Dalam upaya untuk mengamati perubahan iklim dan dampaknya pada habitat satwa liar, para ilmuwan dari universitas Strasbrourg tampaknya terinspirasi dari episode Futurama di mana mereka memprogram dan menciptakan robot pinguin.
"Bagaimanapun kau terlihat mirip"
Membuat robot pinguin dilakukan karena hewan lucu satu ini merupakan mahluk penakut. Jika manusia langsung berinteraksi dalam pupulasi pinguin di Adelie Land, Antartika akan menyebabkan burung kutub ini takut dan stres. Karena itu tim ilmuan yang dipimpin Yvon Le Maho, memutuskan menggunakan robot untuk mempelajari hewan lucu ini dari dekat.
Sebanyak 34 raja pinguin yang dilengkapi dengan monitor jantung eksternal (yang bisa bekerja sendiri) dan untuk mendapatkan hasil bacaan yang baik, sebuah antena RFID diletakan pada robot, antena tersebut harus dekat dengan objeknya agar bisa terbaca informasi yang didapatkan. jika menggunakan robot polos saja, maka akan menyebabkan kepanikan di kelompok burung-burung ini.
Itulah guna mengakali kepekaan tinggi yang dimiliki pengiun, digunakanlah robot yang mirip dengan mereka. Dan perbedaannya dapat segera terlihat, bukanya takut, para pinguin malah menghampiri robot tersebut. khususnya para bayi pinguin, mereka terlihat bermain bersama robot itu dengan saling berkerumun di sekitarnya. Menurut laporan CNET, para pinguin dewasa bernyanyi untuk robot bayi pinguin.
Robot mengemaskan ini memungkinkan para ilmuwan untuk mengakses kehidupan pinguin tanpa mengganggu mereka, yang memungkinkan mempelajari perilaku mereka, memantau kesehatan mereka dan meneliti habitat mereka, termasuk dampak dari perubahan iklim. Robot yang sukses ini membuat tim tersebut berencana untuk membuat lebih banyak penguin-bot yang lebih hidup seperti dalam hal gerakan dan suara.