Presiden Jokowi: Siapa yang Pesan dan Bayar Harus Diusut!

Thomas KukuhThomas Kukuh - Senin, 28 Agustus 2017
Presiden Jokowi: Siapa yang Pesan dan Bayar Harus Diusut!

Presiden Jokoi Widodo. (ANTARA FOTO: Puspa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengungkapan bisnis busuk penyebaran berita hoax mengandung unsur sara dan adu domba oleh kelompok Saracen menjadi perhatian khusus Presiden Joko Widodo. Orang nomor satu di pemerintahan Indonesia itu memerintahkan agar Polri untuk mengusut tuntas pihak yang diduga menggunakan jasa Saracen.

"Saya sudah perintahkan kepada Kapolri diusut tuntas, bukan hanya Saracen-nya saja, tapi siapa yang pesan, siapa yang bayar, harus diusut tuntas," kata Jokowi ditemui di Silang Monas, Jakarta pada Minggu.

Jokowi menjelaskan, penyelidikan juga harus mengarah kepada pihak yang mengutus kelompok Saracen untuk melakukan penyebaran ujaran kebencian.

Selain itu, Jokowi juga meminta masyarakat agar menggunakan media sosial secara bertanggung jawab dan tidak menyebarkan kabar bohong, fitnah maupun ujaran kebencian. Itu semua bisa merusak persatuan dan kesatuan NKRI.

Kepala Negara mengatakan kelompok yang dengan sengaja menyebarkan isu fitnah dan perpecahan membahayakan negara. "Kalau kabarnya menyampaikan hal-hal yang positif, menyampaikan optimisme, mengajak masyarakat untuk membangun, mengajak masyarakat untuk berbuat baik, mengajak masyarakat untuk menjaga kesantuan, kesopanan itu tidak apa-apa," ujar Jokowi.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri meringkus tiga tersangka pengelola grup yang berisi konten ujaran kebencian di jejaring sosial Facebook, Saracen.

Grup Saracen membuat sejumlah akun Facebook di antaranya Saracen News, Saracen Cyber Team dan Saracennewscom dengan jumlah pengikut sekitar 800 ribu akun.

Sejumlah akun Saracen ini selalu menyebarkan konten berisi ujaran kebencian yang bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan. Saracen telah dikelola oleh kelompok ini sejak November 2015. (*/ant)

#Saracen
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Bagikan