Presiden Korea Selatan Deklarasikan Darurat Militer, Agensi Minta Artis Tunda Kegiatan

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 04 Desember 2024
 Presiden Korea Selatan Deklarasikan Darurat Militer, Agensi Minta Artis Tunda Kegiatan

Agensi minta artis menunda kegiatan setelah pengumuman darurat militer.(foto: Koreaboo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BEBERAPA acara hiburan yang telah dijadwalkan terancam batal. Hal itu terjadi setelah Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol menyatakan darurat militer pada Selasa (3/12) malam waktu setempat.

Melalui pengarahan televisi itu, Suk-yeol berjanji memberantas kekuatan pro-Korea Utara dan melindungi tatanan demokrasi konstitusional. Presiden Korsel menuduh oposisi negaranya yang mengendalikan parlemen bersimpati kepada Korea Utara. Hal itu, menurutnya, melumpuhkan pemerintah melalui tindakan antinegara.

Pengumuman itu dilaporkan telah membuat industri hiburan Korsel dalam ‘siaga tinggi’. Banyak acara yang sedianya digelar pada 3 Desember dan setelahnya dibatalkan. Demikian dilaporkan 10Asia. Dalam laporan eksklusif, dilansir Koreaboo, pihak agensi hiburan besar telah memberitahukan artis mereka untuk tidak menghadiri acara yang dijadwalkan mulai 4 Desember.

Di bawah keadaan darurat militer, pertemuan atau kumpul-kumpul dibatasi. Itu mungkin menjadi dasar kekhawatiran perusahaan hiburan. “Mengadakan acara di bawah keadaan darurat militer dapat memberi konsekuensi yang tidak terduga,” kata orang dalam indsutri hiburan.

Baca juga:

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Cabut Keputusan Darurat Militer


Kekhawatiran ini meluas ke acara-acara pribadi seperti konser, pertemuan penggemar, dan acara yang diadakan perusahaan karena tidak ada preseden sebelumnya. CEO sebuah perusahaan hiburan dilaporkan mengatakan pihaknya memantau situasi ini secara real-time, menggambarkannya sebagai ‘situasi darurat’.

Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari perusahaan mana pun.(dwi)

Baca juga:

Pria Korea Selatan Viral Pergi Kerja Naik Ski di Tengah Salju

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan