TRAGEDI jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 menghadirkan duka lainnya. Penyelam kategori rescue diver, Syachrul Anto, dinyatakan gugur kala bertugas dalam evakuasi pencarian korban Lion Air JT 610. Ia dinyatakan meninggal setelah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jumat (2/11). Namanya kini dikenang sebagai pahlawan.
Kisah heroiknya menginspirasi banyak orang. Banyak penyelam yang mengambil spesialisasi yang sama dengannya, rescue diver. Bagi kalian yang tertarik untuk belajar selam dan ingin mengambil spesialisasi yang sama dengan Syachrul, tak bisa sembarangan. Sebelum mengambil spesialisasi, kamu harus memiliki kemampuan dasar menyelam dan sertifikat. Untuk mendapatkan kemampuan dasar dan sertifikat, kamu harus mengikuti serangkaian pelatihan yang dilakukan sekolah selam.
Di dalam kelas selam, setiap siswa mendapatkan tiga sesi diskusi teori dan tiga sesi praktik. Kamu yang tidak mahir berenang tak perlu khawatir. Sekolah selam tidak menuntut muridnya untuk mahir berenang saat hendak bergabung. Bagi para murid yang belum mahir berenang, instruktur akan mengajarkan teknik berenang dan terapi khusus agar murid yang belum mahir renang merasa nyaman dan bisa terapung.
“Seluruh siswa harus mengikuti rangkaian kelas dengan serius untuk mengurangi potensi celaka di dalam air,” ujar Direktur Sekolah Selam Global Dive NAUI John E Sidjabat. Seluruh siswa dibekali 12 keterampilan dasar selama di kelas. Misalnya, mask screening atau awareness buddy.
Mask screening adalah teknik membersihkan masker saat masker brembun. Sementara itu, awareness buddy adalah kesadaran penyelam terhadap rekan menyelamnya. Seusai menjalani berbagai rangkaian, para siswa akan menjalani tes tertulis dan open water.
Sebelum open water, seorang instruktur akan menilai kelayakan murid untuk mengikuti open water. “Kami akan memutuskan apakah seorang siswa layak open water atau tidak, karena itu berkaitan dengan keselamatan siswa,” jelas John. Tes open water terbagi atas dua hari. Hari pertama merupakan keterampilan acak. Artinya, dari 12 keterampilan yang diajarkan di kelas akan dipilih secara acak. Siswa harus mampu menerapkan keterampilan tersebut dengan baik. Hari kedua merupakan fun dive. Di sesi fun dive, akan terlihat pengaplikasian ilmu yang didapat selama di kelas. Jika lolos tes, mereka akan mendapatkan sertifikat dan menyandang status sebagai penyelam pemula.
Namun, perlu diingat bahwa penyelam pemula hanya diperbolehkan melakukan penyelaman maksimal 18 meter. Mereka bisa melanjutkan kelas ke level advance, lalu master scuba, dan tingkat teratasnya, leadership. Master scuba ialah kelas penyelaman khusus yang dilakukan apabila sudah mendapatkan sertifikat advance.
“Penyelaman khusus tersebut meliputi penanganan pengobatan (first aid) dan kelas penyelamatan (rescue dive) seperti yang dilakukan Syachrul. Dari penyelaman khusus tersebut, siswa bisa memilih peminatan yakni penyelaman malam (night dive) atau penyelaman dalam (deep dive).(avi)