PERUSAHAAN pakaian dalam, Rigby & Peller harus kehilangan salah satu pelanggan setianya sejak tahun 1960, Ratu Elizabeth. Pihak Kerajaan Britania Raya menghentikan suplai pakaian dalam Sang Ratu di perusahaan tersebut. Penghentian tersebut dilakukan setelah pengukur bra Ratu Elizabeth, June Kenton mempublikasikan buku berjudul Storm in a D-Cup.
Meski tak mengandung konten yang dapar membahayakan Sang Ratu, pihak kerajaan merasa keberatan dengan buku tersebut.
"Konten dalam buku tersebut tidak menyinggung pihak kerajaan," ujar Kenton.
Dalam bukunya, ia hanya mengungkapkan jika dirinya pernah masuk ke istana. Namun tak membeberkan apa yang terjadi ketika ia ke sana. Dirinya juga mengatakan, tak menceritakan apa yang ia lakulan selama di sana.
Menurut informasi yang dilansir dari Vanity Fair, Kenton telah menjadi pengukur bra resmi Sang Ratu sejak 1980. Dirinya tak hanya dipercaya sebagai pengukur bra Ratu Elizabeth II tetapi juga bra Putri Margaret dan Ibu dari Ratu.
Sayangnya, karirnya harus berakhir setelah pihak kerajaan keberatan dengan buku yang dipublikasikannya dan memutuskan untuk mengakhiri kerja sama yang telah terjalin puluhan tahun.
"Keputusan tersebut menjadi akhir yang mengecewakan dalam perjalanan karir saya. Namun saya tak bisa melawan pihak Istana Buckingham dan aku tak mau melakukan itu," tutur wanita berusia 82 tahun tersebut. (avia)