Ramai soal Dentuman dan Kilatan Cahaya di Utara Cianjur, PVMBG Menduga Dipicu Fenomena Energi Elektromagnetik

Frengky AruanFrengky Aruan - Selasa, 06 Januari 2026
Ramai soal Dentuman dan Kilatan Cahaya di Utara Cianjur, PVMBG Menduga Dipicu Fenomena Energi Elektromagnetik

Kilatan cahaya kemerahan terekam dari CCTV rumah warga di Kecataman Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, setelah terdengar suara dentuman cukup keras pada Senin malam. (ANTARA/Ahmad Fikri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menduga dentuman keras dan kilatan cahaya kemerahan yang terjadi di wilayah utara Cianjur, Jawa Barat dipicu fenomena energi elektromagnetik.

PVMBG masih terus mendalami, termasuk pemicunya. Terlebih tidak ada aktivitas kegempaan yang biasanya menjadi pemicu terjadinya fenomena alam tersebut seperti disampaikan Penyelidik Bumi Utama PVMBG Supartoyo, Selasa (6/1).

Adapun Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menduga suara dentuman dan kilatan cahaya yang sempat terlihat warga di sejumlah kecamatan bagian utara Cianjur seperti Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi akibat aktivitas manusia.

Kepala BMKG Jabar Teguh Rahayu menjelaskan bahwa saat peristiwa tersebut terjadi tidak ada aktivitas kegempaan dan petir di wilayah Cianjur yang terdata di BMKG Bandung, sehingga pihaknya menduga hal tersebut buatan manusia.

Baca juga:

Jalur Selatan Cianjur Kini Dapat Dilalui secara Normal Setelah Sempat Tertutup Longsor dan Pohon Tumbang, Pengguna Jalan Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

"Petugas dan alat yang terpasang di BMKG Bandung tidak menunjukkan adanya aktifitas kegempaan dan badai petir di wilayah Cianjur, sehingga kami menduga aktivitas tersebut buatan manusia," katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Cianjur Iwan Karyadi, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. BPBD Cianjur masih menelusuri informasi pasti penyebab dentuman dan kilatan cahaya yang sempat meresahkan warga.

"Kami masih mencari informasi pastinya sehingga warga jangan panik namun tetap waspada, kami sudah melakukan koordinasi dengan PVMBG dan BMKG apa penyebab suara dentuman dan kilatan cahaya yang terjadi malam itu," katanya.

Suara dentuman terdengar warga Kecamatan Pacet, Cipanas dan Sukaresmi pada Senin (5/1) malam sekitar pukul 22.15 WIB. Membuat warga berhamburan keluar rumah.

Tidak lama berselang warga melihat kilatan cahaya kemerahan di langit, sehingga mereka memilih bertahan di luar rumah cukup lama karena takut hal yang tidak diinginkan terjadi, hingga menjelang tengah malam sebagian besar warga kembali masuk ke dalam.

"Suaranya bergemuruh disertai dentuman cukup kencang, sehingga kami berlarian keluar rumah, dalam hitungan detik diikuti kilatan cahaya kemerahan di langit, selang setengah jam kami baru masuk ke dalam," kata warga Kecamatan Cipanas Dede Sandi seperti dilaporkan Antara.

#Cianjur #Dentuman #BMKG #PVMBG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Frengky Aruan

Jurnalis dan editor senior yang berkarier di media nasional sejak 2011. Mengawali karier sebagai reporter di BolaNews (Kompas Gramedia Group), kemudian menjadi editor di Sport Satu, sebelum bergabung sebagai Editor Senior di MerahPutih.com dan BolaSkor.com. Berpengalaman meliput perkembangan sepak bola nasional sejak era dualisme PSSI, dengan fokus pada jurnalisme investigasi, wawancara mendalam, analisis taktis dan statistik olahraga, penyuntingan berita, serta jurnalisme cek fakta untuk berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Suhu Tinggi Konsentrasi Di Atas Ambang Batas Normal Munculkan Blue Fire Papandayan
Suhu dan konsentrasi gas yang sangat tinggi tersebut dinilai juga mampu membakar material belerang yang menempel di sekitar dinding kawah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Suhu Tinggi Konsentrasi Di Atas Ambang Batas Normal Munculkan Blue Fire Papandayan
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Cuaca Ekstrem di Sejumlah Kota Hari Ini, Hujan Petir hingga Gelombang 4 Meter
BMKG memperkirakan sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan, bahkan beberapa wilayah diprakirakan mengalami hujan lebat disertai petir pada Senin, 28 September.
Frengky Aruan - Senin, 28 September 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Cuaca Ekstrem di Sejumlah Kota Hari Ini, Hujan Petir hingga Gelombang 4 Meter
Indonesia
Awas Angin Kencang! Cek Potensi Hujan & Prakiraan Cuaca Indonesia 25-28 September 2026
Mau bepergian minggu ini? Cek dulu prakiraan cuaca Indonesia dan potensi hujan sepekan periode 25-28 September 2026. Hati-hati ada ancaman angin kencang!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 25 September 2026
Awas Angin Kencang! Cek Potensi Hujan & Prakiraan Cuaca Indonesia 25-28 September 2026
Indonesia
BMKG Ungkap Arus di Mengarah ke Barat sejak 10 September, Membawa Jenazah ABK Rombongan Jurnalis Gunung Anak Krakatau Jauh ke Bengkulu
Arus di sekitar perairan Selat Sunda barat Pandeglang mengarah ke barat.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
BMKG Ungkap Arus di Mengarah ke Barat sejak 10 September, Membawa Jenazah ABK Rombongan Jurnalis Gunung Anak Krakatau Jauh ke Bengkulu
Indonesia
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Daratan baru seluas 32,8 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau setelah erupsi. Badan Geologi menjelaskan dugaan asal material pembentukannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
BMKG Prakirakan Musim Hujan Indonesia Berlangsung November-Desember
Musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
BMKG Prakirakan Musim Hujan Indonesia Berlangsung November-Desember
Indonesia
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Data analisis BMKG menunjukan sebanayk 25 wilayah akan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Indonesia
BMKG: Lebih dari 61 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Bantul 131 Hari Tanpa Hujan
BMKG mencatat lebih dari 61 persen wilayah Indonesia masih kemarau. Bantul mengalami 131 hari tanpa hujan, musim hujan diprediksi mulai November-Desember 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
BMKG: Lebih dari 61 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Bantul 131 Hari Tanpa Hujan
Indonesia
BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat di Banyak Wilayah Indonesia
BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada November-Desember 2026. Awalnya tak serentak dan sejumlah daerah diprediksi terlambat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat di Banyak Wilayah Indonesia
Indonesia
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
anjir bandang terjang Solok akibat hujan lebat 94 mm/hari. BMKG sebut peringatan dini sudah dikeluarkan 7 hari sebelum bencana.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
Bagikan