Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Ulasan Bahasa

Jancuk! Saat Kasar Jadi Akrab

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 01 Maret 2018
Jancuk! Saat Kasar Jadi Akrab

ilustrasi. (foto: Youtube)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

FILM Indonesia tengah berjaya belakangan. Setelah Pengabdi Setan sukses, muncul film Dilan 1990 yang berhasil bikin penonton baper. Yang baru saja rilis, film Indonesia berbahasa Jawa, Yowis Ben.

Karya garapan sutradara Fajar Nugros dan Youtuber Bayu Skak itu menjadi film pertama di Indonesia yang 90% dialognya berbahasa Jawa. Menarik. Yang bikin makin menarik, sepanjang film itu, kata-kata makian yang kasar bertebaran.

Bahkan sang sutradara mengakui dalam sebuah cicitan di Twitter bahwa ada sekitar 30 ucapan 'jancuk' selama 100 menit durasi film tersebut.

Wah, apa enggak kena sensor dan bahaya kalau dialog film dipenuhi kata-kata makian?

Sebelum membahas hal sensor, kenalan dulu deh sama kata 'jancuk'.

Menurut kamus daring Universitas Gadjah Mada, istilah 'jancuk' memiliki makna 'sialan, keparat, atau brengsek. Hal itu merupakan umpatan untuk mengekspresikan kekecewaan. Terkadang kata itu juga digunakan untuk mengungkapkan ekspresi keheranan atas suatu hal yang luar biasa.

Sebagai lema bahasa daerah, 'jancuk' punya penutur yang spesifik sehingga menjadi ciri khas komunitas masyarakat di Jawa Timur, terutama Surabaya dan sekitarnya. Selain itu, kata tersebut juga akrab digunakan di Malang dan Lamongan.

Meskipun umumnya kata tersebut digunakan sebagai umpatan pada saat emosi tengah meledak, marah, atau untuk membenci dan mengumpat seseorang. Belakangan kata 'jancuk' mengalami ameliorasi atau penaikan kelas menjadi bermakna positif.

Kata 'jancuk' menjadi simbol keakraban dan persahabatan khas, biasanya di kalangan warga Surabaya, Malang, dan sekitarnya. Bahkan, sejak mengalami ameliorasi, kata 'jancuk' menjadi semacam identitas kelompok yang akrab dan lekat. Dalam perkembangannya, sebagai sapaan antaranggota, kata 'jancuk' dipendekkan menjadi hanya 'cuk'.

Jika warga Jawa Timur punya 'cuk' untuk sapaan akrab, lain lagi dengan warga Yogyakarta. Warga di kota itu punya sapaan 'su' yang merupakan penggalan dari kata 'asu' yang berarti 'anjing'.

Tak jauh beda, warga Bali Utara, khususnya Singaraja, punya kebiasaan yang serupa. Sebagai simbol keakraban, warga di sana kerap saling sapa dengan kata 'bojog' yang berarti monyet atau 'cicing' yang bermakna 'anjing'.

Kata-kata makian bukanlah hal baru dalam ranah kebahasaan. Kata-kata makian yang menyebut nama penghuni kebun binatang, seperti monyet, anjing, hingga lutung merupakan hal biasa.

Meskipun demikian, Kamus Besar Bahasa Indonesia tentu saja tidak mencatatkan lema-lema tersebut sebagai kata makian. Salah satunya disebabkan kata-kata makian semacam itu hanya ada dalam ranah ucap.

Dalam ranah ucap, konteks ucapan tak akan bergantung pada makna teks, tapi kepada interaksi pembicara yang terlibat. Oleh karena itu, meskipun terhitung sebagai kata-kata makian yang bisa menyakitkan, 'jancuk', 'asu', 'bojog', dan 'cicing' malah menjadi simbol keakraban dalam sebuah komunitas. Bisa dikatakan, kata-kata makian tersebut mengalami ameliorasi dalam ranah ucap dalam konteks tertentu.

Ameliorasi makna tersebut hanya berlaku pada pembicara yang punya tingkat kedekatan yang teramat. Makna makian tersebut akan tetap menjadi umpatan saat pembicara yang berinteraksi tak punya kedekatan sama sekali.

Jadi meskipun 'jancuk' bisa masuk di percakapan film dan lolos sensor untuk rating 13 tahun ke atas. Bukan berarti Anda bisa memanggil semua orang, apalagi yang lebih tua, dengan sapaan 'cuk'.

