DALAM sebuah wawancara dengan televisi Australia, Rita Ora mengungkapkan bahwa ia telah membekukan telurnya ketika ia baru saja menginjak usia 20 tahun. Penyanyi 26 tahun itu mengatakan dokter menyarankannya untuk melakukan hal itu mengingat ia selalu menginginkan keluarga besar.
"Dokterku bilang, 'kau saat ini sehat dan itu amat bagus. Mengapa tak menyimpannya sekarang sehingga kau takk perlu mengkhawatirkannya lagi?'," ujarnya.
Lalu apa kata dokter tentang tindakan Ora itu?
Seperti dikutip dari BBC, Dr Helen O'Neil dari University College London mengatakan makin muda Anda menyimpan telur, makin baik.
Namun, ia juga mengatakan bahwa menyimpan telur bukanlah jaminan bisa hamil dan memiliki anak. Selain itu, tidak semua anak muda mampu membayar 5.000 pound sterling untuk sekali siklus.
"Keuntungan membekukan telur ialah Anda memegang kendali atas fertilitas Anda sendiri. Jadi sebaiknya segera bertindak," saran O'Neill.
O'Neill juuga menyebut ada penurunan yang signifikan pada kualitas telur ketika perempuan mencapai usia 30 tahun.
"Sayangnya, rata-rata orang mulai membekukan telur di usia 35 tahun. Ya, itu sedikit terlambat," ujar O'Neill lagi.
Kepada BBC, Profesor Adam Balen, Ketua British Fertility Society, mengatakan perempuan membekukan telur untuk menjamin fertilitas di masa depan. Namun, Balen menyebut penyimpanan itu bukanlah jaminan.
"Tidak semua telur bisa bertahan dalam kondisi beku. Jadi membekukan telur bukanlah jaminan absolut," ujar Balen.
Meskipun mengetahui risikonya, Ora mengaku tetap ingin menjalani proses itu.
""AKu tahu proses yang kujalani ini, dan bahwa aku mungkin tak punya anak di masa depan. Orang-orang mungkin berkata, 'wah, itu terlalu muda', tapi aku hanya ingin amat berjaga-jaga," ujar Ora.
Bagaimana, mau mengikuti jejak Rita Ora membekukan telur demi kesempatan punya bayi di masa depan?(*)

