Rp320 Juta untuk Piring Kertas Kotor bekas Kurt Cobain

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 24 Mei 2019
Rp320 Juta untuk Piring Kertas Kotor bekas Kurt Cobain

Sebuah piring kertas kotor bekas Kurt Cobain terjual dengan harga fantastis. (foto: rollingstone)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
YANG namanya piring kertas sih biasanya langsung dibuang, tapi enggak demikian halnya dengan piring kertas bekas Kurt Cobain. Piring kertas kotor itu malah terjual dengan harga fantastis: US$22.400 atau sekitar Rp320 juta.

Sudah pasti ada hal spesial yang bikin piring kotor itu berharga tinggi. Tanda tangan Jhonny Riggs dari band THUD tertulis di piring itu. THUD merupakan band yang tampil sebelum Nirvana di 9:30 Cub.

Rupanya Riggs menyimpan piring kertas bekas Cobain itu selama tiga dekade sebelum memutuskan melelangnya. "Cobain makan pizza sebelum manggung dan menuliskan lagu-lagu yang akan dimainkannya di piring ini," kata rumah lelang Julien, seperti dilansir Antara. Riggs mengambil piring ini selepas mereka tampil, bersama selebaran iklan penampilan mereka malam itu.

Sebuah sweater yang dikenakan Cobain di pemotretan terakhir sebelum kematiannya terjual di pelelangan yang sama seharga US$75.000 atau nyaris sekira Rp1 miliar.

Rumah lelang ikon musik Julien pada Mei 18 melelang 669 item dari sejumlah musisi, termasuk Miley Cyrus, Cher, Madonna, Prince, dan Sammy Davis Jr. Demikian dilaporkan Business Insider.

Rumah lelang Julien yang terkenal melakukan lelang memorabilia selebritis itu sebelumnya sukses menjual barang-barang yang dulunya milik ikon sepak bola Pele, Marilyn Monroe, dan John Lennon.(*)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan