Merahputih.com - Jose Mourinho mendapat tantangan besar di panggung Eropa. Pelatih asal Portugal itu akan memimpin Real Madrid menghadapi Inter Milan pada matchday pertama Liga Champions 2026-2027 di Santiago Bernabeu, Rabu (9/9) dini hari WIB.
Pertandingan ini menghadirkan reuni emosional bagi Mourinho. Tepat 16 tahun lalu, ia meninggalkan Inter untuk bergabung dengan Real Madrid setelah membawa Nerazzurri meraih salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah klub.
Baca juga:
Pada musim 2009-2010, Mourinho mengantarkan Inter meraih treble. Nerazzurri menjuarai Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions dalam satu musim.
Gelar Liga Champions diraih setelah Inter mengalahkan Bayern Munchen 2-0 pada final yang digelar di Santiago Bernabeu.
Trofi tersebut menjadi yang pertama bagi Inter sejak 1965 sekaligus menjadikan mereka klub Italia pertama yang menyapu bersih tiga gelar utama dalam semusim.

16 Tahun Kemudian
Sehari setelah final, Mourinho mengisyaratkan bahwa pertandingan tersebut kemungkinan menjadi laga terakhirnya bersama Inter. Sekitar sepekan kemudian, kepindahannya ke Real Madrid resmi diselesaikan.
Kini, 16 tahun berselang, Mourinho kembali memimpin Real Madrid dalam misi mengembalikan kejayaan Los Blancos di Eropa. Menariknya, langkah pertama mereka justru mempertemukan Madrid dengan klub yang pernah mengantarnya ke puncak karier.
Baca juga:
Mourinho dan Inter Belum Kembali ke Puncak
Baik Mourinho maupun Inter belum mampu mengulangi kesuksesan Eropa yang mereka raih pada 2010.
Inter memang kembali mencapai final Liga Champions dua kali. Namun, mereka kalah dari Manchester City pada 2023 dan kemudian mengalami kekalahan telak dari Paris Saint-Germain di final 2025.
Sementara itu, perjalanan Mourinho di kompetisi Eropa setelah meninggalkan Madrid lebih banyak berlangsung di level yang lebih rendah.
Ia memang berhasil mengantarkan Manchester United menjuarai Liga Europa pada 2017 dan membawa AS Roma meraih trofi Conference League pada 2022. Namun, Mourinho belum kembali mengangkat trofi Liga Champions.
Misi Mengembalikan Madrid ke Takhta Eropa
Baca juga:
Musim Paling Brutal, Jalur Neraka Liga Champions 2026/27 Saling Sikut Calon Juara Sejak Awal
Kini, pada usia 63 tahun, Mourinho mendapat kesempatan untuk kembali bersaing di level tertinggi bersama Madrid.
Presiden Real Madrid, Florentino Perez, memberikan kepercayaan kepada Mourinho untuk membangkitkan kembali klub, terutama di Liga Champions.
Tugas tersebut tidak mudah. Real Madrid merupakan klub tersukses dalam sejarah kompetisi dengan 15 gelar Liga Champions, tetapi dominasi mereka mulai meredup dalam dua musim terakhir.
Pada 2025, Madrid tersingkir di perempat final setelah dikalahkan Arsenal. Musim berikutnya, mereka kembali gagal melangkah jauh setelah disingkirkan Bayern Munchen pada babak 16 besar.
Reuni di Santiago Bernabeu pun menjadi kesempatan bagi Mourinho untuk menunjukkan apakah dirinya masih mampu membawa Real Madrid kembali bersaing di level tertinggi Eropa.