Rock in Solo 2025 Angkat Isu Ekologi, Musik Cadas Jadi Wadah Kritik Ketidakadilan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 24 November 2025
Rock in Solo 2025 Angkat Isu Ekologi, Musik Cadas Jadi Wadah Kritik Ketidakadilan

Rock In Solo menghibur para metalheads di Benteng Vastenburg Solo, Minggu (23/11) malam. (Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Festival musik cadas Rock in Solo (RIS) 2025 menjadi ajang penyaluran kritik ketidakadilan melalui musik keras. Gelaran ini berlangsung di Benteng Vastenburg, Solo, pada akhir pekan 22–23 November.

Meski cuaca sempat diguyur hujan deras, ribuan metalheads tetap bersemangat menikmati penampilan para musisi. Hujan tak mematahkan loyalitas mereka terhadap skena musik keras.

Festival tahunan ini tampil megah lewat dua panggung utama, XXI Stage dan Rajamala Stage. Khusus panggung Rajamala, tata cahaya dan suara yang menggelegar menjadi saksi energi penonton yang terus membara sepanjang pertunjukan.

Baca juga:

Mayhem dan Sukatani Tampil di Jang Rock in Solo 2025, Menggempur Metalhead selama 2 Hari

Aksi panggung Deez Nuts, band hardcore asal Australia, sukses membangkitkan adrenalin penonton. Di panggung lainnya, band post-hardcore asal Thailand, Ugoslaiber, juga berhasil mendapatkan sambutan luar biasa dari para penikmat musik cadas.

Sebagian metalheads terlihat menyiapkan jas hujan, sementara yang lain memilih tetap bergoyang meski basah kuyup diterpa hujan.

Nama besar Mayhem, unit black metal legendaris asal Oslo, Norwegia, menjadi salah satu penampil yang paling dinantikan dan sukses mengguncang panggung utama.

Sementara dari panggung dalam negeri, Negatifa (Jakarta) dengan power violence, Viscral (Bekasi) sebagai monster death metal, kolaborasi veteran Jogja Serigala Malam x DPMB, hingga punk rock Sukatani turut menambah panas suasana. Solo sendiri menghadirkan kebanggaannya, Eden Adversary, unit symphonic deathcore yang menjadi representasi skena lokal.

“Ini event musik cadas yang liriknya banyak kritik terkait ketidakadilan. Seperti Sukatani yang mengkritik pembangunan semen di Paranggupito Wonogiri yang bisa merusak Gunung Sewu,” ujar Rizki Putra (30), metalheads asal Semarang.

Baca juga:

Dari Oslo ke Solo: Mayhem Turun Gunung di Rock In Solo 2025

Rock in Solo 2025 turut menyuarakan pentingnya kesadaran ekologis di komunitas musik cadas, membuktikan bahwa musik keras juga dapat selaras dengan isu lingkungan dan politik.

Salah satu Dewan Jenderal Rock in Solo, Stephanus Adjie, menegaskan bahwa RIS bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga ruang penyampaian pesan politis yang perlu menjadi kesadaran bersama. Tahun ini, fokus isu yang diangkat adalah lingkungan hidup.

“Rock in Solo itu memang politis sejak lahir. Dan saat ini kami menjadi lebih lantang dibanding tahun-tahun sebelumnya dengan salah satu fokus isu adalah ekologi dan lingkungan hidup,” kata Adjie.

Adjie menambahkan bahwa penyelenggara memiliki tanggung jawab untuk terus mengingatkan para pemimpin terkait etika, moral, dan aturan konstitusi yang sering kali diabaikan.

Menurutnya, suara-suara kritis dari panggung metal hari ini akan membawa dampak positif bagi kehidupan bersama.

“Kami akan berhenti bersuara ketika pemimpin-pemimpin itu bertindak sesuai cita-cita kemerdekaan—masyarakat sejahtera, lingkungan aman dan damai, serta berbagai hal baik lainnya terjadi,” pungkas Adjie. (Ismail/Jawa Tengah)

#Festival Musik #Rock In Solo #Musik
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital yang memiliki latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan, gaya hidup, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat. Mahir menyusun artikel melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna memastikan kualitas informasi yang disajikan. Dalam aktivitas profesionalnya, Ananda fokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat. Setiap artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data yang cermat guna memastikan kualitas informasi yang disajikan.

