Riasan Wajah Tahan Air Ramah Kulit, ini Tipsnya

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 11 Januari 2019
Riasan Wajah Tahan Air Ramah Kulit, ini Tipsnya

Agar wajah enggak rusak, pastikan kamu memakai makeup tahan air dengan benar. (foto: Pixabay/gromovataya)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI musim hujan seperti sekarang, perempuan cenderung memilih makeup yang tahan air. Dengan begitu, ketika terjebak dalam hujan, makeup tak mudah luntur dan berantakan.

Selain itu, riasan tahan air juga jadi pilihan bagi muslimah yang enggak mau repot bolak-balik memasang rias wajah setiap kali selesai berwudu.

Meskipun lebih tahan lama, rias wajah tahan air menyimpan risiko bagi kulit wajah kamu. Pasalnya, seperti dilansir laman Hellosehat, makeup tahan air dibuat dari bahan-bahan khusus untuk menghalangi air agar tidak melunturkan riasan. Bahan-bahan yang paling umum ditemukan dalam kosmetik waterproof ialah lilin (wax), silikon, pelarut serta polimer yang berasal dari hewan atau tumbuhan.

Menurut Alexis Comforti, penata rias internasional kenamaan, tekstur makeup jenis waterproof lebih berat untuk kulit wajah. Produknya juga lebih sulit dibersihkan, sehingga harus pakai pembersih khusus yang berbahan minyak.

Dengan komposisi demikian, membersihkan makeup tahan air dengan sabun biasa atau pembersih yang salah berisiko membuat kulit rentan rusak. Pembersihan makeup yang kurang sempurna bisa membuat kulit kamu berjerawat lo. Belum lagi risko iritasi yang mungkin muncul.

Nah, agar aman memakai makeup tahan air, kamu perlu menerapkan tips berikut.

1. Pilih yang tak berbahan silikon

makeup
Pilih yang tidak mengandung silikon. (foto: pixabay/skeeze)


Silikon umumnya ditemukan dalam alas bedak tahan air jenis krim. Fungsinya ialah menjaga agar riasan tidak cepat meleleh dan luntur meskipun didera keringat atau air.

Para ahli mengatakan kandungan silikon pada makeup dapat menyebabkan iritasi, jerawat, dan bahkan reaksi alergi parah pada kulit.

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan