Film

Protes HFPA, Tom Cruise Kembalikan Piala Golden Globe

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 11 Mei 2021
Protes HFPA, Tom Cruise Kembalikan Piala Golden Globe

Tom Cruise bergabung dalam protes terhadap HFPA. (flipboard.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

EFEK domino terus bergulir sebagai bentuk protes kepada Hollywood Foreign Press Association (HFPA) atas kontroversi seputar kurangnya keragaman dalam keanggotaan mereka. Setelah berbagai studio mengumumkan baikot mereka, Tom Cruise bergabung dalam protes dengan mengembalikan tiga piala Golden Globe yang ia peroleh. Demikian kabar yang telah dikonfirmasi Variety (11/5).

Ketiga penghargaan itu diperoleh Tom Cruise untuk Born on the Fourth of July dalam kategori aktor terbaik drama pada 1990; dalam Jerry Maguire sebagai aktor terbaik komedi atau musikal pada 1997; dan dalam Magnolia sebagai aktor pendukung terbaik pada 2000.

BACA JUGA:

Karakter Carnage Muncul dalam Trailer Terbaru 'Venom 2'

Pengembalian piala ini menjadi penolakan dengan angka paling tinggi kepada HFPA dari satu aktor, setelah sebelumnya beberapa aktor, termasuk Scarlett Johansson dan Mark Ruffalo, menyerukan industri film Hollywood untuk "mundur" dari Golden Globe sampai reformasi yang lebih substansial dilakukan di dalam organisasi HFPA.

Seruan tersebut diikuti dengan Netflix, Amazon, dan WarnerMedia semuanya telah mengumumkan boikot HFPA. NBCUniversal juga mengumumkan pada hari Senin (10/5) bahwa NBC tidak akan menayangkan Globes pada tahun 2022.

Pengenai pengembalian piala, film maker Ava DuVernay memuji tindakan Cruise di Twitter, “Ketika Tom Cruise mengirim @goldenglobes miliknya dari 'Jerry Maguire', 'Magnolia' dan 'Born on the Fourth of July' dalam kotak yang sebenarnya ke meja resepsionis HFPA untuk melawan praktik pengucilan, pelecehan, dan bias yang bersifat seksis, homofobik, rasis."

Pada tanggal 3 Mei, HFPA mengumumkan akan menambah 20 anggota baru pada tahun 2021, dengan tujuan untuk meningkatkan keanggotaan penuh sebesar 50% dalam 18 bulan, semua dengan fokus pada perekrutan kelompok yang kurang terwakili. Rencana itu disetujui oleh keanggotaan penuh - yang berjumlah kurang dari 90 orang. Namun, seperti yang diberitakan Variety, belum ada dokumen apa pun yang menunjukkan perubahan itu sudah dilakukan. Suara kecaman kepada HFPA pun terus berlanjut.

HFPA pertama kali berada di bawah pengawasan setelah Los Angeles Times melaporkan pada awal tahun ini bahwa tidak ada anggota kulit hitam dalam HFPA. Mantan presiden HFPA Meher Tatna juga memberi tahu Variety bahwa grup tersebut tidak memiliki anggota kulit hitam setidaknya sejak 2002, ketika dia pertama kali bergabung.

Selain mengenai keanggotaan, praktik HFPA yang lebih luas, dari menuntut perlakuan khusus dan fasilitas mewah hingga pertanyaan seksis, homofobik, dan tidak sensitif rasial di acara pers, juga mendapat kecaman.

Pada bulan April, HFPA juga memberhentikan mantan presiden Phil Berk di tengah badai kritik lainnya setelah Berk mengirim email ke anggota yang menyebut Black Lives Matter sebagai "gerakan kebencian rasial". Sebelumnya, Berk sempat dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap aktor Brendan Fraser, tetapi diizinkan untuk tetap menjadi anggota setelah HFPA menyelidiki insiden tersebut dan memutuskan bahwa itu adalah lelucon.(aru)