Iso diseneni cuk! (Bisa dimarahi, cuk!) (dwi)



#Film
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Sinopsis 'Mousetrap', Serial Thriller Korea tentang Pencurian Identitas Dibintangi Ryu Jun Yeol
Mousetrap merupakan drama Korea thriller terbaru Netflix yang diadaptasi dari webtoon Field Mouse. Dibintangi Ryu Jun Yeol dan Sul Kyung Gu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
Sinopsis 'Mousetrap', Serial Thriller Korea tentang Pencurian Identitas Dibintangi Ryu Jun Yeol
ShowBiz
FIlm 'Young Washington' Sukses di Box Office Global, Sekuel '1776' Mulai Dikembangkan
Film 'Young Washington' sukses mencetak pendapatan USD 20,8 juta atau Rp 353,6 miliar pada pekan pembukaan. Bersiap menghadirkan sekuel berjudul '1776'.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
FIlm 'Young Washington' Sukses di Box Office Global, Sekuel '1776' Mulai Dikembangkan
ShowBiz
Netflix Siap Rilis Serial 'Kokuhaku: 25 Nen Me no Himitsu', Kisah Obsesi dan Cinta yang Tersimpan 25 Tahun
Netflix hadirkan serial thriller romantis Kokuhaku: 25 Nen Me no Himitsu (25 Years of You) mulai 17 Juli 2026. Simak sinopsis, pemain, dan jadwal tayangnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
Netflix Siap Rilis Serial 'Kokuhaku: 25 Nen Me no Himitsu', Kisah Obsesi dan Cinta yang Tersimpan 25 Tahun
ShowBiz
Anime Baru Netflix 'SPARK of Tomorrow' Angkat Kisah tentang Kehilangan, Harapan, dan Masa Depan
Simak sinopsis SPARK of Tomorrow, anime terbaru Netflix. Mengisahkan dua remaja yang berjuang menghadapi kehilangan dan menemukan kembali harapan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Juli 2026
Anime Baru Netflix 'SPARK of Tomorrow' Angkat Kisah tentang Kehilangan, Harapan, dan Masa Depan
ShowBiz
Film Lokal Tinggi Peminat, Sekuel 'Sekawan Limo' Sampai 'Jangan Buang Ibu' Dipadati Penonton
Film horor komedi 'Sekawan Limo 2: Gunung Klawih' kuasai pucuk Box Office Indonesia dengan total penonton mencapai 2 juta lebih.
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
Film Lokal Tinggi Peminat, Sekuel 'Sekawan Limo' Sampai 'Jangan Buang Ibu' Dipadati Penonton
ShowBiz
Trailer 'Operasi Pesta Copet' Resmi Dirilis, Iqbaal Ramadhan dan Kristo Immanuel Beraksi di Tengah Kerumunan Festival Musik
Official trailer Operasi Pesta Copet resmi dirilis. Film garapan Edy Khemod dibintangi Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani dan tayang 27 Agustus 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Juli 2026
Trailer 'Operasi Pesta Copet' Resmi Dirilis, Iqbaal Ramadhan dan Kristo Immanuel Beraksi di Tengah Kerumunan Festival Musik
ShowBiz
Tom Hanks Kembali ke Lapangan Bisbol lewat Film 'The Comebackers', Tayang Akhir Juli 2027
Tom Hanks kembali membintangi film bertema bisbol lewat The Comebacker. Film garapan Marielle Heller ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 30 Juli 2027.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Juli 2026
Tom Hanks Kembali ke Lapangan Bisbol lewat Film 'The Comebackers', Tayang Akhir Juli 2027
ShowBiz
Lyodra, Amora Lemos, dan Silent Open Up Isi OST Live-Action 'Moana' Versi Indonesia
Lyodra, Amora Lemos, dan Silent Open Up resmi mengisi OST Disney's Moana Live Action versi Indonesia lewat lagu 'Sepanjang Jalan'.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Lyodra, Amora Lemos, dan Silent Open Up Isi OST Live-Action 'Moana' Versi Indonesia
ShowBiz
Film 'Clarissa' Tayang 11 Desember 2026, Adaptasi Modern Novel Virginia Woolf Berlatar Nigeria
Film Clarissa akan tayang mulai 11 Desember 2026. Adaptasi modern novel Mrs. Dalloway karya Virginia Woolf ini berlatar Lagos, Nigeria, dan dipuji di Cannes.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Film 'Clarissa' Tayang 11 Desember 2026, Adaptasi Modern Novel Virginia Woolf Berlatar Nigeria
ShowBiz
Joko Anwar Spill Sekuel 'Nightmares and Daydreams'
'Nightmares and Daydreams' proyek orisinal milik Netflix.
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Joko Anwar Spill Sekuel 'Nightmares and Daydreams'
Bagikan