NAMA Pusakata mungkin asing buat Anda. Namun, tidaklah sepenuhnya demikian karena Pusakata merupakan nama panggung baru dari mantan vokalis band Payung Teduh, Mohamad Istiqamah Djamad atau yang lebih dikenal dengan Is.
Pada Java Jazz Festival 2018 hari ketiga yang digelar di JIExpo kemayoran pada Minggu (4/3), Pusakata turut memeriahkan pagelaran musik yang diadakan setiap tahun tersebut.
Penampilan malam itu merupakan yang pertama di Java Jazz Festival sebagai seorang solois. Setelah memutuskan hengkang dari band Payung Teduh yang telah membesarkan namanya, pada akhir tahun 2017 lalu.
Dibalut busana santai dengan celana pendek, Pusakata tampil di MLD Bus Stage untuk menghibur para festival goers yang hadir pada pukul 21.15 WIB.
Pusakata membuka penampilannya lewat lagu Di Atas Meja yang merupakan dalah satu lagu di Album Ruang Tunggu dari grup band Payung Teduh yang yelah dirilis pada 2017 silam.
Setelah itu, Pusakata melanjutkan penampilannya lewat lagu Menuju Senja. Sebelum membawakan lagu tersebut, Pusakan bercerita tentang sebuah kisah di balik lagu tersebut
“Lagu ini bercerita tentang seorang putra Belanda yang hobi naik sepeda keliling Bandung dan akhirnya bertemu wanita bernama Suka yang menjadi pembantu di toko roti laki-laki Belanda itu,” ucap Pusakata.
Lebih lanjut ia mengatakan, “Ini adalah lagu yang mengukir perjalanan mereka di sore hari.”
Panampilan penyanyi berambut keriting tersebut tak hanya sampai disitu. Ia pun langsung melanjutkan penampilan dengan lagu Di Atas Pepohonan, Kita hanya Sebentar, dan lagu yang cukup fenomenal, yaitu Untuk perempuan yang sedang dalam Pelukan.
Malam itu, Pusakata memberikan sebuah kejutan dengan mempersembahkan sebuah lagu untuk Payung Teduh, yakni lagu bertajuk Muram.
“Ini adalah lagu yang berjudul Muram, surat untuk teman-teman saya di Payung Teduh," ujarnya.
Selain membawakan lagu-lagu yang dulu bersama Payung Teduh, Pusakata jugua memperkenalkan lagu dari proyek terbarunya bersama The Panganans, yaitu Kehabisan Kata. Single itu sendiri baru akan dirilis secara resmi dua minggu mendatang.
Di penghujung penampilannya, kendati telah menjadi solois, Pusakata tetap membawakan lagu andalan dari Payung Teduh, yaitu Akad.
Dengan nuansa musik mendayu, penampilan Pusakata sukses membuat para penonton tehanyut.(Ryn)