MerahPutih.com - Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, melontarkan pesan tegas kepada para pemainnya setelah kekalahan mengejutkan 2-0 dari Ferencvaros di ajang Liga Europa 2026/27.
Sang pelatih tampak sangat terpukul dengan performa anak asuhnya di San Siro, padahal hanya beberapa hari sebelumnya mereka tampil garang saat mengalahkan Inter Milan dengan skor 3-1 dalam laga Derby della Madonnina.
Sepanjang babak pertama, mereka bahkan tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Lalu, mereka menyerah setelah Lenny Joseph mencetak dua gol, sembari membiarkan tim asal Hungaria tersebut mendapatkan beberapa peluang emas lainnya.
Baca juga:
Ruben Amorim Geram dengan Sikap Pemain AC Milan
Setelah melontarkan pernyataan tegas dalam wawancara pasca-pertandingan dengan Sky Sport Italia, Amorim melangkah lebih jauh dalam konferensi pers dengan memberikan peringatan, bahwa masa jabatannya bisa saja berakhir lebih cepat.
Saya hanya mengatakan apa yang saya lihat, karena Anda semua tidak bodoh, dan saya tidak ingin membohongi siapa pun.
kata Amorim
“Saya punya alasan kuat untuk membela tim, jadi ketika saya berbicara seperti ini, saya adalah pihak pertama yang bertanggung jawab, karena tim ini adalah tanggung jawab saya. Namun, kami tidak boleh tampil seperti ini, terutama di babak pertama, di hadapan para penggemar kami, di kandang sendiri. Kami tidak boleh melakukannya," tambahnya.
Sebelumnya, Amorim telah menyatakan bahwa AC Milan jelas belum siap untuk tampil kompetitif setiap tiga hari sekali.
Baca juga:
Hasil Liga Europa: AC Milan Dipermalukan Ferencvaros, Kalah 0-2 Meski Unggul Jumlah Pemain
AC Milan Sudah 3 Kali Kalah di Liga Europa 2026/27
Mereka telah kalah dalam tiga dari empat pertandingan awal Liga Europa 2026/27, kemudian kini terancam tersingkir lebih cepat dari kompetisi tersebut.
Ini adalah perasaan saya, tetapi bukan hanya saya yang mengatakannya. Fakta-faktanya membuktikan hal itu. Pertandingan hari ini pun menjadi buktinya, kami belum siap secara mental,
ujar Amorim
“Kami telah memberikan diri kami sendiri segala peluang yang ada, terutama di awal laga. Saya ingat bagaimana reaksi para pemain saat kehilangan bola; reaksi tersebut sangat berbeda dengan apa yang kami lihat tiga hari lalu, padahal kami punya waktu istirahat selama empat hari," tutupnya. (sof)