Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pria, Cukupkan Tidurmu biar Enggak Kena Penyakit Ini

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 23 Desember 2017
Pria, Cukupkan Tidurmu biar Enggak Kena Penyakit Ini

Pria harus cuckup tidur agar terhindar dari Parkinson. (foto: Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENGURANGI waktu tidur untuk bersenang-senang lazim dilakukan para pria. Ternyata kebiasaan itu enggak baik untuk para pria.

Pasalnya, risiko terkena Parkinson mengintai pria yang enggak cukup tidur.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Neurology menunjukkan bahwa kurang tidur bisa menjadi tanda adanya kelainan yang berhubungan dengan Parkinson, terutama pada pria.

Gangguan perilaku tidur biasanya menyerang orang di kelompok usia 50 sampai 70 tahun. Hal itu dan lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

Salah satu gejala kondisi itu ialah gangguan pada bagian tidur, terutama saat bermimpi. Orang yang sehat biasanya tetap tidur selama bermimpi.

Namun, mereka yang mengalami gangguan tidur cenderung menendang, berteriak, dan memukul saat tidur.

Menurut penelitian, hal itu disebabkan pria penderita kekurangan dopamin. Zat itu merupakan zat kimia di otak yang mempengaruhi emosi, gerakan, dan sensasi kenikmatan serta rasa sakit. Selain itu, pria yang kurang dopamin memiliki peradangan otak.

Akibatnya, mereka berisiko terkena penyakit Parkinson atau demensia saat tua nanti. Parkinson terjadi karena kelompok sel saraf di otak yang memproduksi dopamin berhenti bekerja.

"Para pasien ini memiliki peradangan otak di daerah tempat sel-sel saraf penghasil dopamin ditemukan," kata Morten Gersel Stokholm dari Universitas Aarhus di Denmark.

Dia dan tim awalnya tak sadar bahwa ada bentuk radang otak yang bisa memunculkan risiko penyakit Parkinson. Namun, hasil studi bisa menjadi acuan untuk menentukan mereka dengan gangguan tidur yang mungkin mengalami Parkinson.

"Pada saat bersamaan, ini juga bisa membantu mengembangkan obat yang bisa menghentikan atau memperlambat perkembangan penyakit," jelas Stokholm seperti dilansir Indian Express.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan