Puluhan Warga Sukoharjo Keracunan Usai Santap Makanan Pernikahan, 8 Dibawa ke Puskesmas

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Februari 2025
Puluhan Warga Sukoharjo Keracunan Usai Santap Makanan Pernikahan, 8 Dibawa ke Puskesmas

Bakteri yang terdapat pada makanan sebabkan keracunan. (Foto: Pixabay/derneuemann)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Puluhan warga Dukuh Jonggolan, Desa Ponowaren, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, mengalami keracunan usai menyantap hidangan dalam acara kenduri selapanan acara pernikahan, Senin (10/2).

Akibat kejadian tersebut delapan orang diantaranya dilarikan ke Puskesmas Tawangsari.

Kapolsek Tawangsari AKP Sugimin, mengatakan, berdasarkan data masuk ke polisi warga yang mengalami keracunan massal sebanyak 27 orang.

Dari jumlah tersebut, 8 orang diantaranya harus menjalani perawatan medis di Puskesmas Tawangsari.

"Kami mendapati laporan warga keracunan massal usai menyantap hidangan dalam acara kenduri selapanan acara pernikahan,” ujar Sugimin, Selasa (11/2).

Baca juga:

Legislator Ingatkan Rantai Pasok Makanan Harus Diperkuat Hindari Siswa Keracunan MBG

Warga yang tidak masuk Puskesmas, diklaim kondisinya baik-baik saja dan bisa beristirahat di rumah. Sementara itu, terkait sampel makanan sudah diambil Dinkes Sukoharjo.

"Dinkes Sukoharjo bergerak cepat ambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium, untuk mengetahui penyebab pasti keracunan massal ini," katanya.

Kepala Dinkes Sukoharjo Tri Tuti Rahayu, menambahkan kejadian ini belum masuk kategori luar biasa (KLB). Untuk penyebab keracunan belum bisa disimpulkan.

“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium dan terus memantau kondisi para korban agar bisa lekas sembuh. Saya minta masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam mengolah dan menyajikan makanan,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah).

#Keracunan #Puskesmas #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Indonesia
Cegah Keracunan, Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur Saat Jam Masak
BGN juga menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kejenuhan pengelola SPPG.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Cegah Keracunan, Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur Saat Jam Masak
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Bagikan