Proses Panjang Cokelat untuk Tampil dalam Formasi Lengkap

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 21 September 2018
Proses Panjang Cokelat untuk Tampil dalam Formasi Lengkap

Cokelat butuh proses untuk menemukan personel baru. (foto: Instagram @cokelat_band)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMILIH teman hidup bukanlah perkara mudah. Butuh persamaan sudut pandang kehidupan untuk menciptakan keselarasan. Sama dengan memilih teman bermusik. Butuh persamaan musikalitas untuk menciptakan harmoni. Hal itu pula yang terjadi pada salah satu band tahun 2000-an, Cokelat. Setelah ditinggalkan sang vokalis, Kikan Namara, dan drummer, Ervin Syam Ilyas, pada Maret 2010, Cokelat sempat mengalami pasang surut. Beberapa kali mereka gonta ganti personel. Tentu kesamaan visi misi jadi yang utama.

Beberapa tahun kemudian, Cokelat memperkenalkan formasi baru. Muncullah nama Jackline Rossy sebagai penyanyi dan Axel Andaviar sebagai drummer. Jackline resmi bergabung dengan Cokelat pada 2016, sedangkan Axel bergabung setahun kemudian. Untuk menemukan formasi lengkap tersebut, para personel Cokelat mengaku melewati proses yang cukup panjang. Mereka pun memiliki kisah masing-masing tentang proses untuk bergabung di salah satu grup legendaris Indonesia tersebut.

Jackline harus mengalahkan 70 orang dengan suara yang luar biasa sebelum bergabung dengan Cokelat. “Proses audisinya terdiri dari enam tahapan. Mereka (Ronny dan Edwin) main alat sendiri audisi vokalis satu per satu,” tuturnya. Ia mengatakan sebagai peserta audisi terakhir, ia merasa minder. Siapa sangka hal tersebut justru mengantarnya untuk bergabung dengan Ronny dan Edwin. Tantangan yang ia hadapi tak hanya harus mengalahkan 70 peserta audisi, tapi juga harus menyanyi di hadapan ribuan penonton. “Dalam salah satu proses audisi mereka menantangku untuk berani main live di depan 20 ribu penonton,” ujarnya. Tantangan tersebut berhasil ia lewati dengan baik.

jackline rossy-cokelat band
Jackline Rossy, sang vokalis baru Cokelat. (foto: Instagram @alexis_calvin)

Sementara itu, perjalanan yang dilalui Axel untuk bergabung dengan Cokelat sedikit berbeda. Putra Ovy, gitaris /rif, tersebut mengatakan bergabung dengan Cokelat merupakan mimpinya sejak dulu. Cokelat merupakan band yang ia kagumi sejak duduk di bangku sekolah dasar. “Dulu main sama band sekolah, sekarang main sama band aslinya,” ucapnya. Sebelum resmi bergabung dengan Cokelat, drummer yang telah malang melintang di industri musik Tanah Air tersebut beberapa kali dipercaya sebagai additional player.

axel cokelat
Axel Andaviar (kiri) bergabung sebagai drummer Cokelat. (foto: Instagram @cokelat_band)

Permainan drum yang dibawakan Axel ternyata membuat para personel Cokelat terkesan sehingga merasa cocok dengannya. Di luar panggung, beberapa kali mereka kerap berdiskusi. Dari hasil ngobrol di belakang panggung, Ronny menjelaskan bahwa ternyata Axel memiliki selera musik yang sama dengan mereka. “Kami coba dengar beberapa segmen musik dan dari beberapa musik, selera kita cocok banget,” imbuhnya. Meski terpaut usia yang sangat jauh, Axel mampu menyatu dengan personel lainnya.

Hal tersebut yang membuat para personel Cokelat mempertimbangkan Axel untuk bergabung. “Dari situ gue ngerasa lebih posesif dan pengin dia main buat kita,” tukas Ronny bergurau.(Avi)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More
Bagikan