KREATIVITAS tidak mengenal batas. Demikian yang ada di kepala Ujang, seniman di Tangerang. Ia menjadikan sampah plastik menjadi bentuk lain yang ia namakan Recycle Robotic. Banyak orang yang menyianyiakan sebuah
“Ide awalnya, dulu pas enggak punya duit, temen nikah. Dia minta bikinin janur terus gue bilang 'gue enggak bisa bikin janur, tapi gue bisa bikin robot'. Nah robot ini jadi penggantinya janur. Diupahin 1,5 juta. Dari uang itu gue bikin modal awal buat recycle ini,” cerita Ujang saat ditemui merahputih.com Di Tangerang Youth Fest, Kawasan Pemda Kabupaten Tangerang, Kamis (28/12).
Rycycle Robotic merupakan sebuah karya seni yang berasal dari bahan sampah plastik. Seperti keranjang, body motor, dispenser, helm dan media plastik yang lainnya
Menurut Ujang, pengumpulan bahan baku sampah pastiknya memakan proses yang cukup lama bisa sekitar 1 tahun.
Namun pembuatannya tidak membutuhkan waktu lama seperti robot berukuran tinggi 2 meterhanya sekitar 6 jam saja.
Bagi Ujang, media sampah plastik merupakan media terbatas. Justru itu yang membuatnya merasa asik untuk mengerjakannya. Karena menurutnya karena manusia penghasil sampah, ia mencoba bijaksana terhadap sampah.
Tanpa diduga ternyata Ujang membuat robot secara otodidak dan hanya seorang diri membuat karya seni yang sangat unik.
Ngomong-ngomong soal Recycle Robotic, dari karya tersebut Ujang mengaku dirinya dapat naik pesawat, menikah, membeli rumah, motor dan mobil.
Bagaimana tidak, untuk kisaran harganya, robot berukuran kecil dibanderol dengan harga Rp20 ribu - Rp400 ribu. Sementara untuk ukuran besar dengan tinggi sekitar 2 meter dijual dari mulai harga Rp2,5 juta - Rp15 juta.
Untuk penjualannya sendiri Ujang memang belum berani untuk impor. Namun sudah lebih dari 20 turis mancanegara yang membeli karya-karya Ujang.
Meski Awalnya ujang cuma iseng tapi setelah sampah ini menghasilkan, ia menjadikan pekejaan Recycle Robotic, pekerjaan tetap.
Karya-karya dari Ujang pun kerap mendapat penghargaan bergengsi salah satunya yaitu Penghargaan dari lomba yang berhasil meraih juara 2 Rycyle tingkat Povinsi Banten, juara satu tingkat Kota Tangerang dan ada beberapa lagi lainnya
Kendati demikian Ujang tak bertujuan untuk mencari penghargaan. Baginya yang terpenting adalah terus menularkan ilmu yang telah didapatnya dengan orang-orang yang mau berkreasi dan peduli dengan lingkungan.
Di sepanjang karirnya selama kurang lebih 10 tahun (2007-2017), suka duka Ujang merintis karya seninya sangat luar biasa.
“Pas di tahun-tahun awal banyak yang ngatain. Tapi lama kelamaan orang yang ngatain gue itu, butuh gue. Kalau menurut gue nih kalau kita bijaksana terhadap sesuatu maka sesuatu juga akan bijaksana terhadap kita,” kata Ujang. (ryn)