PSSI Minta Mitra Kukar Patuhi Sanksi Komdis
Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria (kiri). (MP/John Abimanyu)
MerahPutih.com - Klub-klub sepak bola diharapkan menunjukkan sikap profesional dan menjunjung tinggi integritas klub serta liga. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) meminta semua klub mematuhi keputusan komisi disiplin (Komdis).
"Surat keputusan sudah dikirim setelah itu otomatis hukuman berlaku. Itu harus dihormati," ujar Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria dalam keterangan PSSI di Jakarta, Kamis (9/11).
Hal itu menanggapi kasus tim Go-Jek Traveloka Liga 1 Mitra Kukar yang melanggar keputusan Komdis PSSI dengan memainkan Mohamed Sissoko di laga kontra Bhayangkara FC pada tanggal 3 November 2017 dan Persiba Balikpapan pada 11 November 2017, meski Sissoko sudah divonis dilarang tampil di dua laga.
Tindakan Mitra Kukar menurunkan Sissoko di laga kontra Bhayangkara FC berbuntut panjang, setelah Komdis PSSI menjatuhkan hukuman berupa kekalahan "walk out" atau WO dengan skor 0-3 untuk tim asal Kalimantan Timur ini beserta denda Rp 100 juta.
Ini artinya, laga yang sejatinya berakhir seri 1-1 itu dimenangkan oleh Bhayangkara FC. Bhayangkara FC pun hampir dipastikan menjadi juara Liga 1 karena poinnya di klasemen, 68 poin, dipastikan tidak bisa terkejar oleh pesaing terdekatnya, Bali United yang memiliki 65 poin, karena unggul "head to head".
Akan tetapi, status juara itu masih 'menggantung' karena Mitra Kukar dipersilakan mengajukan banding. Terkait keputusan Komdis terhadap Mitra Kukar, PSSI sebagai federasi menganggapnya sudah tepat dan merujuk pada Pasal 57 Regulasi Liga 1, ayat 13 dan 14.
Pasal 13 menyebut "Ketentuan tentang kartu kuning dan kartu mengikuti aturan yang ditetapkan dalam Kode Disiplin".
Sementara pasal 14 menyatakan "Klub bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan terhadap kartu kuning dan/atau kartu merah serta status hukuman yang diterima oleh pemain dan ofisial masing-masing dan memastikan semua pemain dan ofisial tersebut terdaftar dan berhak untuk terlibat dalam pertandingan. Keberatan atau protes yang disampaikan setelah pertandingan berakhir akan diabaikan".
Sebelumnya, pihak Bhayangkara FC juga sudah mengeluarkan pernyataan resmi yang isinya kurang lebih sama dengan PSSI, menyandarkan argumen pada Pasal 57, ayat 13 dan 14 Regulasi Liga 1.
Tim yang dinaungi Kepolisian Republik Indonesia ini menambahkan fakta bahwa mereka merupakan klub dengan catatan terbaik di Liga 1.
"Faktanya, Bhayangkara adalah tim yang paling banyak menang dari tim lain di Liga 1. Dalam memenangi laga-laga itu, kami tidak pernah mendapatkan bantuan siapapun baik di kandang maupun tandang," tulis rilis resmi Bhayangkara FC. (*)
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Imbas Suporter Nyalakan Flare, Persis Solo Didenda Rp 250 Juta oleh Komdis PSSI
Timnas Indonesia Akan Jajal Bulgaria, Kepulauan Salomon, atau St. Kitts Nevis, Erick Thohir: Ujian Bersaing di Level Dunia
Arsitek Timnas Indonesia John Herdman Berkomitmen Libatkan Sebanyak Mungkin Pelatih Lokal di Tim Kepelatihan
Pesan Erick Thohir untuk John Herdman, Cepat Beradaptasi dan Bawa Timnas Indonesia Berprestasi
Lupakan Mantan, John Herdman Kini Jatuh Cinta dan Terobsesi Bawa Indonesia ke Piala Dunia
Hadapi Ekspektasi Tinggi, John Herdman Tegaskan Siap Jalani Proses Panjang bersama Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Latih Timnas Indonesia, Mau Bawa Skuad Garuda ke Piala Dunia
John Herdman Resmi Menjadi Pelatih Kepala Timnas Indonesia, Bidik Piala Dunia 2030
Resmi Diperkenalkan PSSI ke Publik, John Herdman Pede Bisa Hadapi Tekanan Suporter Timnas
John Herdman Belum Tentu Dibantu 2 Asisten Pelatih Asing Tangani Timnas Indonesia