Regulasi dan Kalender Balap F1 2015

Fadhli Fadhli - Sabtu, 06 Desember 2014
Regulasi dan Kalender Balap F1 2015

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Sport - Badan balap Formula1 yang dibawahi oleh FIA telah menerbitkan sejumlah perubahan peraturan dan direvisi untuk 21 putaran pada kalender balap 2015, setelah pertemuan World Motor Sport Council di Doha, Rabu (3/12).

Untuk sementara ini, kalender balap diperluas dengan menempatkan Korea pada slot kalender balap. Korea sebelumnya pernah menjadi tuan rumah kejuaraan sebanyak empat kali antara tahun 2010 sampai 2013. Negara Asia dijadwalkan menjadi tuan rumah pada lima putaran kejuaraan tahun depan, yaitu pada akhir pekan pertama bulan Mei. China sementara ini menyatakan sudah siap untuk menjadi tuan rumah putaran ketiga kejuaraan.

Bersamaan dengan perubahan kalender, FIA menegaskan sejumlah perubahan peraturan untuk musim 2015. Regulasi Poin ganda pada tahun 2014 akan dihapuskan, sama seperti pada proposal bahwa balapan akan dimulai setelah safety car melakukan satu putaran pada sirkuit. Sementara sistem safety car maya yang telah diuji coba dan dibangun dari pengalaman kecelakaan Jules Bianchi di Jepang akan secara resmi diperkenalkan pada tahun 2015.

FIA juga telah menumumkan terkait hukuman mesin. Perubahan unit mobil dengan kondisi baik tidak akan lagi otomatis menghasilkan penalti, bukan berarti hukuman akan diterapkan secara kumulatif didasarkan pada komponen masing-masing unit mobil. Hukuman Grid tidak akan lagi ada di balapan berikutnya. Hukuman sepuluh detik saat ini baru sementara direncanakan di samping diadakannya aturan lima detik.

Prosedur jalannya mobil yang dikawal oleh safety car juga telah dimodifikasi, jadi mobil yang terindikasi over lap tidak usah ikut berbaris di belakang safety car dan diperbolehkan melaju, sehingga tidak lagi harus menunggu sampai mereka bergabung kembali ke bagian terbelakang.

Kriteria untuk penerbitan super lisensi juga telah diumumkan, yaitu dengan usia minimum 18 tahun sudah dapat disetujui untuk memilikinya pada tahun 2016. Pembalap juga harus memiliki pengalaman setidaknya selama minimal dua tahun dalam formula ringan. Kemudian juga telah dibahas beberapa hal mengenai perubahan pada regulasi teknis untuk musim 2015, termasuk kenaikan berat minimum menjadi 702 kg, pembatasan baru pada pengujian terowongan angin, aturan baru mengenai tata letak suspensi, dan sistem perlindungan pembalap yang lebih baik.

Berikut adalah kalender balap resmi sementara yang telah dikeluarkan FIA:

15/03 Australia
29/03 Malaysia
12/04 China
19/04 Bahrain
03/05 Korea
10/05 Spanyol
24/05 Monaco
07/06 Kanada
21/06 Austria
05/07 Britain
19/07 German
26/07 Hungaria
23/08 Belgia
06/09 Italy
20/09 Singapura
27/09 Jepang
11/10 Russia
25/10 USA
01/11 Mexico
15/11 Brazil
29/11 Abu Dhabi

#Sport #Olahraga #F1 #Motor Sport #Otomotif
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Belum Putuskan Insentif Bagi Industri Otomotif, Fokus Kembangkan Mobil Nasional
Terkait usulan lanjutan dari Kementerian Perindustrian, Airlangga menyebut pembahasan masih difokuskan pada kajian yang lebih mendasar.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Januari 2026
Pemerintah Belum Putuskan Insentif Bagi Industri Otomotif, Fokus Kembangkan Mobil Nasional
Fun
Honda Ubah Logo H Legendaris, Desain Baru Debut Mulai 2027
Desain logo baru Honda itu akan memulai debutnya 2027, sekaligus merepresentasikan komitmen Honda dalam menghadapi era elektrifikasi dan teknologi cerdas
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Januari 2026
Honda Ubah Logo H Legendaris, Desain Baru Debut Mulai 2027
Olahraga
NOC Terima Kunjungan KSOC, Perkuat Kerja Sama Olahraga Indonesia-Korea Selatan
KSOC mengunjungi NOC Indonesia pada Jumat (9/1). Pertemuan ini memperkuat kerja sama dan pengembangan olahraga di kedua negara.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
NOC Terima Kunjungan KSOC, Perkuat Kerja Sama Olahraga Indonesia-Korea Selatan
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Atlet Dihargai secara Nyata, jangan hanya Diberi Terima Kasih,
Sebagai bentuk penghargaan kepada para atlet, pemerintah memberikan sejumlah bonus yang berkisar Rp 157 juta hingga Rp 1 miliar.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden Prabowo Minta Atlet Dihargai secara Nyata, jangan hanya Diberi Terima Kasih,
Indonesia
Indonesia Sukses Raih 91 Emas di SEA Games 2025, CdM Puji Dedikasi dan Semangat Juang para Atlet
Bayu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet dan ofisial yang telah berjuang sepanjang SEA Games Thailand 2025.
Dwi Astarini - Minggu, 21 Desember 2025
Indonesia Sukses Raih 91 Emas di SEA Games 2025, CdM Puji Dedikasi dan Semangat Juang para Atlet
Olahraga
Indonesia Raih 91 Emas, Lampaui Target di SEA Games 2025
Kemenpora RI sebelumnya hanya menargetkan kontingen Indonesia mampu mengamankan sekitar 80 medali emas.
Dwi Astarini - Sabtu, 20 Desember 2025
Indonesia Raih 91 Emas, Lampaui Target di SEA Games 2025
Olahraga
Tim Indonesia Raih Posisi Kedua SEA Games Thailand 2025, Ukir Sejarah 30 Tahun
Tim Indonesia mengoleksi 91 medali emas, 112 perak dan 130 perunggu dan total 333 medali.
Dwi Astarini - Sabtu, 20 Desember 2025
Tim Indonesia Raih Posisi Kedua SEA Games Thailand 2025, Ukir Sejarah 30 Tahun
Berita
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Feders Gathering 2025 berakhir di Jakarta Selatan, menghadirkan kegiatan komunitas motor matic dan edukasi perawatan kendaraan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 20 Desember 2025
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Berita
Peduli Bencana Sumatera Utara: Bantuan Pakaian dan Layanan Penggantian Oli Gratis untuk Warga Terdampak
Sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana alam yang terjadi di Sumatra Utara, PT EMLI menjalankan program sosial bertajuk Federal Oil Peduli Bencana.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 20 Desember 2025
Peduli Bencana Sumatera Utara: Bantuan Pakaian dan Layanan Penggantian Oli Gratis untuk Warga Terdampak
Olahraga
Berjaya di SEA Games 2025, Tim Indonesia Pertegas Posisi 'Raja' Panahan Asia Tenggara
Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan kepercayaan para atlet, pelatih, ofisial dan semua pihak yang mendukung kami.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Berjaya di SEA Games 2025, Tim Indonesia Pertegas Posisi 'Raja' Panahan Asia Tenggara
Bagikan