Kecantikan

Riasan Mata Tahan Lama, ini Kuncinya

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 08 Agustus 2018
Riasan Mata Tahan Lama, ini Kuncinya

Riasan mata mudah terhapus karena air mata. (foto: pixabay/gromovataya)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU yang selalu menggunakan makeup pasti tahu betapa sulitnya mempertahankan riasan mata. Pasalnya, area mata rawan basah sehingga mudah menghapus riasan.

Umumnya, mata berair disebabkan alergi, mata terlalu tegang, atau kondisi kelopak mata yang tidak menutup dengan benar. Jika mata berair hanya muncul saat ksmu selesai merias mata, amat mungkin menandakan air mata refleks.

Air mata refleks sering muncul saat kamu meletakkan sesuatu di dekat mata, seperti mengenakan bulu mata atau eyeliner. Nah, agar riasan mata tahan lama dan mata tak berair, berikut langkah yang bisa kamu lakukan.

1. Obat tetes mata sebelum merias mata

Gunakan obat tetes mata untuk melembapkan mata. (foto: pixabay/janice_li)

Obat tetes mata yang harus kamu gunakan bukan yang untuk mata merah ya. Kamu bisa menemukan obat tetes mata untuk iritasi. Pilihan lain, konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu mengenai kondisi mata kamu. Boleh juga minta resep obat tetes mata yang bisa mengurangi produksi air mata. Gunakan obat tetes sebelum kamu menggunakan riasan pada mata, supaya tetesan obat tidak membuat riasan berantakan.

2. Gunakan produk dengan label hypoallergic

Untuk menghindari air mata muncul karena alergi, gunakan produk yang hypoallergenic. Pilihlah krim mata, eyeshadow, eyeliner, atau maskara yang tak membuat alergi.

Hindari produk yang menggunakan zat carmine. Zat pigmen berwarna merah ini berasal dari kumbang yang biasanya digunakan pada warna merah mudah cerah dan ungu. Carmine sangat mudah membuat mata menjadi berair apalagi bagi yang sensitif.

3. Pastikan alat rias bersih

Pastikan alat makeup bersih. (foto: pixabay/kinkate)

Kebersihan alat makeup amat penting. Oleh karena itu, bersihkan penjepit bulu mata dan brush secara berkala. Hal itu akan menghilangkan debu atau kotoran lain yang bisa menempel dan membuat mata kamu iritasi.

Selain itu, pastikan juga produk riasan kamu masih bisa digunakan. Semua produk riasan memiliki masa berlaku yang berbeda-beda, selalu perhatikan tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan produk.

Sebaiknya, ganti maskara kamu setiap tiga bulan sekali. Produk riasan yang cair cenderung lebih mudah rusak daripada yang padat. Sebelum digunakan, hirup dulu aromanya. Jika tidak tercium bau khas dari produk seperti biasanya, jangan gunakan produk dan segera ganti dengan yang baru.

4. Gunakan riasan dasar pada bagian bawah mata

Gunakan krim bawah mata. (foto: pixabay/skeeze)

Air mata mengandung garam. Hal itu bisa membuat kulit area bawah mata mengering. Agar area bawah mata tetap lembap, krim khusus untuk bagian bawah mata bisa mencegah kulit area bawah mata mengering.

5. Hindari riasan pada area mata bagian bawah

Penggunaan eyeliner di garis bulu mata bawah jadi yang paling mudah memicu timbulnya refleks air mata. Untuk itu, pilihlah eyeliner bentuk pensil dan menggunakan eyeliner di garis mata setelah bulu mata supaya tidak membuat mata semakin berair.


6. Tisu dan pembersih riasan

Selalu bersihkan makeup. (foto: pixabay/chezbeate)

Selalu bersiaplah untuk segala kemungkinan, termasuk jika mata tetap berair meskipun sudah merias mata dengan benar. Oleh karena itu, selalu sediakan tisu untuk mengeringkan air mata jika kamu merasa ada air mata yang menetes.

Saat air mata mengalir, kamu bisa mengangkat dagu ke atas dan ambil napas perlahan. Cara itu bisa mencegah air mata mengalir ke bawah.

Untuk menghindari iritasi mata terus bertambah buruk, riasan mata harus dibersihkan setelahnya. Gunakan makeup remover dengan kapas supaya riasan terangkat dari kulit dan area sekitar mata.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan