MerahPutih.com - Galatasaray maupun Fenerbahce belum berhasil mencapai kesepakatan untuk Rafael Leao.
Kini, muncul anggapan yang semakin kuat di kalangan media Italia, bahwa pemain Portugal tersebut bisa saja tetap bertahan bersama AC Milan hingga musim 2026/27.
Sebelumnya, Rossoneri berencana menjual Leao pada musim panas ini. Pemain 26 tahun tersebut telah menghabiskan tujuh musim terakhir di San Siro.
Baca juga:
Brahim Diaz Berpeluang Balik ke AC Milan, Rossoneri Mulai Siapkan Pengganti Rafael Leao
Rafael Leao Berpeluang Bertahan di AC Milan
Lalu, ia secara terbuka menyatakan beberapa kali sepanjang musim panas ini, bahwa inilah saat yang tepat untuk pindah dan mencoba tantangan baru.
Saat ini, Milan belum berhasil menemukan pembeli yang mampu memenuhi tuntutan baik dari pihak klub maupun sang pemain.
Sebelumnya, Leao telah mengungkapkan ambisinya untuk bermain di Premier League atau La Liga. Namun sejauh ini, satu-satunya minat nyata datang dari Turki. Galatasaray dan Fenerbahce telah melakukan pembicaraan mengenai potensi kesepakatan.
Laporan selama akhir pekan menyebutkan, Fenerbahce sedang menyiapkan tawaran baru untuk Milan dan Leao, yang kabarnya bernilai hampir 50 juta euro (Rp 1 triliun).
Baca juga:
Bruno Guimaraes Selangkah Lagi Gabung Arsenal, Newcastle Akhirnya Terima Tawaran Fantastis
AC Milan Cuma Mau Tawaran Rp 1 Triliun untuk Rafael Leao
Menurut laporan TMW, sang pemain masih belum yakin, sementara Milan enggan mempertimbangkan tawaran di bawah angka 50 juta euro (Rp 1 triliun).
Rossoneri bersikeras bahwa mereka hanya akan melepas Leao lewat transfer permanen musim panas ini, dengan harga minimal 50 juta euro (Rp 1 triliun) dan angka permintaan awal di kisaran 60 juta euro (Rp 1,2 triliun).
Mengingat jendela transfer musim panas tinggal menyisakan waktu kurang dari sebulan dan belum ada kemajuan terkait penjualan Leao, muncul kemungkinan besar sang pemain akan tetap bertahan di Milan hingga memasuki musim 2026/27.
Laporan juga menyebutkan, bahwa skenario ini merupakan kemungkinan yang paling kecil terjadi saat ini. Namun, tetap menjadi opsi yang tidak bisa dikesampingkan. (sof)

