Sebanyak 46 kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Tengah dinyatakan lulus dalam Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) yang dilaksanakan di Palu, 21 - 24 April 2017.
Ketua Wilayah GP Ansor Sulteng, Adha Nadjemuddin mengapresiasi para kader yang telah berhasil mengikuti PKL sampai dengan hari terakhir.
"Saya bangga dengan seluruh peserta PKL yang mampu bertahan sampai dengan akhir kegiatan," katanya di Palu, Senin (24/4).
Menurut Adha, pihaknya akan segera mengganti beberapa pengurus cabang GP Ansor yang sampai saat ini tidak aktif atau mati suri.
"Ada beberapa kader yang seusai kegiatan PKL ini akan kami jadikan karetaker pada cabang-cabang yang sudah tidak aktif. Semua demi kebaikan GP Ansor ke depan," kata Adha.
Ia berharap, ke depan GP Ansor bisa membuktikan eksistensinya di tengah beragam permasalahan yang ada di Tanah Air dengan ikut berpartisipasi memberikan solusi baik secara pemikiran maupun tindakan.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu juga dirangkaikan dengan Rapat Koordinator Wilayah (Rakorwil) dan Dialog Publik yang menghadirkan Nurmawati Dewi Bantilan sebagai pembicara utama dengan tema kemandirian ekonomi kader.
Kegiatan PKL ini tidak hanya diikuti kader GP Ansor yang ada di kota Palu, namun dari beberapa kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah juga ikut berpartisipasi, seperti Parigi Moutong (Parimo), Morowali Utara, Morowali, Tolitoli, Buol, Donggala, dan Sigi.
Salah satu peserta PKL dari Buol, Bahrin mengatakan bahwa selain pelatihan dan pemantapan pemahaman terhadap ke-Ansoran dan ke-NU-an, PKL juga mengharuskan para peserta terjun langsung ke lapangan guna meneliti permasalahan yang ada di masyarakat untuk selanjutnya dicarikan solusi.
Sumber: ANTARA

