Merahputih.com - Lampu stadion Stade Louis II siap berpijar lebih terang saat dua raksasa Prancis harus saling tikam di panggung tertinggi Eropa. Tak ada lagi keramahan khas kompetisi domestik antar keduanya, yang tersisa hanyalah ambisi untuk menyingkirkan saudara senegara sendiri.
Paris Saint-Germain (PSG) datang sebagai penyandang status juara bertahan, namun bayang-bayang kekalahan pahit 0-1 dari Monaco pada November lalu masih terasa seperti luka yang belum kering. Aroma balas dendam justru memanaskan atmosfer menjelang bentrokan perdana kedua tim di kompetisi antarklub Eropa ini.
Baca juga:
Anomali Luis Enrique: Galak di Eropa, Memble di Lokal
Laju PSG di kancah domestik musim ini memang tidak semulus biasanya. Kekalahan 1-3 dari Rennes akhir pekan lalu memaksa tim ibu kota menyerahkan takhta klasemen kepada Lens.
Namun, pelatih Luis Enrique tampaknya memiliki "mantra" berbeda saat lagu kebangsaan Liga Champions berkumandang. Statistik menunjukkan transformasi luar biasa armada Enrique saat memasuki fase gugur.
“Skuad ini memenangkan 67% pertandingan di babak gugur Liga Champions, berbanding jauh dengan hanya 45% di fase liga atau grup,” tulis data statistik Superkomputer Opta.
PSG juga disorot jika sudah menyentuh babak eliminasi. Hal ini membuktikan bahwa Les Parisiens memiliki mentalitas juara yang mampu meledak tepat pada waktunya, meskipun performa di liga lokal sedang goyah.
Baca juga:
Jadwal Leg Pertama Playoff 16 besar Liga Champions 2025/26, Ada Real Madrid dan PSG
Prediksi Superkomputer: Monaco Menanti Keajaiban
Meski terpaut 20 poin di klasemen liga, Monaco tetap menjadi ancaman nyata yang tak boleh dipandang sebelah mata. Keberhasilan menundukkan PSG tahun lalu menjadi modal kepercayaan diri yang besar bagi tuan rumah.
Namun, hitung-hitungan matematis berkata lain. Kekuatan PSG yang merata di setiap lini membuat sang juara bertahan tetap menjadi favorit utama untuk melaju ke babak berikutnya.
Berdasarkan analisis terbaru, superkomputer opta memberikan peluang menang sebesar 56,5% bagi PSG. Angka ini jauh mengungguli Monaco yang hanya diberi peluang sebesar 20,7%.
| Analisis | Paris Saint-Germain (PSG) | AS Monaco |
| Status Kompetisi | Juara Bertahan Champions League | Penantang |
| Persentase Menang (Opta) | 56.5% | 20.7% |
| Rasio Menang Knockout | 67% (Di bawah Luis Enrique) | - |
| Pertemuan Terakhir | Kalah 0-1 (November) | Menang 1-0 (November) |
| Posisi Liga Lokal | Peringkat 2 | Peringkat 8 |
| Jarak Poin di Liga | Unggul 20 Poin | Tertinggal 20 Poin |