#Film #Tom Cruise #Golden Globes
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Film 'Friend Thing' Siap Bawa Kisah Coming of Age, Dibintangi Emily Deschanel dan Ryder Allen
Society menyiapkan Friend Thing, film coming of age. Debut penyutradaraan Harry Calbom dan dibintangi Emily Deschanel, Ryder Allen, serta Carrie Brownstein.
Ananda Dimas Prasetya - 1 menit lalu
Film 'Friend Thing' Siap Bawa Kisah Coming of Age, Dibintangi Emily Deschanel dan Ryder Allen
ShowBiz
Hangat tapi Penuh Konflik, 'Desember Jani' Hadirkan Kisah Keluarga lewat Teaser Perdana
Palari Films merilis teaser perdana Desember Jani yang menampilkan kisah keluarga, konflik ibu dan anak, serta hubungan hangat Julia dan Jani.
Ananda Dimas Prasetya - 21 menit lalu
Hangat tapi Penuh Konflik, 'Desember Jani' Hadirkan Kisah Keluarga lewat Teaser Perdana
ShowBiz
'Narnia: The Magician’s Nephew' Hadir di Bioskop 2027, Meryl Streep Jadi Suara Aslan
Greta Gerwig mengungkap alasan memilih Meryl Streep sebagai suara Aslan di Narnia: The Magician’s Nephew. Film tayang bioskop Februari 2027.
Ananda Dimas Prasetya - 56 menit lalu
'Narnia: The Magician’s Nephew' Hadir di Bioskop 2027, Meryl Streep Jadi Suara Aslan
ShowBiz
Dian Sastro Tampil Beda di 'The Fox King: Semusim Lara', Tayang September 2026
Dian Sastro jadi Cikgu Lara dalam 'The Fox King: Semusim Lara', film kolaborasi Indonesia-Malaysia arahan Woo Ming Jin yang sebelumnya diputar di TIFF 2025.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 28 menit lalu
Dian Sastro Tampil Beda di 'The Fox King: Semusim Lara', Tayang September 2026
ShowBiz
FFI 2026 Umumkan 15 Film Menuju Nominasi, 'Abadi Nan Jaya' hingga 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
FFI 2026 mengumumkan 15 film cerita panjang yang lolos menuju tahap nominasi. Simak daftar lengkapnya dan jadwal malam puncak Piala Citra 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
FFI 2026 Umumkan 15 Film Menuju Nominasi, 'Abadi Nan Jaya' hingga 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
ShowBiz
'People Pleaser' Angkat Fenomena Gak Enakan ke Layar Lebar, Tayang 19 November 2026
Film drama komedi “People Pleaser: Si Paling Gak Enakan” produksi LYTO Pictures dibintangi Mawar de Jongh dan tayang di bioskop 19 November 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
'People Pleaser' Angkat Fenomena Gak Enakan ke Layar Lebar, Tayang 19 November 2026
ShowBiz
Baskara Mahendra Jadi Indigo dalam Film Baru 'Ghosting'
Baskara Mahendra akan membintangi film anyar "Ghosting", yang tayang di bioskop Tanah Air 15 Oktober 2026.
Yusuf Abdillah - Rabu, 16 September 2026
Baskara Mahendra Jadi Indigo dalam Film Baru 'Ghosting'
ShowBiz
'Crazy Taxi' Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Bawa Kembali Kekacauan dari Era Game
Crazy Taxi akan diadaptasi menjadi film live-action komedi oleh Netflix. Film ini melibatkan tim Sonic the Hedgehog dan penulis The Naked Gun.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
'Crazy Taxi' Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Bawa Kembali Kekacauan dari Era Game
ShowBiz
'Heart of The Beast' Dibintangi Brad Pitt, Kisah Bertahan Hidup di Tengah Alam Ekstrem Alaska
Heart of The Beast dibintangi Brad Pitt sebagai perwira Pasukan Khusus yang terdampar di pedalaman Alaska bersama anjing tempurnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
'Heart of The Beast' Dibintangi Brad Pitt, Kisah Bertahan Hidup di Tengah Alam Ekstrem Alaska
ShowBiz
Henry Cavill dan Kevin Hart Jadi Mata-Mata di 'Spy Duo'
. Ceritanya mengikuti dua mata-mata yang memiliki kehidupan rahasia masing-masing.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Henry Cavill dan Kevin Hart Jadi Mata-Mata di 'Spy Duo'
Bagikan