Ramadan makin Dekat, jangan Lupa Ganti Puasa yang Terutang
(Foto: pexel/khats cassim)
MERAHPUTIH.COM - RAMADAN 1447 Hijriah akan tiba dalam hitungan hari. Bulan puasa disambut dengan penuh antusiasme oleh muslim sedunia. Namun, untuk melengkapi suka cita merayakan Ramadan tahun ini, hendaknya penuhi dulu utang puasa dari tahun lalu.
Hukum ganti puasa sendiri merupakan wardu ai'n, alias wajib bagi setiap muslim. Tak peduli apa pun jenis kelaminnya, tak peduli apa pun udzhur yang mengikuti batalnya puasa atau tidak wajibnya hukum puasa pada tahun lalu.
Anjuran yang mengimbau untuk mengganti puasa sendiri disampaikan dalam Alquran dengan tegas. Disebut dalam Al-Baqarah ayat 184 yang memerintahkan untuk mengganti (qadha) puasa Ramadan bagi orang yang sakit atau dalam perjalanan.
'Faman kana minkum maridhoon au a'la safariin faai'ddatu min ayyaamiin ukhor. wa ‘alal-la??na yu??q?nah? fidyatun ?a‘?mu misk?n(in), faman ta?awwa‘a khairan fahuwa khairul lah(?), wa an ta??m? khairul lakum in kuntum ta‘lam?n(a)'.
Artinya: (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan,) itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Baca juga:
Niat Puasa Ayyamul Bidh Bulan Rajab 1447 H: Bacaan, Jadwal, dan Keutamaannya
Lantas Kapan Waktu Menggant Puasa
Mengganti puasa Ramadan yang tertinggal bisa dilakukan kapan saja. Selagi tidak dilakukan bersamaan dengan puasa wajib Ramadan. Tak hanya itu, mengganti puasa Ramadan juga tidak boleh diniatkan dengan melakukan puasa sunnah apa pun. Waktu terakhir melakukan pusaa ganti Ramdan biasanya jatuh pada bulan Syaa'baan.
Dijelaskan oleh Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid fi Nihayatil Muqtashid berikut:
'Adapun puasa separuh terakhir bulan Sya'ban terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama, ada yang menyatakan makruh, dan sebagian lagi membolehkannya. Adapun ulama yang mengatakan makruh, maka berdasarkan hadis yang diriwayatkan, bahwa Nabi SAW bersabda: 'Tidak ada puasa setelah pertengahan bulan Sya'ban hingga Ramadan'.'
Syarat sah melaakukan puasa ganti Ramadan
1. Membaca niat?
Karena ini merupakan ibadah mengganti puasa wajib, rukunnya mengikuti pelaksaan puasa Ramadan. Niat puasa ganti Ramadan mesti dilakukan sebelum berakhirnya subuh. Bisa setelah selesai menunaikan salat isya. Jika seseorang menunda niat hingga mendekati waktu subuh, ada kemungkinan lupa melakukannya karena terburu-buru atau terlelap tidur. Dengan membaca niat setelah salat isya, seseorang memastikan bahwa syarat sah puasa, yaitu niat, telah terpenuhi dengan baik.
2. Waktu mengqadha puasa Ramadan boleh dilakukan dari Syawal hingga Syaban kecuali pada hari tasyrik dan hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, yakni pada Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal, dan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah.?
3. Puasa qadha Ramadan dapat dilakukan secara beruntun ataupun terpisah.
4. Puasa qadha tidak boleh dibatalkan kecuali terdapat udzur yang dibenarkan secara syariah.
Niat Melakukan Puasa Pengganti
'Nawaitu shauma ghadin ‘an qadaa’i fardhi syahri Ramadhaana lillaahi ta’aalaa'.
Artinya: 'Saya berniat mengganti (mengqadha) puasa bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala'.(Tka)
Baca juga:
Bagikan
Tika Ayu
Berita Terkait
Ramadan makin Dekat, jangan Lupa Ganti Puasa yang Terutang
Niat Puasa Ayyamul Bidh Bulan Rajab 1447 H: Bacaan, Jadwal, dan Keutamaannya
Intermittent Fasting, antara Janji dan Jebakan, Bisa Bermanfaat Juga Tingkatkan Risiko Kardiovaskular
Puasa Tasua dan Asyura 2025: Jadwal, Keutamaan, dan Niat Lengkap
Duh, Tingginya Kasus Kematian Jamaah Haji Indonesia Jadi Sorotan Arab Saudi
Pertanda Bahaya! 418 Jamaah Haji Indonesia Meninggal Mayoritas Penyakit Jantung
Gegara Ancaman Teror Bom Saudia Airlines, Pemulangan Jamaah Haji Embarkasi Solo Terlambat
Jemaah Haji Indonesia ‘Selundupkan’ Air Zamzam Berujung Dibongkar Aparat Arab Saudi
Jamaah Haji Jangan Nekat Sembunyikan Air Zamzam di Koper, Pasti Kena Sita!
Saudi Alami Puncak Panas Ekstrem, Jamaah Haji Jangan Keluar Hotel 10.00–16.00