Berita Terkait

ShowBiz
Vincent Howard Rilis 'The Night Feels Gentle Again', Lagu tentang Cinta yang Sulit Diraih
Vincent Howard merilis single terbaru The Night Feels Gentle Again. Kisahkan cinta, kekaguman, dan kerinduan terhadap seseorang istimewa namun sulit untuk diraih.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 16 Juni 2026
Vincent Howard Rilis 'The Night Feels Gentle Again', Lagu tentang Cinta yang Sulit Diraih
ShowBiz
Raja Rani Bawa Energi Baru Lewat 'Sexy Tamil', Perpaduan Tradisi dan Lantai Dansa
Raja Rani merilis single terbaru Sexy Tamil bersama penyanyi asal India, Nadisha Thomas. Lagu ini memadukan musik elektronik berenergi tinggi dengan vokal Tamil modern.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 15 Juni 2026
Raja Rani Bawa Energi Baru Lewat 'Sexy Tamil', Perpaduan Tradisi dan Lantai Dansa
ShowBiz
HAFIZ Hadirkan 'Lantai 1', Lagu Tentang Kebingungan dan Harapan di Usia 20-an
HAFIZ merilis single terbaru berjudul Lantai 1. Lagu ini mengangkat kisah pencarian jati diri, ketidakpastian, dan harapan yang banyak dialami generasi muda.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 15 Juni 2026
HAFIZ Hadirkan 'Lantai 1', Lagu Tentang Kebingungan dan Harapan di Usia 20-an
ShowBiz
Tak Lagi Galau, Kaleb J Hadirkan Lagu Cinta Manis Berjudul 'Gerilya Cinta'
Kaleb J merilis single terbaru berjudul Gerilya Cinta. Berbeda dari lagu-lagu galau sebelumnya, single ini hadirkan kisah cinta hangat, romantis, dan penuh perjuangan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 15 Juni 2026
Tak Lagi Galau, Kaleb J Hadirkan Lagu Cinta Manis Berjudul 'Gerilya Cinta'
ShowBiz
Tiara Andini Duet dengan Eks SECRET NUMBER MELONii di Lagu 'Janji Setia'
Tiara Andini resmi berkolaborasi dengan MELONii, mantan anggota SECRET NUMBER, dalam lagu Janji Setia. Duet ini menghadirkan nuansa ballad Korea.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 15 Juni 2026
Tiara Andini Duet dengan Eks SECRET NUMBER MELONii di Lagu 'Janji Setia'
ShowBiz
Naura Ayu Rilis Album 'Cerita Penuh Cahaya', Tandai Babak Baru di Usia 21 Tahun
Naura Ayu kembali merilis album penuh setelah delapan tahun. Cerita Penuh Cahaya menjadi refleksi perjalanan emosional, pertumbuhan diri, hingga harapan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 15 Juni 2026
Naura Ayu Rilis Album 'Cerita Penuh Cahaya', Tandai Babak Baru di Usia 21 Tahun
ShowBiz
Lirik Lagu 'Akhir Sebuah Cerita' dari Evie Tamala, Kisah Cinta yang Berakhir karena Pengkhianatan
Lirik lagu Akhir Sebuah Cerita dari Evie Tamala menceritakan tentang kisah cinta yang berakhir karena pengkhianatan.
Soffi Amira - Senin, 15 Juni 2026
Lirik Lagu 'Akhir Sebuah Cerita' dari Evie Tamala, Kisah Cinta yang Berakhir karena Pengkhianatan
ShowBiz
Olivia Rodrigo Rilis 'stupid song', Curahan Hati tentang Cinta yang Terlalu Besar
'stupid song' mengangkat kisah tentang perasaan cinta yang begitu kuat dan menguasai seseorang hingga sulit dijelaskan secara logis.
Dwi Astarini - Minggu, 14 Juni 2026
Olivia Rodrigo Rilis 'stupid song', Curahan Hati tentang Cinta yang Terlalu Besar
ShowBiz
Makna Lagu 'Jadi Udara' Dee Lestari, Tentang Menemukan Cinta yang Menenangkan
Melalui lagu ini, Dee menggambarkan bagaimana cinta mampu menjadi tempat berlabuh setelah sekian lama dilanda pertanyaan.
Dwi Astarini - Minggu, 14 Juni 2026
Makna Lagu 'Jadi Udara' Dee Lestari, Tentang Menemukan Cinta yang Menenangkan
ShowBiz
Dee Lestari Tuntaskan Perjalanan Cinta dalam Album Ketiga '(Jangan) Jatuh Cinta'
Album bertajuk '(Jangan) Jatuh Cinta' ini menggambarkan dinamika hati saat menjalani berbagai pengalaman cinta.
Dwi Astarini - Minggu, 14 Juni 2026
Dee Lestari Tuntaskan Perjalanan Cinta dalam Album Ketiga '(Jangan) Jatuh Cinta'
Bagikan