Primitive Monkey Noose Lepas Album 'Waja Sampai Kaputing'

Febrian AdiFebrian Adi - Jumat, 25 Agustus 2023
Primitive Monkey Noose Lepas Album 'Waja Sampai Kaputing'

Primitive Monkey Noose lepas album kedua. (Foto: Dok/Primitive Monkey Noose)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAND asal Kalimantan Selatan ini memilih fokus berkarya dan tetap produktif. Hal ini dibuktikan oleh Primitive Monkey Noose yang melepas album kedua bertajuk Waja Sampai Kaputing yang sejalan dengan semangat punk yang diusung.

“Judul album kedua ini kita ambil dari semangat kebudayaan masyarakat Banjar yang bermakna terus berusaha sampai akhir hayat,” tulis Primitive Monkey Noose dalam keterangan resmi yang diterima Merah Putih, Kamis (24/8).

Baca juga:

Anthem Indie Lokal Era 2000 Remix Pablo Cikaso Diresmikan Demajors

Terdapat tujuh lagu yang dimuat dalam album ini, dengan fokus trek Kada Kawa Kawan Ae, lagu yang akan mengajak siapa saja bernyanyi dan berteriak bersama. Lagu tersebut semakin memperkuat karakter Primitive Monkey Noose dengan isu lokalitas yang sudah mereka bawa sejak mini album pertamanya yaitu Anthem of South Borneo yang dirilis pada 2022.

Tak lupa gaya bertutur Primitive Monkey Noose masih menggunakan lirik yang terkesan sederhana. Berbicara soal rasa cinta terhadap tempat tinggal mereka di pesisir tenggara Kalimantan, keresahan sosial, seni bertahan hidup, dan banyak hal lain soal kehidupan.

Melalui album kedua ini, Primitive Monkey Noose akan terus menyajikan musik keras bertempo cepat, bertenaga, dan lirik yang lugas sekaligus sarkas, tapi tetap menyenangkan untuk didengarkan. Ditambah vokal Richie yang berat, tak salah jika mengidentifikasi band ini sebagai unit rock yang tak hanya progresif dalam konteks musik, tapi juga pemikiran.

Didukung oleh para personel yang sudah matang, Primitive Monkey Noose juga membuktikan jika album barunya memiliki lompatan artistik yang menonjol dibandingkan mini album perdana. Richie Petroza (vokal), Oveck Arsya (gitar), Ridho (gitar), Wan Arif Fadly (panting), Denny Sumaryono (gitar bas), dan Juli Yusman (drum) membuktikan mereka bukan band yang hobi jalan di tempat, apalagi mundur ke belakang.

Baca juga:

Dere Siapkan Pertunjukan Penuh dengan 'Gelora'

Meski banyak pengamat dan kritikus menyebut musik mereka masuk dalam ranah celtic/Irish, tapi menurut Richie, Primitive Monkey Noose tidak memainkan musik yang dibicarakan beberapa orang. Nyatanya, kata Richie “Musik yang diusung Primitive Monkey Noose adalah oposisi dari genre musik yang sering dialamatkan kepada mereka.”

Jangan heran jika pendengar akan menemukan perpaduan musik yang sangat beragam di Primitive Monkey Noose. Dari folk, punk, hard rock, progressive metal, hingga hardcore. Selayaknya crossover berbagai genre yang belum pernah ada sebelumnya. (far)

Baca juga:

'Satu Cinta' Persembahan Candra Darusman dan Dira

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Ed Sheeran Buka Suara soal Macklemore Keluar dari Loop Tour 2026, Pilih tak Bawa Politik
Ed Sheeran buka suara soal keluarnya Macklemore dari Loop Tour 2026. Ia mengaku sempat mengambil jalan tengah.
Soffi Amira - Rabu, 16 September 2026
Ed Sheeran Buka Suara soal Macklemore Keluar dari Loop Tour 2026, Pilih tak Bawa Politik
ShowBiz
Melankolia Radikal Tour Dongker Hadirkan Musik dan Karya Visual Indonesia di Jepang
Dongker membawa musik dan karya visual Indonesia dalam Melankolia Radikal Tour Jepang, termasuk pameran 12 seniman di Saitama.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Melankolia Radikal Tour Dongker Hadirkan Musik dan Karya Visual Indonesia di Jepang
ShowBiz
'September', Lagu Earth, Wind & Fire tentang Kenangan yang tak Terlupakan
Lagu yang dirilis pada 1978 ini menawarkan perpaduan funk dan disco yang terasa ceria, enerjik, serta mudah mengajak pendengarnya untuk bergoyang.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
'September', Lagu Earth, Wind & Fire tentang Kenangan yang tak Terlupakan
ShowBiz
Dave Mustaine Ungkap 4 Band yang Bisa Jadi 'Big Four' Baru Thrash Metal
Dave Mustaine menyebut Testament, Overkill, Exodus, dan Trivium sebagai nama yang berpotensi menjadi 'Big Four' baru thrash metal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Dave Mustaine Ungkap 4 Band yang Bisa Jadi 'Big Four' Baru Thrash Metal
ShowBiz
Juicy Luicy Rilis Single 'Baik Hati', Kisah Sulit Move On karena Tak Punya Alasan Membenci
Juicy Luicy merilis single 'Baik Hati' yang bercerita tentang seseorang yang sulit move on karena mantan kekasihnya tetap menunjukkan sikap baik.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Juicy Luicy Rilis Single 'Baik Hati', Kisah Sulit Move On karena Tak Punya Alasan Membenci
ShowBiz
Yung Caters dan Raissa Anggiani Satukan Hip-Hop dan Pop Emosional di Lagu 'Siapa Yang Salah'
Yung Caters dan Raissa Anggiani berkolaborasi lewat Siapa Yang Salah, lagu yang memadukan pop emosional dan hip-hop dengan sudut pandang berbeda soal hubungan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Yung Caters dan Raissa Anggiani Satukan Hip-Hop dan Pop Emosional di Lagu 'Siapa Yang Salah'
ShowBiz
IU Ungkap Kisah di Balik 'Unknown Planet', Ada Kenangan Cinta yang Sulit Dilepaskan
IU kembali dengan karya terbaru 'Unknown Planet', lagu yang mengangkat kisah perpisahan, kenangan cinta, dan keberanian untuk melangkah.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
IU Ungkap Kisah di Balik 'Unknown Planet', Ada Kenangan Cinta yang Sulit Dilepaskan
ShowBiz
Macklemore Dicoret, Semua Artis Pendukung Kompak Tinggalkan Tur Ed Sheeran
Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga mundur dari Loop Tour Ed Sheeran setelah Macklemore dikeluarkan menyusul pernyataannya soal Palestina.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Macklemore Dicoret, Semua Artis Pendukung Kompak Tinggalkan Tur Ed Sheeran
ShowBiz
'Mutiara', Ungkapan Cinta Ipank untuk Sosok yang Begitu Berharga
Ipank menggambarkan rasa kagum sekaligus cinta yang begitu dalam kepada seseorang yang dipandang sangat berharga, layaknya sebuah mutiara.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
'Mutiara', Ungkapan Cinta Ipank untuk Sosok yang Begitu Berharga
Lifestyle
Kemenpar Dorong Konser Musik Internasional Jadi Penggerak Ekonomi Pariwisata
Membuka ruang promosi yang lebih besar bagi Indonesia di mata masyarakat internasional.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
Kemenpar Dorong Konser Musik Internasional Jadi Penggerak Ekonomi Pariwisata
Bagikan