda Kurang Kompetitif di MotoGP Musim 2022, Apa Penyebabnya?
Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma menjelaskan bahwa cara yang baik saat motor berhenti di sisi kiri jalan, dalam kondisi jalan apapun, adalah dengan menurunkan kaki kiri sebagai pijakan motor.
Dengan menurunkan kaki kiri, pengendara dapat menghindari risiko terserempet atau tergilas oleh roda kendaraan di samping kita.
Baca juga:
Tiket Sudah Mulai Dijual, IIMS 2024 Janjikan Kolaborasi Musik dan Otomotif
“Sementara kaki kanan tetap ditempatkan di atas pijakan motor untuk pengguna motor matic. Bagi pengendara motor sport, kaki kanan selalu siap untuk menginjak pedal rem belakang. Dengan kebiasaan seperti ini, saat berhenti di suatu jalan yang berkontur menanjak, kita dapat memastikan bahwa motor tidak akan mundur lagi ke belakang," jelas Ludhy.
Menggunakan rem belakang adalah langkah penting, terutama ketika kontur jalan sangat menanjak. "Hanya mengandalkan rem depan saja dapat menyebabkan motor tertarik mundur dan berpotensi membuat pengendara terjatuh," jelas Ludhy.
Baca Juga:
Ludhy berpesan, selalu tempatkan keselamatan menjadi yang paling utama saat berkendara, bukan hanya saat berkendara bahkan ketika berhenti pun pengendara harus memastikan bahwa benar-benar dalam kondisi yang aman tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain di sekitar.