Proyek Pengendalian Banjir Terkendala Pembebasan Lahan

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 29 Desember 2014
Proyek Pengendalian Banjir Terkendala Pembebasan Lahan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional- Proses pengendalian banjir di Jakarta kerap terkendala pembebasan lahan. Akibatnya, banyak program yang ditargetkan rampung pada tahun ini tidak dapat terealisasi.

Kepala Seksi Pemeliharaan dan Pengendalian Banjir Dinas PU DKI Jakarta, Warsito mengatakan, sejumlah pengendalian banjir melalui program normalisasi kali dan pembuatan waduk yang direncanakan sebagian rampung pada tahun ini tidak dapat terealisasikan. Sebab, banyak lahan yang diduduki warga sulit untuk dibebaskan.

"Ada yang suratnya belum sertifikat, ada ahli waris yang belum tandatangan dan sebagainya," kata Warsito saat dihubungi merahputih.com, Senin (29/12).

Warsito mencontohkan dampak dari pembebasan lahan itu, yakni pembuatan enam waduk yang tidak sesuai rencana, diantaranya waduk Pondok Rangon, JakartaTimur; Waduk Berigif, Jakarta Selatan, Waduk Hankam, Jakarta Timur dan WadukMarunda. Waduk yang masing-masing seharusnya memiliki luas 30 hektare saat ini rata-rata hanya memiliki luas 5-6 Hektare. Begitu juga dalam normalisasi kali.

Kendati demikian, Warsito mengklaim jika sepanjang 2014 ini, Dinas PU telah menghilangkan banjir di 10 titik, diantaranya di kawasan Pluit depan Hotel Aston, Petamburan, di Merdeka timur dan sebagainya. Berdasarkan data 2013 akhir, sedikitnya ada 72 titik Banjir, dan berdasarkandata terakhir 2014, banjir di Jakarta hanya tinggal 62 titik yang tersebar di lima wilayah DKI Jakarta, yakni Jakarta Pusat (Jati Pinggir, Teluk Betung (KebonKacang-Bunderan HI), Kali PAsir, Kwitang, Pejompongan AL, Jati Pinggir,Sawah Besar Mangga Dua, Kartini , Serdang, Gunung Sahari Utara dan CempakaPutih): Jakarta Utara ( Kampung Kamal dan Kampung, Baru, Pantai Indah Kapuk, Kampung Gusti, Jelambar Fajar, Pluit, PademanganBarat, Pademangan Timur, Sunter Agung, Sunter Jaya, Lagoa Buntu, Kebon Bawang,Warakas, Sungai Bambu, Papanggo, Pegangsaan dua, Kelapa Gading Permai, RawaBadak Utara & Selatan,Tugu Utara  Semper Barat, dan Rorotan / Babek ABRI);Jakarta Barat (Rawa Buaya, Duri Kosambi, TegalAlur, Kapuk Kedaung /Poglar, Cengkareng, Meruya / Pengampuan, Meruya Indah , Pesing, Krendang, Jelambar Baru , Pinangsia, Mangga Besar, Tanjung Duren Raya, Grogol,Sukabumi Utara, Kelapa Dua dan Duri Kepa); Jakarta Selatan (IKPN, Ulujami Permai, Pondok Pinang,Cireunde, Kebalen, Tegal Parang, Petogogan, Pondok Karya, Darma Jaya, PuloRaya, Kampung Pulo, Bukit Duri, Kebon Baru, Pengadegan, dan Cipulir); danJakarta Timur (KebonNanas, Malaka Selatan, Halim Perdana Kusuma, Kramat Jati, Kampung Rambutan). 

"Kami akan terus berupaya mengendalikan banjir di Jakarta," ujarnya. (MP/BMS)

#Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan