Puluhan GP Ansor Lulus PKL

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 25 April 2017
Puluhan GP Ansor Lulus PKL

Para Pengurus GP Ansor dalam sebuah acara di Jakarta. (Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Sebanyak 46 kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Tengah dinyatakan lulus dalam Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) yang dilaksanakan di Palu, 21 - 24 April 2017.

Ketua Wilayah GP Ansor Sulteng, Adha Nadjemuddin mengapresiasi para kader yang telah berhasil mengikuti PKL sampai dengan hari terakhir.

"Saya bangga dengan seluruh peserta PKL yang mampu bertahan sampai dengan akhir kegiatan," katanya di Palu, Senin (24/4).

Menurut Adha, pihaknya akan segera mengganti beberapa pengurus cabang GP Ansor yang sampai saat ini tidak aktif atau mati suri.

"Ada beberapa kader yang seusai kegiatan PKL ini akan kami jadikan karetaker pada cabang-cabang yang sudah tidak aktif. Semua demi kebaikan GP Ansor ke depan," kata Adha.

Ia berharap, ke depan GP Ansor bisa membuktikan eksistensinya di tengah beragam permasalahan yang ada di Tanah Air dengan ikut berpartisipasi memberikan solusi baik secara pemikiran maupun tindakan.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu juga dirangkaikan dengan Rapat Koordinator Wilayah (Rakorwil) dan Dialog Publik yang menghadirkan Nurmawati Dewi Bantilan sebagai pembicara utama dengan tema kemandirian ekonomi kader.

Kegiatan PKL ini tidak hanya diikuti kader GP Ansor yang ada di kota Palu, namun dari beberapa kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah juga ikut berpartisipasi, seperti Parigi Moutong (Parimo), Morowali Utara, Morowali, Tolitoli, Buol, Donggala, dan Sigi.

Salah satu peserta PKL dari Buol, Bahrin mengatakan bahwa selain pelatihan dan pemantapan pemahaman terhadap ke-Ansoran dan ke-NU-an, PKL juga mengharuskan para peserta terjun langsung ke lapangan guna meneliti permasalahan yang ada di masyarakat untuk selanjutnya dicarikan solusi.

Sumber: ANTARA

#GP Ansor #Nahdlatul Ulama (NU) #Sulawesi Tengah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang. Ia memberi selamat kepada Gus Kikin dan Kiai Miftach serta berpesan soal pengabdian bagi bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Indonesia
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Prabowo menerima Kartanu dari PBNU yang tertulis sebagai anggota seumur hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Indonesia
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Muktamar Ke-35 NU Tambakberas Dimulai Besok! Cek Jadwal, Agenda, dan Isu Panas di Sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 26 Agustus 2026
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Indonesia
Kiai Sepuh Tebuireng Bongkar Politik Uang Jelang Muktamar NU: Bukan Isu, Ada yang Ngaku!
Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), isu politik uang kembali mencuat.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Kiai Sepuh Tebuireng Bongkar Politik Uang Jelang Muktamar NU: Bukan Isu, Ada yang Ngaku!
Indonesia
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Warga NU di tingkat bawah memiliki aspirasi sederhana, yakni agar para muktamirin memilih calon pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Indonesia
Ahmad Baso Ungkit Sejarah NU, Minta Larangan Rangkap Jabatan Dibahas di Muktamar ke-35
Ahmad Baso menilai larangan rangkap jabatan dalam ART NU perlu ditinjau kembali dan mendorong pembahasannya dalam Muktamar ke-35 NU.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 07 Agustus 2026
Ahmad Baso Ungkit Sejarah NU, Minta Larangan Rangkap Jabatan Dibahas di Muktamar ke-35
Indonesia
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Organisasi sebesar NU membutuhkan kemampuan manajerial yang mampu menggerakkan perubahan secara nyata.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Indonesia
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya. 

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
Indonesia
Soroti Dinamika PBNU, Cak Imin: Yang Berpolitik Silakan di Partai Saja
Cak Imin menanggapi dinamika yang terjadi di PBNU menjelang Muktamar ke-35. Ia mengatakan, bahwa yang bermain-main di NU bisa dikeluarkan.
Soffi Amira - Senin, 22 Juni 2026
Soroti Dinamika PBNU, Cak Imin: Yang Berpolitik Silakan di Partai Saja
Indonesiaku
Spesies Baru Rhododendron Ditemukan di Sulteng, Namanya Diambil dari Tokoh Adat Suku Pamona
Spesies baru Rhododendron yombuwurii di Sulawesi Tengah. Nama diambil dari tokoh adat Pamona, Pendeta Yombu Wuri.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
Spesies Baru Rhododendron Ditemukan di Sulteng, Namanya Diambil dari Tokoh Adat Suku Pamona
Bagikan