Merahputih.com - Liam Rosenior terpaksa menurunkan Mamadou Sarr sebagai bek kanan akibat cedera Reece James serta kondisi Malo Gusto sakit. Namun, pilihan tersebut berubah menjadi petaka kala pemain muda tersebut melakukan kesalahan fatal di awal babak pertama.
“Enam menit pertama kami masih dalam permainan, kami berada di area mereka, lalu mereka mencetak gol. Saya tahu Mamadou pemain muda bagus, tapi ini hal harus dilalui dan dipelajari,” kata Rosenior.
Baca juga:
Cukur Chelsea 3-0, PSG Melaju ke PSG Melangkah ke Perempat Final Liga Champions 2025/26
Pelatih Chelsea tersebut menegaskan gol pembuka PSG murni berasal dari kesalahan individu, bukan cacat strategi. Ia merasa rencana permainan sebenarnya berjalan cukup baik sebelum momen kecerobohan tersebut terjadi.
“Kami membuat kesalahan, itu kesalahan individu. Tidak ada salah secara taktik, dan Khvicha Kvaratskhelia sebagai pemain top memanfaatkannya untuk mencetak gol,” tegas dia.
Kehilangan Pilar Utama dan Mental Bertanding
Ketidakhadiran sosok kapten Reece James di sektor kanan pertahanan terbukti meninggalkan lubang besar. Meskipun Rosenior sebelumnya percaya pada kemampuan Sarr berdasarkan pengalaman bersama di Strasbourg, atmosfer Liga Champions ternyata memberi tekanan berbeda bagi sang pemain muda.
Baca juga:
Prediksi Susunan Pemain Chelsea vs PSG: The Blues Butuh Keajaiban Balas Kekalahan 5-2
“Itu memberi mereka kepercayaan diri dan keunggulan. Lalu Bradley Barcola mencetak gol luar biasa dari jarak jauh. Kami harus belajar di level tertinggi untuk lebih klinis dan menjaga pertahanan, dan kami gagal melakukannya,” tutur Rosenior.
Kekalahan telak ini memaksa Chelsea mengubur mimpi meraih trofi Eropa musim ini. Kini, fokus penuh harus segera beralih menuju kompetisi domestik guna memperbaiki posisi klasemen serta mengembalikan mentalitas pemenang skuad asuhan Liam Rosenior.