Produk IKKON-Bekraf Jadi Souvenir Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 27 April 2018
Produk IKKON-Bekraf Jadi Souvenir Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali

Seorang perajin kayu sedang membuat barongan di Tulungangung, Jawa Timur. (FOTO Antara/Destyan Sujarwoko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Produk hasil kolaborasi pelaku ekonomi kreatif profesional, perajin lokal dan segenap pemangku kepentingan terkait yang tergabung dalam IKKON akan dipamerkan dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali, Oktober mendatang.

"Kalau untuk Pertemuan IMF, produk IKKON 2016 dan 2017 akan menjadi souvenir dan dipamerkan juga di Paviliun Indonesia di acara itu," kata Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik di Jakarta, Kamis (26/4).

Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nasional (IKKON) merupakan kegiatan yang diinisiasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang bertujuan untuk menggali dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif daerah agar bisa memberikan nilai tambah.

Kegiatan IKKON sendiri telah berjalan sejak 2016 dan digelar setiap tahunnya dengan menggaet puluhan peserta yang terdiri atas berbagai keahlian mulai dari desain, fotografi, seni rupa, arsitek, koreografer hingga pengembang bisnis.

Dikutip Antara, Para peserta akan diberi kesempatan untuk menjelajah potensi ekonomi kreatif dan mengembangkannya bersama perajin dan pemangku kepentingan terkait agar bisa menjadikannya produk bernilai tambah.

"Karena IKKON 2018 baru mulai, jadi tentunya produk yang nanti dipamerkan dari para peserta IKKON 2016 dan 2017," tambah Ricky.

Ada tiga kegiatan utama yang akan diselenggarakan Pemerintah Indonesia sebagai negara tuan rumah Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018.

Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik (bekraf.go.id)

Pertama adalah pertemuan Pemimpin ASEAN, yang merupakan pertemuan informal antara 10 pemimpin ASEAN, Direktur Pelaksana IMF, dan Presiden Bank Dunia.

Tujuan utamanya untuk acara ini adalah untuk menunjukkan komitmen para pemimpin ASEAN untuk mendukung IMF dan peran Bank Dunia dalam mengatasi tantangan pembangunan.

Kedua, yakni acara ramah tamah akan memberikan kesempatan bagi para peserta Pertemuan Tahunan untuk mengalami beberapa warisan budaya Indonesia dalam bentuk Festival Makanan Indonesia, Pertunjukan Budaya, dan Paviliun Indonesia di mana para peserta dapat melihat beberapa pameran seni dan kerajinan, pameran pariwisata, serta beberapa informasi tentang perkembangan pembangunan Indonesia saat ini terutama yang berhubungan dengan infrastruktur.

Terakhir, adalah hajatan tuan rumah, di mana semua gubernur bank dunia dan delegasi resmi diundang bergabung dengan resepsi yang akan diselenggarakan oleh Presiden Indonesia pada Jumat, 12 Oktober 2018, malam. (*)

#Bekraf
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Investasi Aplikasi di Indonesia Capai Rp 54,18 Triliun, Ekonomi Digital Berkembang Pesat
Indonesia tidak kekurangan ide, Indonesia tidak kekurangan talenta, Indonesia juga tidak kekurangan kreatifitas.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
Investasi Aplikasi di Indonesia Capai Rp 54,18 Triliun, Ekonomi Digital Berkembang Pesat
Bagikan