Pria, Makan Berondong Jagung akan Jauhkan Risiko Kanker Usus

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 08 Oktober 2017
Pria, Makan Berondong Jagung akan Jauhkan Risiko Kanker Usus

Untuk pria, jagung dapat jauhkan dari risiko kanker usus. (foto: pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JAGUNG merupakan salah satu makanan pokok orang Indonesia. Meskipun begitu, tak banyak yang mengonsumsi jagung sebagai pilihan utama menu harian. Umumnya, jagung dijadikan makanan selingan ataupun camilan.

Bentuk olahannya beragam. Mulai dari direbus, dibakar, hingga dijadikan berondong sebagai teman menonton film.

Meskipun jamak dikonsumsi, jenis tanaman pangan ini sering dianggap tak memiliki kebaikan gizi untuk tubuh, selain memang mengenyangkan. Padahal, ada banyak hal mengejutkan seputar manfaat jagung untuk kesehatan.

Berikut empat manfaat jagung bagi kesehatan tubuh.


1. Tinggi gula, tapi aman untuk gula darah

Karbohidrat merupakan kandungan utama jagung. Jumlah karbohidrat dalam jagung hampir memenuhi 6%-7% kebutuhan harian. Namun, tak seperti kandungan karbohidrat olahan dalam roti atau nasi putih yang menghasilkan energi yang cepat terkuras, karbohidrat dalam jagung memberikan suplai energi yang stabil dan tahan lama. Hal itu disebabkan karbohidrat jagung merupkan karbohidrat kompleks. Selain itu, jagung mengandung serat dan protein. Kombinasi ketiga nutrisi itu dicerna lambat oleh tubuh dan bermanfaat untuk mengendalikan kadar gula darah karena serat memperlambat kecepatan tubuh memecah karbohidrat (glukosa) untuk dilepaskan ke aliran darah.

Meskipun kadar gula dalam jagung termasuk tinggi (2 gram per 100 gram), jagung bukanlah makanan dengan indeks glikemik tinggi. Oleh karena itu, bahkan jika Anda makan jagung utuh, gula darah Anda tidak akan melonjak secara dramatis. Konsumsi jagung dalam jumlah sewajarnya telah terbukti berhubungan dengan kontrol gula darah yang lebih baik pada diabetisi.


2. Menjaga kesehatan mata

Si kuning manis gurih ini diperkaya dengan vitamin C (8% dari kebutuhan harian), magnesium, dan vitamin B. Vitamin C penting dalam menunjang perbaikan sel, meningkatkan kekebalan tubuh, dan memiliki sifat anti-penuaan, sementara vitamin B berperan penting dalam pengolahan energi. Magnesium penting dalam kinerja sistem saraf dan kontraksi otot.

Tak hanya itu. Meski mungkin terdengar mengejutkan, jagung merupakan sumber pangan yang kaya akan antioksidan ketimbang biji-bijian sereal lainnya. Jagung bahkan mengandung lutein, zeaxanthin, asam ferulat, dan beta-karoten. Karotenoid (lutein, beta-karoten, dan zeaxanthin) dikenal dapat mampu menunjang sistem imun tubuh dan telah terbukti berperan penting dalam kesehatan mata. Tingginya kadar dua karotenoid itu dalam darah sangat terkait dengan penurunan risiko degenerasi makular dan katarak.


3. Melindungi dari risiko penyakit jantung

Jagung juga menyediakan senyawa fitokimia fenolik yang bermanfaat bagi kesehatan jantung dan mengendalikan tekanan darah tinggi.

Kebanyakan penelitian yang berfokus pada pengaruh asupan antioksidan terhadap penyakit dan pengurangan risikonya belum secara khusus meneliti manfaat jagung dan kandungan antioksidannya. Namun, dalam beberapa penelitian skala kecil, jagung disebut-sebut sebagai makanan yang penting dalam perlindungan secara keseluruhan dan faktor dalam penurunan risiko penyakit jantung. Beberapa mekanisme untuk penurunan risiko penyakit jantung mungkin terkait dengan sifat-sifat lain dari fitonutrien jagung yang melampaui sifat antioksidan mereka.

4. Menurunkan risiko kanker usus

Bagi Anda penggemar berat jagung, pasti paham benar sensasi perut kenyang yang super memuaskan padahal hanya baru memakan sebonggol. Manfaat jagung yang mengenyangkan itu didapat dari kandungan seratnya.

Serat dalam jagung bisa mencapai 2-4 gram per 100 gram jagung atau setara dengan 9% kebutuhan serat harian Anda. Serat merupakan salah satu nutrisi kunci untuk memelihara sistem pencernaan.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa jagung dapat mendukung pertumbuhan bakteri ramah di usus besar dan bisa diubah bakteri itu agar menjadi asam lemak rantai pendek, atau SCFA. SCFA dapat menyediakan energi untuk sel-sel usus sehingga membantu menurunkan risiko Anda terhadap banyak gangguan pencernaan, termasuk risiko kanker usus.

Manfaat jagung untuk sistem pencernaan juga mungkin datang dari sifat alami jagung yang bebas gluten. Konsumsi gluten terkait dengan beragam gejala negatif, termasuk perut kembung, kram, diare, sembelit, hingga kelelahan dan masalah kulit. Bahkan efek ini tidak hanya terbatas muncul pada mereka yang punya penyakit celiac atau alergi gluten saja. Ini membuat jagung atau tepung jagung sebagai alternatif yang baik untuk gandum atau makanan yang mengandung gluten lainnya.

Menariknya lagi, manfaat jagung terhadap pemeliharaan sistem pencernaan itu ditunjukkan lebih besar pada konsumsi berondong jagung. Pria yang makan berondong jagung berpeluang 28% lebih rendah untuk mengembangkan gangguan pencernaan jika dibandingkan dengan pria yang jarang atau tidak sama sekali mengonsumsi berondong jagung.

4. Makanan anti-HIV

Salah satu bidang baru yang menarik dari penelitian tentang manfaat jagung ialah dugaan potensinya sebagai makanan pencegah HIV. Hal itu disebabkan jagung mengandung salah satu jenis lektin, GNAmaize. Lektin adalah protein khusus yang ditemukan di hampir semua makanan yang dapat mengikat ke glukosa atau ke reseptor karbohidrat yang ditemukan pada membran sel. Pengikatan lektin ke glukosa telah terbukti membantu menghambat aktivitas virus, termasuk virus HIV. Tentu saja, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk benar-benar menentukan hubungan antara manfaat jagung secara keseluruhan dan perlindungan terhadap risiko infeksi HIV.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan